<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Omicron Masih Tinggi, Bagaimana Nasib Pengusaha Mal?</title><description>Penyebaran virus Covid-19 varian Omicron yang masih meningkat berdampak pada penurunan kunjungan masyarakat ke mal.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/19/320/2549852/omicron-masih-tinggi-bagaimana-nasib-pengusaha-mal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/19/320/2549852/omicron-masih-tinggi-bagaimana-nasib-pengusaha-mal"/><item><title>Omicron Masih Tinggi, Bagaimana Nasib Pengusaha Mal?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/19/320/2549852/omicron-masih-tinggi-bagaimana-nasib-pengusaha-mal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/19/320/2549852/omicron-masih-tinggi-bagaimana-nasib-pengusaha-mal</guid><pubDate>Sabtu 19 Februari 2022 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/19/320/2549852/omicron-masih-tinggi-bagaimana-nasib-pengusaha-mal-LsG4sirLLn.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Nasib pengusaha mal saat Omicron makin tinggi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/19/320/2549852/omicron-masih-tinggi-bagaimana-nasib-pengusaha-mal-LsG4sirLLn.jfif</image><title>Nasib pengusaha mal saat Omicron makin tinggi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penyebaran virus Covid-19 varian Omicron yang masih meningkat berdampak pada penurunan kunjungan masyarakat ke mal.
Di mana, masyarakat lebih berhati-hati dengan kondisi tersebut.
&amp;ldquo;Tren kenaikan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan mulai melandai sejak tiga minggu lalu. Hal ini selain karena memang memasuki low season, juga karena kehati-hatian masyarakat terhadap penyebaran Covid-19 varian Omicron yang sangat masif,&amp;rdquo; ujar Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (19/2/2022).
Alphonsus mengatakan, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan khususnya di wilayah DKI Jakarta tidak lebih dari 40%.
Ini jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi.
&amp;ldquo;Sebenarnya penyebaran Covid-19 varian Omicron sudah berdampak terhadap tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan sejak sebelum diberlakukan PPKM level 3. Di mana, menyebabkan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan hanya tersisa tidak lebih dari 40% dibandingkan dengan saat sebelum pandemi,&amp;rdquo; jelasnya.
Namun demikian, pihaknya menyakini bahwa dampak Covid-19 varian Omicron tidak akan seberat seperti saat Covid-19 varian Delta.
Pasalnya, saat ini tingkat vaksinasi sudah jauh lebih tinggi dibandingkan pada saat Covid-19 varian Delta lalu.
&amp;ldquo;Saat ini juga telah dilakukan vaksinasi ketiga (booster/penguatan), yang mana semuanya akan sangat membantu agar PPKM level 3 tidak berkepanjangan sehingga tidak memperburuk kondisi usaha,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penyebaran virus Covid-19 varian Omicron yang masih meningkat berdampak pada penurunan kunjungan masyarakat ke mal.
Di mana, masyarakat lebih berhati-hati dengan kondisi tersebut.
&amp;ldquo;Tren kenaikan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan mulai melandai sejak tiga minggu lalu. Hal ini selain karena memang memasuki low season, juga karena kehati-hatian masyarakat terhadap penyebaran Covid-19 varian Omicron yang sangat masif,&amp;rdquo; ujar Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (19/2/2022).
Alphonsus mengatakan, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan khususnya di wilayah DKI Jakarta tidak lebih dari 40%.
Ini jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi.
&amp;ldquo;Sebenarnya penyebaran Covid-19 varian Omicron sudah berdampak terhadap tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan sejak sebelum diberlakukan PPKM level 3. Di mana, menyebabkan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan hanya tersisa tidak lebih dari 40% dibandingkan dengan saat sebelum pandemi,&amp;rdquo; jelasnya.
Namun demikian, pihaknya menyakini bahwa dampak Covid-19 varian Omicron tidak akan seberat seperti saat Covid-19 varian Delta.
Pasalnya, saat ini tingkat vaksinasi sudah jauh lebih tinggi dibandingkan pada saat Covid-19 varian Delta lalu.
&amp;ldquo;Saat ini juga telah dilakukan vaksinasi ketiga (booster/penguatan), yang mana semuanya akan sangat membantu agar PPKM level 3 tidak berkepanjangan sehingga tidak memperburuk kondisi usaha,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
