<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selamat Tinggal LPG! Ini Keunggulan DME</title><description>Dimethyl ether atau DME dinilai lebih efisien ketimbang Liquefied Petroleum Gas (LPG).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/320/2550114/selamat-tinggal-lpg-ini-keunggulan-dme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/320/2550114/selamat-tinggal-lpg-ini-keunggulan-dme"/><item><title>Selamat Tinggal LPG! Ini Keunggulan DME</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/320/2550114/selamat-tinggal-lpg-ini-keunggulan-dme</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/320/2550114/selamat-tinggal-lpg-ini-keunggulan-dme</guid><pubDate>Minggu 20 Februari 2022 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/20/320/2550114/selamat-tinggal-lpg-ini-keunggulan-dme-vEeXyhXqmM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DME lebih efisien dibandingkan LPG (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/20/320/2550114/selamat-tinggal-lpg-ini-keunggulan-dme-vEeXyhXqmM.jpg</image><title>DME lebih efisien dibandingkan LPG (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dimethyl ether atau DME dinilai lebih efisien ketimbang Liquefied Petroleum Gas (LPG). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan DME layak menjadi bahan bakar alternatif untuk program substitusi energi di Indonesia.
Arifin menuturkan, dari sekitar 200 percobaan yang dilakukan oleh Lemigas, menunjukkan efisiensi LPG pembakaran DME juga lebih baik dibanding LPG.
BACA JUGA:Hitung-hitungan Pakai Kompor Listrik Vs LPG, Lebih Murah Mana?

&quot;Fraksi karbon beratnya kalau di LPG masih tertinggal di dalam sisa botol, sedangkan kalau DME masih bisa dioptimalkan, sehingga ini menjadi salah satu advantage (keuntungan),&quot; kata Arifin dikutip Minggu (20/2/2022).
Pemanfaatan DME, sambung Arifin, menggunakan jenis batubara yang memiliki kalori 3.800 kkal/kg karena tidak dimanfaatkan untuk kebutuhan PLN. &quot;Ini juga dilakukan di lokasi mulut tambang, jadi memudahkan proses pengangkutan,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Impor LPG Naik, Dirut PLN Ajak Masyarakat Pakai Kompor Listrik

Lebih lanjut, pemerintah telah memperhitungkan harga keekonomian DME yang telah disepakati agar produk ini mampu bersaing dengan harga LPG. Adapun manfaat yang diterima oleh negara melalui substitusi DME tersebut berupa pemanfaatan sumber daya alam, menghemat devisa impor LPG, dan memenuhi in-situ di lokasi mulut tambang yang dapat mengatasi isu kelangkaan.
Saat ini, Indonesia sedang membangun pabrik hilirisasi batubara menjadi DME di Muara Enim, Sumatera Selatan. Proyek itu diproyeksikan bisa menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun dari bahan baku 6 juta ton batubara kalori rendah.Pemerintah berharap proyek DME itu dapat membuka lapangan pekerjaan  untuk sekitar 13 ribu orang pada tahap konstruksi. Adapun di sektor  hilir yang akan dikelola oleh Pertamina diharapkan mampu menciptakan 12  ribu lapangan pekerjaan baru.
Proyek hilirisasi batubara menjadi DME tersebut merupakan hasil kerja  sama antara Amerika Serikat dengan Indonesia melalui perusahaan Air  Products &amp;amp; Chemicals Inc, PT Bukit Asam, dan Pertamina. Pemerintah  menargetkan perusahaan tersebut bisa merealisasikan nilai rencana  investasi sebesar USD 15 miliar untuk industri gasifikasi batubara  beserta turunannya di Indonesia.
Selain DME, Kementerian ESDM memiliki beberapa alternatif terkait  substitusi LPG, antara lain melalui jaringan gas rumah tangga hingga  penggunaan kompor listrik.</description><content:encoded>JAKARTA - Dimethyl ether atau DME dinilai lebih efisien ketimbang Liquefied Petroleum Gas (LPG). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan DME layak menjadi bahan bakar alternatif untuk program substitusi energi di Indonesia.
Arifin menuturkan, dari sekitar 200 percobaan yang dilakukan oleh Lemigas, menunjukkan efisiensi LPG pembakaran DME juga lebih baik dibanding LPG.
BACA JUGA:Hitung-hitungan Pakai Kompor Listrik Vs LPG, Lebih Murah Mana?

&quot;Fraksi karbon beratnya kalau di LPG masih tertinggal di dalam sisa botol, sedangkan kalau DME masih bisa dioptimalkan, sehingga ini menjadi salah satu advantage (keuntungan),&quot; kata Arifin dikutip Minggu (20/2/2022).
Pemanfaatan DME, sambung Arifin, menggunakan jenis batubara yang memiliki kalori 3.800 kkal/kg karena tidak dimanfaatkan untuk kebutuhan PLN. &quot;Ini juga dilakukan di lokasi mulut tambang, jadi memudahkan proses pengangkutan,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Impor LPG Naik, Dirut PLN Ajak Masyarakat Pakai Kompor Listrik

Lebih lanjut, pemerintah telah memperhitungkan harga keekonomian DME yang telah disepakati agar produk ini mampu bersaing dengan harga LPG. Adapun manfaat yang diterima oleh negara melalui substitusi DME tersebut berupa pemanfaatan sumber daya alam, menghemat devisa impor LPG, dan memenuhi in-situ di lokasi mulut tambang yang dapat mengatasi isu kelangkaan.
Saat ini, Indonesia sedang membangun pabrik hilirisasi batubara menjadi DME di Muara Enim, Sumatera Selatan. Proyek itu diproyeksikan bisa menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun dari bahan baku 6 juta ton batubara kalori rendah.Pemerintah berharap proyek DME itu dapat membuka lapangan pekerjaan  untuk sekitar 13 ribu orang pada tahap konstruksi. Adapun di sektor  hilir yang akan dikelola oleh Pertamina diharapkan mampu menciptakan 12  ribu lapangan pekerjaan baru.
Proyek hilirisasi batubara menjadi DME tersebut merupakan hasil kerja  sama antara Amerika Serikat dengan Indonesia melalui perusahaan Air  Products &amp;amp; Chemicals Inc, PT Bukit Asam, dan Pertamina. Pemerintah  menargetkan perusahaan tersebut bisa merealisasikan nilai rencana  investasi sebesar USD 15 miliar untuk industri gasifikasi batubara  beserta turunannya di Indonesia.
Selain DME, Kementerian ESDM memiliki beberapa alternatif terkait  substitusi LPG, antara lain melalui jaringan gas rumah tangga hingga  penggunaan kompor listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
