<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transisi Energi, Menteri ESDM Sebut Belum Bisa Move On dari Migas</title><description>Transisi energi merupakan proses panjang yang harus dilakukan oleh negara-negara di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/320/2550227/transisi-energi-menteri-esdm-sebut-belum-bisa-move-on-dari-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/320/2550227/transisi-energi-menteri-esdm-sebut-belum-bisa-move-on-dari-migas"/><item><title>Transisi Energi, Menteri ESDM Sebut Belum Bisa Move On dari Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/320/2550227/transisi-energi-menteri-esdm-sebut-belum-bisa-move-on-dari-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/320/2550227/transisi-energi-menteri-esdm-sebut-belum-bisa-move-on-dari-migas</guid><pubDate>Minggu 20 Februari 2022 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/20/320/2550227/transisi-energi-menteri-esdm-sebut-belum-bisa-move-on-dari-migas-Csplie9cyk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transisi Energi tak bisa lepaskan Migas sepenuhnya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/20/320/2550227/transisi-energi-menteri-esdm-sebut-belum-bisa-move-on-dari-migas-Csplie9cyk.jpg</image><title>Transisi Energi tak bisa lepaskan Migas sepenuhnya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Transisi energi merupakan proses panjang yang harus dilakukan oleh negara-negara di dunia. Transisi energi bertujuan untuk menekan emisi karbon yang dapat menyebabkan perubahan iklim.
Sebagai perantara menuju NZE, energi fosil masih akan dimanfaatkan sebagai sumber energi sementara di Indonesia pada masa transisi energi.
BACA JUGA:Menko Airlangga dan World Bank Bahas Kemiskinan Ekstrem hingga Transisi Energi

&quot;Minyak dan batubara akan menjadi sumber energi perantara untuk transportasi sebelum digantikan dengan kendaraan listrik, sementara gas bumi dapat dimanfaatkan untuk energi transisi sebelum energi baru terbarukan (EBT) 100% di pembangkit listrik,&quot; ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif, dikutip Minggu (20/1/2022).
BACA JUGA:Luhut Ungkap 3 Fokus RI Transisi Energi di Presidensi G20

Nantinya, gas bumi akan berperan sebagai penopang bahan bakar pembangkit EBT yang masih intermitten dan mineral akan tetap digenjot terutama untuk proses hilirisasi. &quot;Mineral juga masih menjadi sumber pilihan utama untuk (pembuatan) baterai,&quot; jelas Arifin.
Ke depan, pemerintah tengah melakukan pengurangan penggunaan batubara sebagai sumber energi dengan menggunakan teknologi CCS/CCUS (Carbon Capture, Utilizaton and Storage), pengembangan Dimethyl Ether (DME) pengganti elpiji serta peningkatakan nilau tambah mineral melalui hilirisasi di dalam negeri.Menteri ESDM menjelaskan, emisi sektor energi Indonesia pada tahun  2021 sebesar 530 juta ton CO2e. Diperkirakan peak emisi terjadi sekitar  tahun 2039 sebesar 706 juta ton CO2e. Emisi berkurang secara signifikan  setelah tahun 2040 mengikuti selesainya kontrak pembangkit fosil.
Pada tahun 2060, emisi pada pembangkit ditargetkan nol persen  Sementara tingkat emisi 2060 pada skenario NZE masih sebesar 401 juta  ton CO2e yang berasal dari sisi demand, utamanya dari sektor industri  dan transportasi.
&quot;Saat ini Tim NZE Kementerian ESDM masih melakukan pendalaman roadmap  melalui pendetailan dari sisi suplai dan demand, serta melakukan  exercise untuk menentukan target penurunan emisi optimal dari sektor  energi pada 2060,&quot; pungkas Arifin.</description><content:encoded>JAKARTA - Transisi energi merupakan proses panjang yang harus dilakukan oleh negara-negara di dunia. Transisi energi bertujuan untuk menekan emisi karbon yang dapat menyebabkan perubahan iklim.
Sebagai perantara menuju NZE, energi fosil masih akan dimanfaatkan sebagai sumber energi sementara di Indonesia pada masa transisi energi.
BACA JUGA:Menko Airlangga dan World Bank Bahas Kemiskinan Ekstrem hingga Transisi Energi

&quot;Minyak dan batubara akan menjadi sumber energi perantara untuk transportasi sebelum digantikan dengan kendaraan listrik, sementara gas bumi dapat dimanfaatkan untuk energi transisi sebelum energi baru terbarukan (EBT) 100% di pembangkit listrik,&quot; ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif, dikutip Minggu (20/1/2022).
BACA JUGA:Luhut Ungkap 3 Fokus RI Transisi Energi di Presidensi G20

Nantinya, gas bumi akan berperan sebagai penopang bahan bakar pembangkit EBT yang masih intermitten dan mineral akan tetap digenjot terutama untuk proses hilirisasi. &quot;Mineral juga masih menjadi sumber pilihan utama untuk (pembuatan) baterai,&quot; jelas Arifin.
Ke depan, pemerintah tengah melakukan pengurangan penggunaan batubara sebagai sumber energi dengan menggunakan teknologi CCS/CCUS (Carbon Capture, Utilizaton and Storage), pengembangan Dimethyl Ether (DME) pengganti elpiji serta peningkatakan nilau tambah mineral melalui hilirisasi di dalam negeri.Menteri ESDM menjelaskan, emisi sektor energi Indonesia pada tahun  2021 sebesar 530 juta ton CO2e. Diperkirakan peak emisi terjadi sekitar  tahun 2039 sebesar 706 juta ton CO2e. Emisi berkurang secara signifikan  setelah tahun 2040 mengikuti selesainya kontrak pembangkit fosil.
Pada tahun 2060, emisi pada pembangkit ditargetkan nol persen  Sementara tingkat emisi 2060 pada skenario NZE masih sebesar 401 juta  ton CO2e yang berasal dari sisi demand, utamanya dari sektor industri  dan transportasi.
&quot;Saat ini Tim NZE Kementerian ESDM masih melakukan pendalaman roadmap  melalui pendetailan dari sisi suplai dan demand, serta melakukan  exercise untuk menentukan target penurunan emisi optimal dari sektor  energi pada 2060,&quot; pungkas Arifin.</content:encoded></item></channel></rss>
