<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh OVO Investasi Reksadana Ilegal, Ini Penjelasan Dompet Digital OVO</title><description>OVO (PT Visionet Internasional) menegaskan bahwa &amp;ldquo;OVO Investasi Reksadana&amp;rdquo; tidak memiliki kaitan sama sekali dengan OVO.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/622/2550165/heboh-ovo-investasi-reksadana-ilegal-ini-penjelasan-dompet-digital-ovo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/622/2550165/heboh-ovo-investasi-reksadana-ilegal-ini-penjelasan-dompet-digital-ovo"/><item><title>Heboh OVO Investasi Reksadana Ilegal, Ini Penjelasan Dompet Digital OVO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/622/2550165/heboh-ovo-investasi-reksadana-ilegal-ini-penjelasan-dompet-digital-ovo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/20/622/2550165/heboh-ovo-investasi-reksadana-ilegal-ini-penjelasan-dompet-digital-ovo</guid><pubDate>Minggu 20 Februari 2022 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/20/622/2550165/heboh-ovo-investasi-reksadana-ilegal-ini-penjelasan-dompet-digital-ovo-4b0abCu4sW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">OVO tegaskan tak berkaitan dengan Ovo Investasi Reksadana (Foto: Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/20/622/2550165/heboh-ovo-investasi-reksadana-ilegal-ini-penjelasan-dompet-digital-ovo-4b0abCu4sW.jpeg</image><title>OVO tegaskan tak berkaitan dengan Ovo Investasi Reksadana (Foto: Sindonews)</title></images><description>JAKARTA - OVO (PT Visionet Internasional) menegaskan bahwa &amp;ldquo;OVO Investasi Reksadana&amp;rdquo; tidak memiliki kaitan sama sekali dengan OVO. Dompet digital OVO juga menekankan OVO Investasi Reksadana tidak berkaitan engan seluruh perusahaan yang terafiliasi dengan OVO.
Sebagaimana diketahui, OVO Investasi Reksadana diungkap Satgas Waspada Investasi (SWI) sebagai akun grup Telegram palsu.
BACA JUGA:Namanya Mirip, OVO Finance Bikin Masyarakat Gagal Paham

Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra menyatakan, kanal Telegram resmi OVO hanya ada satu dengan nama: &amp;ldquo;Komunitas Tim OVO&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Kami menegaskan bahwa akun Telegram investasi yang mengatasnamakan OVO tersebut merupakan akun palsu dan bukan bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO. Kami merasa sangat dirugikan karena nama OVO telah disalahgunakan secara ilegal dan melanggar hukum,&quot; kata dia dalam keterangannya, Minggu (20/2/2022).
BACA JUGA:Cara Top-Up OVO di M-Banking, Alfamart, dan Merchant 2021

&amp;ldquo;Kami mengucapkan terima kasih atas langkah tegas OJK, BI dan pemerintah yang terus memberantas akun-akun palsu yang berupaya menipu masyarakat luas. Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak Telegram agar akun-akun palsu yang telah memalsukan dan mencatut nama banyak perusahaan tekfin, bank, dan lembaga keuangan terkemuka lainnya ini, segera diberantas,&amp;rdquo; kata Karaniya.Beberapa hari lalu, Satgas Waspada Investasi telah menutup 21 entitas  yang melakukan kegiatan ilegal berkedok investasi. Oknum-oknum yang  tidak bertanggung jawab tersebut memalsukan nama sejumlah perusahaan  termasuk OVO dan Mandiri Investasi.
&amp;ldquo;Harapan kami, pihak berwajib dapat segera menindak para pelakunya  sehingga masyarakat terhindar dari penipuan. Kami juga berterima
kasih atas klarifikasi dan penegasan dari SWI kepada media bahwa &amp;lsquo;OVO  Investasi Reksadana&amp;rsquo; tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan OVO;  untuk menghindari kebingungan di masyarakat,&amp;rdquo; kata Karaniya.</description><content:encoded>JAKARTA - OVO (PT Visionet Internasional) menegaskan bahwa &amp;ldquo;OVO Investasi Reksadana&amp;rdquo; tidak memiliki kaitan sama sekali dengan OVO. Dompet digital OVO juga menekankan OVO Investasi Reksadana tidak berkaitan engan seluruh perusahaan yang terafiliasi dengan OVO.
Sebagaimana diketahui, OVO Investasi Reksadana diungkap Satgas Waspada Investasi (SWI) sebagai akun grup Telegram palsu.
BACA JUGA:Namanya Mirip, OVO Finance Bikin Masyarakat Gagal Paham

Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra menyatakan, kanal Telegram resmi OVO hanya ada satu dengan nama: &amp;ldquo;Komunitas Tim OVO&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Kami menegaskan bahwa akun Telegram investasi yang mengatasnamakan OVO tersebut merupakan akun palsu dan bukan bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO. Kami merasa sangat dirugikan karena nama OVO telah disalahgunakan secara ilegal dan melanggar hukum,&quot; kata dia dalam keterangannya, Minggu (20/2/2022).
BACA JUGA:Cara Top-Up OVO di M-Banking, Alfamart, dan Merchant 2021

&amp;ldquo;Kami mengucapkan terima kasih atas langkah tegas OJK, BI dan pemerintah yang terus memberantas akun-akun palsu yang berupaya menipu masyarakat luas. Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak Telegram agar akun-akun palsu yang telah memalsukan dan mencatut nama banyak perusahaan tekfin, bank, dan lembaga keuangan terkemuka lainnya ini, segera diberantas,&amp;rdquo; kata Karaniya.Beberapa hari lalu, Satgas Waspada Investasi telah menutup 21 entitas  yang melakukan kegiatan ilegal berkedok investasi. Oknum-oknum yang  tidak bertanggung jawab tersebut memalsukan nama sejumlah perusahaan  termasuk OVO dan Mandiri Investasi.
&amp;ldquo;Harapan kami, pihak berwajib dapat segera menindak para pelakunya  sehingga masyarakat terhindar dari penipuan. Kami juga berterima
kasih atas klarifikasi dan penegasan dari SWI kepada media bahwa &amp;lsquo;OVO  Investasi Reksadana&amp;rsquo; tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan OVO;  untuk menghindari kebingungan di masyarakat,&amp;rdquo; kata Karaniya.</content:encoded></item></channel></rss>
