<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terdampak Covid-19, Bisnis Logistik dan Ekspedisi Anjlok 32% di 2020</title><description>Bisnis logistik dan ekspedisi anjlok sepanjang tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550496/terdampak-covid-19-bisnis-logistik-dan-ekspedisi-anjlok-32-di-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550496/terdampak-covid-19-bisnis-logistik-dan-ekspedisi-anjlok-32-di-2020"/><item><title>Terdampak Covid-19, Bisnis Logistik dan Ekspedisi Anjlok 32% di 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550496/terdampak-covid-19-bisnis-logistik-dan-ekspedisi-anjlok-32-di-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550496/terdampak-covid-19-bisnis-logistik-dan-ekspedisi-anjlok-32-di-2020</guid><pubDate>Senin 21 Februari 2022 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/21/320/2550496/terdampak-covid-19-bisnis-logistik-dan-ekspedisi-anjlok-32-di-2020-3k22w8fhVo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bisnis logistik terdampak pandemi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/21/320/2550496/terdampak-covid-19-bisnis-logistik-dan-ekspedisi-anjlok-32-di-2020-3k22w8fhVo.jpg</image><title>Bisnis logistik terdampak pandemi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Bisnis logistik dan ekspedisi anjlok sepanjang tahun 2020. Asosiasi Logitsik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menegaskan bahwa kegiatan Investasi di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021 di masa pandemi sangat berdampak terhadap jasa logistik.
BACA JUGA:Biaya Logistik Tinggi, Luhut Tak Ingin Indonesia Jadi Feeder Angkutan Laut

&amp;ldquo;Kalau kita mengacu pada tahun 2020, memang di bidang transportasi atau logistik ini salah satu yang terkoreksi -32% dan itu terpanjang terdalam sepanjang sejarah tapi kita pahami tidak ada satu negara pun yang berpengalaman dalam menghadapi kondisi pada saat pandemi awal covid-19 saat itu,&amp;rdquo; kata Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan  dalam program Market Review IDX channel, Senin (21/2/2022).

BACA JUGA:Erick Thohir Rombak Direksi-Komisaris BGR Logistik, Ini Susunan Terbarunya


Selama pandemi, dia mengatakan, masyarakat mulai beralih memanfaatkan platform e-commerce dalam memenuhi kebutuhannya dan pihaknya telah melakukan sejumlah penyesuaian di berbagai lini.
&amp;ldquo;Tapi ada indikator, di tahun 2020 meski terkoreksi dan tahun 2021 kita melihat dua indikator yaitu pertumbuhan ekonomi kita dan yang kedua adalah bagaimana pertumbuhan itu dapat terjadi karena faktor konsumsi belanja masyarakat dan investasi,&amp;rdquo; urainya.Dari data tersebut, Alfi menilai  investasi dapat terus meningkat dan  tumbuh di tahun 2021 dan tahun 2022 dan sesuai dengan  apa yang telah  ditargetkan pemerintah dan Indonesia kembali  mengalami pertumbuhan  cukup baik.
&amp;ldquo;Indikator ini yang membuat dan mendorong kembali di tahun 2021  khususnya investasi sehingga mendorong kembali sektor logistik di  Indonesia yang dialami kami ALFI. Kita patut bersyukur jika di banding  China dan Jepang dan lainnya,&amp;rdquo;tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Bisnis logistik dan ekspedisi anjlok sepanjang tahun 2020. Asosiasi Logitsik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menegaskan bahwa kegiatan Investasi di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021 di masa pandemi sangat berdampak terhadap jasa logistik.
BACA JUGA:Biaya Logistik Tinggi, Luhut Tak Ingin Indonesia Jadi Feeder Angkutan Laut

&amp;ldquo;Kalau kita mengacu pada tahun 2020, memang di bidang transportasi atau logistik ini salah satu yang terkoreksi -32% dan itu terpanjang terdalam sepanjang sejarah tapi kita pahami tidak ada satu negara pun yang berpengalaman dalam menghadapi kondisi pada saat pandemi awal covid-19 saat itu,&amp;rdquo; kata Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan  dalam program Market Review IDX channel, Senin (21/2/2022).

BACA JUGA:Erick Thohir Rombak Direksi-Komisaris BGR Logistik, Ini Susunan Terbarunya


Selama pandemi, dia mengatakan, masyarakat mulai beralih memanfaatkan platform e-commerce dalam memenuhi kebutuhannya dan pihaknya telah melakukan sejumlah penyesuaian di berbagai lini.
&amp;ldquo;Tapi ada indikator, di tahun 2020 meski terkoreksi dan tahun 2021 kita melihat dua indikator yaitu pertumbuhan ekonomi kita dan yang kedua adalah bagaimana pertumbuhan itu dapat terjadi karena faktor konsumsi belanja masyarakat dan investasi,&amp;rdquo; urainya.Dari data tersebut, Alfi menilai  investasi dapat terus meningkat dan  tumbuh di tahun 2021 dan tahun 2022 dan sesuai dengan  apa yang telah  ditargetkan pemerintah dan Indonesia kembali  mengalami pertumbuhan  cukup baik.
&amp;ldquo;Indikator ini yang membuat dan mendorong kembali di tahun 2021  khususnya investasi sehingga mendorong kembali sektor logistik di  Indonesia yang dialami kami ALFI. Kita patut bersyukur jika di banding  China dan Jepang dan lainnya,&amp;rdquo;tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
