<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mogok Produksi, Pedagang Tahu Tempe Jualan Daun Pisang</title><description>Pengrajin tahu tempe mogok produksi karena mahalnya harga kedelai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550509/mogok-produksi-pedagang-tahu-tempe-jualan-daun-pisang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550509/mogok-produksi-pedagang-tahu-tempe-jualan-daun-pisang"/><item><title>Mogok Produksi, Pedagang Tahu Tempe Jualan Daun Pisang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550509/mogok-produksi-pedagang-tahu-tempe-jualan-daun-pisang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550509/mogok-produksi-pedagang-tahu-tempe-jualan-daun-pisang</guid><pubDate>Senin 21 Februari 2022 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/21/320/2550509/mogok-produksi-pedagang-tahu-tempe-jualan-daun-pisang-JYN4unFgoB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang tempe beralih berjualan daun pisang (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/21/320/2550509/mogok-produksi-pedagang-tahu-tempe-jualan-daun-pisang-JYN4unFgoB.jpg</image><title>Pedagang tempe beralih berjualan daun pisang (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengrajin tahu tempe mogok produksi karena mahalnya harga kedelai. Para produsen tahu tempa mogok produksi untuk beberapa hari ke depan.
Salah satu pedagang produk olahan kedelai bernama Zaki (28) mengaku sudah tidak berjualan tempe maupun tahu. Setidaknya hingga selesai masa mogok produksi tempe dan tahu.
BACA JUGA:Mogok Produksi, Tahu Tempe Langsung Langka di Pasar

&quot;Biasanya berjualan, hari ini libur, karena kacang kedelainya naik, sudah hampir 3 bulan malah,&quot; ujar Zaki kepada MNC Portal, Senin (21/2/2022).
Zaki sendiri merupakan pedagang yang spesifik hanya menjual tempe dan tahu di Pasar Gardu, Jakarta Timur. Namun ketika para produsen produk olahan kedelai ini mogok produksi, praktis Zaki haru mencari sumber pemasukan baru.
BACA JUGA:Pedagang Tahu Tempe Mogok Produksi Imbas Kedelai Mahal: Istirahat Dulu Daripada Modal Habis

Zaki menjelaskan saat ini hingga setidaknya selesai masa mogok produksi tempe dan tahu, dirinya berjualan daun pisang untuk menutup pendapatan hariannya ketika tidak berjualan tempe dan tahu.
&quot;Sekarang berjualan daun (pisang), sudah itu saja,&quot; sambung Zaki.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yMS8xLzE0NTIxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Zaki berharap dengan adanya mogok produksi yang dilakukan ini dapat  mengetuk pemerintah untuk segera mengambil tindakan menstabilkan harga  kedelai yang menjadi bahan utama pembuatan tahu dan tempe.
&quot;Harapannya berubah harga, biar harga kacangnya turun juga lah, normal lagi,&quot; tutur Zaki.
Pedagang lain asal Jakarta Timur, Zumiatun (60) mengatakan sengaja  tidak menjual tempe dan tahu untuk saat ini. Alasannya untuk  mengeluarkan modal yang lebih besar, di tengah kondisi pasar yang belum  cukup pulih, terutama untuk serapan produk tempe dan tahu.
&quot;Saya sebetulnya tidak mau mogok, saya istirahat dulu saja deh, dari pada modal ku habis, harganya mahal,&quot; pungkas Zumiatun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengrajin tahu tempe mogok produksi karena mahalnya harga kedelai. Para produsen tahu tempa mogok produksi untuk beberapa hari ke depan.
Salah satu pedagang produk olahan kedelai bernama Zaki (28) mengaku sudah tidak berjualan tempe maupun tahu. Setidaknya hingga selesai masa mogok produksi tempe dan tahu.
BACA JUGA:Mogok Produksi, Tahu Tempe Langsung Langka di Pasar

&quot;Biasanya berjualan, hari ini libur, karena kacang kedelainya naik, sudah hampir 3 bulan malah,&quot; ujar Zaki kepada MNC Portal, Senin (21/2/2022).
Zaki sendiri merupakan pedagang yang spesifik hanya menjual tempe dan tahu di Pasar Gardu, Jakarta Timur. Namun ketika para produsen produk olahan kedelai ini mogok produksi, praktis Zaki haru mencari sumber pemasukan baru.
BACA JUGA:Pedagang Tahu Tempe Mogok Produksi Imbas Kedelai Mahal: Istirahat Dulu Daripada Modal Habis

Zaki menjelaskan saat ini hingga setidaknya selesai masa mogok produksi tempe dan tahu, dirinya berjualan daun pisang untuk menutup pendapatan hariannya ketika tidak berjualan tempe dan tahu.
&quot;Sekarang berjualan daun (pisang), sudah itu saja,&quot; sambung Zaki.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yMS8xLzE0NTIxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Zaki berharap dengan adanya mogok produksi yang dilakukan ini dapat  mengetuk pemerintah untuk segera mengambil tindakan menstabilkan harga  kedelai yang menjadi bahan utama pembuatan tahu dan tempe.
&quot;Harapannya berubah harga, biar harga kacangnya turun juga lah, normal lagi,&quot; tutur Zaki.
Pedagang lain asal Jakarta Timur, Zumiatun (60) mengatakan sengaja  tidak menjual tempe dan tahu untuk saat ini. Alasannya untuk  mengeluarkan modal yang lebih besar, di tengah kondisi pasar yang belum  cukup pulih, terutama untuk serapan produk tempe dan tahu.
&quot;Saya sebetulnya tidak mau mogok, saya istirahat dulu saja deh, dari pada modal ku habis, harganya mahal,&quot; pungkas Zumiatun.</content:encoded></item></channel></rss>
