<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Meningkat, Jokowi Minta Vaksin Booster Dipercepat</title><description>Jokowi mendorong agar para lansia, komorbid, dan yang belum divaksin harus segera diprioritaskan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550678/kasus-covid-19-meningkat-jokowi-minta-vaksin-booster-dipercepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550678/kasus-covid-19-meningkat-jokowi-minta-vaksin-booster-dipercepat"/><item><title>Kasus Covid-19 Meningkat, Jokowi Minta Vaksin Booster Dipercepat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550678/kasus-covid-19-meningkat-jokowi-minta-vaksin-booster-dipercepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/21/320/2550678/kasus-covid-19-meningkat-jokowi-minta-vaksin-booster-dipercepat</guid><pubDate>Senin 21 Februari 2022 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/21/320/2550678/kasus-covid-19-meningkat-jokowi-minta-vaksin-booster-dipercepat-dA246Wi5Z3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/21/320/2550678/kasus-covid-19-meningkat-jokowi-minta-vaksin-booster-dipercepat-dA246Wi5Z3.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong agar para lansia, komorbid, dan yang belum divaksin harus segera diprioritaskan, juga diberikan screening awal di rumah-rumah sakit.
Jokowi juga meminta agar telemedicine berjalan, dan disiapkan obat, baik oleh Pemda maupun di apotek-apotek. Tentunya, tak lupa peningkatan disiplin prokes dan percepatan vaksinasi diseluruh daerah, terlebih dengan kenaikan kasus aktif Covid-19 di luar Jawa-Bali.
BACA JUGA:Jokowi Minta Bansos PKH hingga BLT Cair Sebelum Akhir Bulan

&quot;Kasus di luar Jawa Bali terjadi kenaikan walau proporsi mencapai 23% dari kasus aktif nasional, yakni sebanyak 124.714 dari 536.358. Pemerintah terus memantau dan menyiapkan langkah karena ini puncaknya dalam 2-3 minggu ke depan yang perlu diantisipasi,&quot; ujar Airlangga dalam konferensi pers PPKM di Jakarta, Senin (21/2/2022).
Kemudian, terkait kasus bed occupancy rate (BOR) yang tinggi, dan kasus di atas 10 ribu, di Sumut BOR 31% dengan konversi 19%, Sulsel BOR 30% dengan konversi 16%, dan Kaltim BOR 29% konversi 23%.
&quot;Meski meningkat, ketersediaan RS masih terkendali. Secara nasional 38% namun luar Jawa Bali kurang dari 30% kecuali Sumsel, Sulut, Sulteng, Bengkulu, Lampung, Kalsel, dan Sumut yang antara 31-35%, yang tinggi di Sumsel 46%,&quot; tambah Airlangga.
BACA JUGA:Intip Sumber Kekayaan Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional Pilihan Jokowi

Dari jumlah isolasi terpusat yang tersedia, menurut Airlangga jumlahnya bisa ditingkatkan. &quot;Sekarang tersedia 29.723 tempat tidur, bisa dinaikkan jadi 48.799. Dari 29 ribu yang tersedia baru terisi 5,89%,&quot; ucapnya.Terkait vaksinasi, untuk dosis pertama masih ada 3 provinsi yang di bawah 70%, yakni Maluku, Papua Barat, dan Papua. Untuk dosis kedua yang berada di bawah 50% adalah Kalsel, Sultra, Sulteng, Sulbar, Maluku Utara, Aceh, Papua Barat, Maluku, dan Papua.
&quot;Terkait vaksin booster, di seluruh provinsi luar Jawa Bali masih di bawah 10% dan capaian lansia masih ada 7 provinsi yang di bawah 60%, di mana untuk dosis kedua ada 25% yang di bawah 60%. Berdasarkan arahan Presiden Jokowi, dosis kedua dan lansia dipercepat ini jadi indikator penting,&quot; tukas Airlangga.



</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong agar para lansia, komorbid, dan yang belum divaksin harus segera diprioritaskan, juga diberikan screening awal di rumah-rumah sakit.
Jokowi juga meminta agar telemedicine berjalan, dan disiapkan obat, baik oleh Pemda maupun di apotek-apotek. Tentunya, tak lupa peningkatan disiplin prokes dan percepatan vaksinasi diseluruh daerah, terlebih dengan kenaikan kasus aktif Covid-19 di luar Jawa-Bali.
BACA JUGA:Jokowi Minta Bansos PKH hingga BLT Cair Sebelum Akhir Bulan

&quot;Kasus di luar Jawa Bali terjadi kenaikan walau proporsi mencapai 23% dari kasus aktif nasional, yakni sebanyak 124.714 dari 536.358. Pemerintah terus memantau dan menyiapkan langkah karena ini puncaknya dalam 2-3 minggu ke depan yang perlu diantisipasi,&quot; ujar Airlangga dalam konferensi pers PPKM di Jakarta, Senin (21/2/2022).
Kemudian, terkait kasus bed occupancy rate (BOR) yang tinggi, dan kasus di atas 10 ribu, di Sumut BOR 31% dengan konversi 19%, Sulsel BOR 30% dengan konversi 16%, dan Kaltim BOR 29% konversi 23%.
&quot;Meski meningkat, ketersediaan RS masih terkendali. Secara nasional 38% namun luar Jawa Bali kurang dari 30% kecuali Sumsel, Sulut, Sulteng, Bengkulu, Lampung, Kalsel, dan Sumut yang antara 31-35%, yang tinggi di Sumsel 46%,&quot; tambah Airlangga.
BACA JUGA:Intip Sumber Kekayaan Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional Pilihan Jokowi

Dari jumlah isolasi terpusat yang tersedia, menurut Airlangga jumlahnya bisa ditingkatkan. &quot;Sekarang tersedia 29.723 tempat tidur, bisa dinaikkan jadi 48.799. Dari 29 ribu yang tersedia baru terisi 5,89%,&quot; ucapnya.Terkait vaksinasi, untuk dosis pertama masih ada 3 provinsi yang di bawah 70%, yakni Maluku, Papua Barat, dan Papua. Untuk dosis kedua yang berada di bawah 50% adalah Kalsel, Sultra, Sulteng, Sulbar, Maluku Utara, Aceh, Papua Barat, Maluku, dan Papua.
&quot;Terkait vaksin booster, di seluruh provinsi luar Jawa Bali masih di bawah 10% dan capaian lansia masih ada 7 provinsi yang di bawah 60%, di mana untuk dosis kedua ada 25% yang di bawah 60%. Berdasarkan arahan Presiden Jokowi, dosis kedua dan lansia dipercepat ini jadi indikator penting,&quot; tukas Airlangga.



</content:encoded></item></channel></rss>
