<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Terungkap! Kedelai Impor Langka, Ternyata yang Lokal Lebih Tinggi Gizinya</title><description>Harga kedelai impor naik karena stoknya langka di pasaran. Namun  ternyata, gizi kedelai lokal lebih tinggi dibandingkan kedelai impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551089/fakta-terungkap-kedelai-impor-langka-ternyata-yang-lokal-lebih-tinggi-gizinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551089/fakta-terungkap-kedelai-impor-langka-ternyata-yang-lokal-lebih-tinggi-gizinya"/><item><title>Fakta Terungkap! Kedelai Impor Langka, Ternyata yang Lokal Lebih Tinggi Gizinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551089/fakta-terungkap-kedelai-impor-langka-ternyata-yang-lokal-lebih-tinggi-gizinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551089/fakta-terungkap-kedelai-impor-langka-ternyata-yang-lokal-lebih-tinggi-gizinya</guid><pubDate>Selasa 22 Februari 2022 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/22/320/2551089/fakta-terungkap-kedelai-impor-langka-ternyata-yang-lokal-lebih-tinggi-gizinya-6pYz3DJfT3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gizi kedelai lokal lebih tinggi dibanding kedelai impor (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/22/320/2551089/fakta-terungkap-kedelai-impor-langka-ternyata-yang-lokal-lebih-tinggi-gizinya-6pYz3DJfT3.jpg</image><title>Gizi kedelai lokal lebih tinggi dibanding kedelai impor (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga kedelai impor naik karena stoknya langka di pasaran. Namun ternyata, gizi kedelai lokal lebih tinggi dibandingkan kedelai impor.
Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian (Kementan) Yuris Tiyanto mengungkapkan kedelai lokal memiliki dua kelebihan dibandingkan dengan kedelai impor yaitu kandungan gizi yang lebih tinggi dan organik.
BACA JUGA:Kedelai Impor Langka, Kementan Target Produksi Lokal 1 Juta Ton

&quot;Memang betul kalau kedelai kita itu kandungan gizinya tinggi. Yang kedua kita non-GMO (Genetically Modified Organis), itu non-transgenik. Kedelai luar itu kan GMO, ini yang tidak banyak diceritakan,&quot; kata Yuris, Selasa (22/2/2022).
Yuris menjelaskan GMO atau transgenik adalah rekayasa genetik yang dilakukan pada suatu tanaman untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Sementara produk kedelai lokal seluruhnya organik.
&quot;Transgenik itu ada rekayasa genetika, tapi kalau kedelai kita tidak ada rekayasa genetik, organik. Menurut saya itu lebih sehat sebetulnya,&quot; kata Yuris.
BACA JUGA:Penyebab Kedelai Lokal Tak Diminati Pengrajin Tahu Tempe

Dia menyebut bahwa kandungan gizi yaitu protein yang lebih tinggi dan metode penanaman yang organik membuat kedelai lokal memiliki rasa yang lebih enak dibandingkan dengan kedelai impor.
Yuris mengungkapkan bahwa itulah yang menjadi alasan mengapa rasa tempe dan tahu di sentra produksi kedelai seperti Jawa Tengah memiliki rasa yang lebih gurih dibandingkan tahu dan tempe yang diproduksi dari kedelai impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yMS8xLzE0NTIyMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain kelebihan tersebut, Yuris mengatakan kedelai lokal juga  memiliki kelemahan yaitu hasil panen yang tidak terstandar. Dia mengakui  bahwa banyak petani kedelai yang memanen kedelai yang masih hijau  sehingga produk akhirnya bercampur antara kedelai yang hijau dan kuning.
Yuris mengungkapkan bahwa tren produksi kedelai di Indonesia terus  menurun dari tahun ke tahun. Dia menyebut menurunnya produksi tersebut  dikarenakan banyak petani kedelai yang beralih ke komoditas lain yang  dinilai lebih menguntungkan ketimbang menanam kedelai.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga kedelai impor naik karena stoknya langka di pasaran. Namun ternyata, gizi kedelai lokal lebih tinggi dibandingkan kedelai impor.
Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian (Kementan) Yuris Tiyanto mengungkapkan kedelai lokal memiliki dua kelebihan dibandingkan dengan kedelai impor yaitu kandungan gizi yang lebih tinggi dan organik.
BACA JUGA:Kedelai Impor Langka, Kementan Target Produksi Lokal 1 Juta Ton

&quot;Memang betul kalau kedelai kita itu kandungan gizinya tinggi. Yang kedua kita non-GMO (Genetically Modified Organis), itu non-transgenik. Kedelai luar itu kan GMO, ini yang tidak banyak diceritakan,&quot; kata Yuris, Selasa (22/2/2022).
Yuris menjelaskan GMO atau transgenik adalah rekayasa genetik yang dilakukan pada suatu tanaman untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Sementara produk kedelai lokal seluruhnya organik.
&quot;Transgenik itu ada rekayasa genetika, tapi kalau kedelai kita tidak ada rekayasa genetik, organik. Menurut saya itu lebih sehat sebetulnya,&quot; kata Yuris.
BACA JUGA:Penyebab Kedelai Lokal Tak Diminati Pengrajin Tahu Tempe

Dia menyebut bahwa kandungan gizi yaitu protein yang lebih tinggi dan metode penanaman yang organik membuat kedelai lokal memiliki rasa yang lebih enak dibandingkan dengan kedelai impor.
Yuris mengungkapkan bahwa itulah yang menjadi alasan mengapa rasa tempe dan tahu di sentra produksi kedelai seperti Jawa Tengah memiliki rasa yang lebih gurih dibandingkan tahu dan tempe yang diproduksi dari kedelai impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yMS8xLzE0NTIyMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain kelebihan tersebut, Yuris mengatakan kedelai lokal juga  memiliki kelemahan yaitu hasil panen yang tidak terstandar. Dia mengakui  bahwa banyak petani kedelai yang memanen kedelai yang masih hijau  sehingga produk akhirnya bercampur antara kedelai yang hijau dan kuning.
Yuris mengungkapkan bahwa tren produksi kedelai di Indonesia terus  menurun dari tahun ke tahun. Dia menyebut menurunnya produksi tersebut  dikarenakan banyak petani kedelai yang beralih ke komoditas lain yang  dinilai lebih menguntungkan ketimbang menanam kedelai.</content:encoded></item></channel></rss>
