<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hore! Pelaku Industri Ramah Lingkungan Bakal Diguyur Insentif dari Sri Mulyani</title><description>Wimboh Santoso menyatakan bahwa Indonesia memiliki komitmen penuh untuk mengembangkan ekonomi hijau.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551230/hore-pelaku-industri-ramah-lingkungan-bakal-diguyur-insentif-dari-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551230/hore-pelaku-industri-ramah-lingkungan-bakal-diguyur-insentif-dari-sri-mulyani"/><item><title>Hore! Pelaku Industri Ramah Lingkungan Bakal Diguyur Insentif dari Sri Mulyani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551230/hore-pelaku-industri-ramah-lingkungan-bakal-diguyur-insentif-dari-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551230/hore-pelaku-industri-ramah-lingkungan-bakal-diguyur-insentif-dari-sri-mulyani</guid><pubDate>Selasa 22 Februari 2022 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/22/320/2551230/hore-pelaku-industri-ramah-lingkungan-bakal-diguyur-insentif-dari-sri-mulyani-zN1jlsjtL4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/22/320/2551230/hore-pelaku-industri-ramah-lingkungan-bakal-diguyur-insentif-dari-sri-mulyani-zN1jlsjtL4.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan bahwa Indonesia memiliki komitmen penuh untuk mengembangkan ekonomi hijau sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di masa mendatang, terutama masa-masa pandemi Covid-19.
Menurut dia pandemi sudah melanda selama dua tahun dan berimbas pada perlambatan yang luar biasa terhadap ekonomi Indonesia dan dunia, yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
&quot;Dari pandemi tahun 2020, kita belum tahu betul akan sampai sejauh mana, hanya saja kita sadar ini (dampaknya) akan dalam,&quot; ujar Wimboh dalam Webinar Green Economy Outlook 2022 di Jakarta, Selasa (22/2/2022).
BACA JUGA:RI Butuh Rp3.461 Triliun Turunkan Emisi Karbon, Sri Mulyani Punya Uang?

Sehingga, pemerintah melakukan berbagai kebijakan yang pre-emptive, forward looking, dan kolaborasi sinergi seluruh pemangku kepentingan. Bukan hanya kebijakan ekonomi, tapi juga kebijakan menangani pandemi dari segi kesehatan.
&quot;Itu yang dilakukan bersama-sama oleh pemerintah, seperti mitra kami Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Bank Indonesia, LPS, dan OJK,&quot; ungkapnya.
Demi mendukung perkembangan ekonomi hijau, Wimboh pun menuturkan bahwa pelaku industri yang termasuk dalam sektor taksonomi hijau akan memperoleh insentif dari pemerintah, salah satunya dari sisi fiskal.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Semangat Indonesia Turunkan Emisi Karbon Luar Biasa

&quot;Salah satu sektor yang akan memperoleh fasilitas itu antara lain perusahaan yang bergerak di industri kendaraan listrik. Ini senada dengan Bu Menkeu yang sedang menyiapkan insentif fiskal untuk sektor-sektor yang ramah lingkungan,&quot; tambah Wimboh.Insentif ini kemudian akan diberikan dari hulu hingga ke hilir. Ditambah lagi, fasilitas pemberian kredit di sektor hijau tersebut akan mendapatkan bunga lebih murah dari kredit pada umumnya.
&quot;Pabrik baterai diberi insentif pajak. Kredit modal kerja dealer, penjualan bisa dapat insentif, ini masih dalam penggodokan. Kita dorong untuk semua pengusaha dapat insentif yang tergolong dalam taksonomi hijau,&quot; ucap Wimboh.
Selain kendaraan listrik, sambung dia, sektor lainnya yang akan memperoleh insentif adalah di sektor perkebunan dan perikanan. &quot;Sementara itu, untuk sektor yang belum masuk kategori hijau, justru akan memperoleh disinsentif,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan bahwa Indonesia memiliki komitmen penuh untuk mengembangkan ekonomi hijau sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di masa mendatang, terutama masa-masa pandemi Covid-19.
Menurut dia pandemi sudah melanda selama dua tahun dan berimbas pada perlambatan yang luar biasa terhadap ekonomi Indonesia dan dunia, yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
&quot;Dari pandemi tahun 2020, kita belum tahu betul akan sampai sejauh mana, hanya saja kita sadar ini (dampaknya) akan dalam,&quot; ujar Wimboh dalam Webinar Green Economy Outlook 2022 di Jakarta, Selasa (22/2/2022).
BACA JUGA:RI Butuh Rp3.461 Triliun Turunkan Emisi Karbon, Sri Mulyani Punya Uang?

Sehingga, pemerintah melakukan berbagai kebijakan yang pre-emptive, forward looking, dan kolaborasi sinergi seluruh pemangku kepentingan. Bukan hanya kebijakan ekonomi, tapi juga kebijakan menangani pandemi dari segi kesehatan.
&quot;Itu yang dilakukan bersama-sama oleh pemerintah, seperti mitra kami Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Bank Indonesia, LPS, dan OJK,&quot; ungkapnya.
Demi mendukung perkembangan ekonomi hijau, Wimboh pun menuturkan bahwa pelaku industri yang termasuk dalam sektor taksonomi hijau akan memperoleh insentif dari pemerintah, salah satunya dari sisi fiskal.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Semangat Indonesia Turunkan Emisi Karbon Luar Biasa

&quot;Salah satu sektor yang akan memperoleh fasilitas itu antara lain perusahaan yang bergerak di industri kendaraan listrik. Ini senada dengan Bu Menkeu yang sedang menyiapkan insentif fiskal untuk sektor-sektor yang ramah lingkungan,&quot; tambah Wimboh.Insentif ini kemudian akan diberikan dari hulu hingga ke hilir. Ditambah lagi, fasilitas pemberian kredit di sektor hijau tersebut akan mendapatkan bunga lebih murah dari kredit pada umumnya.
&quot;Pabrik baterai diberi insentif pajak. Kredit modal kerja dealer, penjualan bisa dapat insentif, ini masih dalam penggodokan. Kita dorong untuk semua pengusaha dapat insentif yang tergolong dalam taksonomi hijau,&quot; ucap Wimboh.
Selain kendaraan listrik, sambung dia, sektor lainnya yang akan memperoleh insentif adalah di sektor perkebunan dan perikanan. &quot;Sementara itu, untuk sektor yang belum masuk kategori hijau, justru akan memperoleh disinsentif,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
