<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tahu Tempe Gigit Jari! Keuntungan Turun 50%</title><description>Harga kedelai yang mahal menggerus keuntungan pengrajin tahu tempe.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551262/harga-kedelai-mahal-pengrajin-tahu-tempe-gigit-jari-keuntungan-turun-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551262/harga-kedelai-mahal-pengrajin-tahu-tempe-gigit-jari-keuntungan-turun-50"/><item><title>Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tahu Tempe Gigit Jari! Keuntungan Turun 50%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551262/harga-kedelai-mahal-pengrajin-tahu-tempe-gigit-jari-keuntungan-turun-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551262/harga-kedelai-mahal-pengrajin-tahu-tempe-gigit-jari-keuntungan-turun-50</guid><pubDate>Selasa 22 Februari 2022 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/22/320/2551262/harga-kedelai-mahal-pengrajin-tahu-tempe-gigit-jari-keuntungan-turun-50-cdIayZqdJC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga kedelai mahal bikin pengrajin rugi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/22/320/2551262/harga-kedelai-mahal-pengrajin-tahu-tempe-gigit-jari-keuntungan-turun-50-cdIayZqdJC.jpg</image><title>Harga kedelai mahal bikin pengrajin rugi (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga kedelai yang mahal menggerus keuntungan pengrajin tahu tempe.  Sejumlah perajin tahu di beberapa daerah mengaku mengalami penurunan keuntungan hingga hampir 50 persen.
Salah satu perajin dari UD Alam Jaya di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Adi di Sukoharjo, Selasa mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak satu tahun yang lalu. Ia mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap.
BACA JUGA:Indonesia Butuh Lahan 1 Juta Hektare agar Tak Ketergantungan Kedelai Impor

&quot;Naiknya nggak langsung, pelan-pelan, dari Rp7.500/kg terus naik jadi Rp11.000/kg sekarang,&quot; katanya, Selasa (22/2/2022).
Dia mengatakan untuk bahan baku kedelai dibelinya dari toko yang biasanya mendatangkan barang dari Semarang. Menurut dia, harga dari distributor di Semarang sendiri sudah naik sehingga berdampak pada harga yang tinggi di tingkat konsumen.
&quot;Ini harga yang paling tinggi,&quot; katanya.
BACA JUGA:Fakta Terungkap! Kedelai Impor Langka, Ternyata yang Lokal Lebih Tinggi Gizinya

Untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku tersebut, ia mengaku cukup kesulitan. Menurut dia, jika harga jual tahu ikut dinaikkan maka pedagang yang biasa disetori tidak mau menerima karena mengaku kesulitan menjual. Oleh karena itu, dia menyiasati dengan memperkecil potongan tahu.
Sementara itu, dikatakannya, pada produksinya untuk 5 kg kedelai bisa menghasilkan dua papan tahu berukuran besar. Jika dirupiahkan, untuk satu papan tahu tersebut seharga Rp70.000.
&quot;Kalau harga kedelai Rp11.000/kg kan jadinya Rp55.000, terus ongkos produksi Rp10.000, belum plastiknya, belum ongkos transportasinya. Jadi kami akhirnya menyiasati dengan potongan itu,&quot; katanya.Bahkan, dikatakannya, jika kualitas kedelai tidak terlalu bagus maka  kedelai yang dibutuhkan juga akan makin banyak, yakni jika seharusnya  cukup membutuhkan 5 kg kedelai jadi 6 kg kedelai.
Perajin lain yang ada di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo  Diman juga mengaku mengalami penurunan keuntungan. Bahkan, ia mengaku  jika biasanya butuh 1,5 kuintal kedelai/hari, sejak harga naik untuk  kebutuhan bahan bakunya turun menjadi 1 kuintal/hari.
Dari 1 kuintal kedelai tersebut ia bisa menghasilkan sebanyak 400  potong tahu berukuran kecil atau 200 potong tahu berukuran besar.  Selanjutnya, ia bisa memperoleh keuntungan kotor sebesar Rp600.000.
&quot;Tapi buat bayar ini itu Rp500.000, hanya sisa Rp100.000 buat makan. Soalnya saya kan juga harus memberi upah pekerja,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga kedelai yang mahal menggerus keuntungan pengrajin tahu tempe.  Sejumlah perajin tahu di beberapa daerah mengaku mengalami penurunan keuntungan hingga hampir 50 persen.
Salah satu perajin dari UD Alam Jaya di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Adi di Sukoharjo, Selasa mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak satu tahun yang lalu. Ia mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap.
BACA JUGA:Indonesia Butuh Lahan 1 Juta Hektare agar Tak Ketergantungan Kedelai Impor

&quot;Naiknya nggak langsung, pelan-pelan, dari Rp7.500/kg terus naik jadi Rp11.000/kg sekarang,&quot; katanya, Selasa (22/2/2022).
Dia mengatakan untuk bahan baku kedelai dibelinya dari toko yang biasanya mendatangkan barang dari Semarang. Menurut dia, harga dari distributor di Semarang sendiri sudah naik sehingga berdampak pada harga yang tinggi di tingkat konsumen.
&quot;Ini harga yang paling tinggi,&quot; katanya.
BACA JUGA:Fakta Terungkap! Kedelai Impor Langka, Ternyata yang Lokal Lebih Tinggi Gizinya

Untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku tersebut, ia mengaku cukup kesulitan. Menurut dia, jika harga jual tahu ikut dinaikkan maka pedagang yang biasa disetori tidak mau menerima karena mengaku kesulitan menjual. Oleh karena itu, dia menyiasati dengan memperkecil potongan tahu.
Sementara itu, dikatakannya, pada produksinya untuk 5 kg kedelai bisa menghasilkan dua papan tahu berukuran besar. Jika dirupiahkan, untuk satu papan tahu tersebut seharga Rp70.000.
&quot;Kalau harga kedelai Rp11.000/kg kan jadinya Rp55.000, terus ongkos produksi Rp10.000, belum plastiknya, belum ongkos transportasinya. Jadi kami akhirnya menyiasati dengan potongan itu,&quot; katanya.Bahkan, dikatakannya, jika kualitas kedelai tidak terlalu bagus maka  kedelai yang dibutuhkan juga akan makin banyak, yakni jika seharusnya  cukup membutuhkan 5 kg kedelai jadi 6 kg kedelai.
Perajin lain yang ada di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo  Diman juga mengaku mengalami penurunan keuntungan. Bahkan, ia mengaku  jika biasanya butuh 1,5 kuintal kedelai/hari, sejak harga naik untuk  kebutuhan bahan bakunya turun menjadi 1 kuintal/hari.
Dari 1 kuintal kedelai tersebut ia bisa menghasilkan sebanyak 400  potong tahu berukuran kecil atau 200 potong tahu berukuran besar.  Selanjutnya, ia bisa memperoleh keuntungan kotor sebesar Rp600.000.
&quot;Tapi buat bayar ini itu Rp500.000, hanya sisa Rp100.000 buat makan. Soalnya saya kan juga harus memberi upah pekerja,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
