<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Mendag Korsel, Menko Airlangga Bahas Agenda Presidensi G20 Indonesia</title><description>Indonesia dan Korea Selatan mempererat hubungan bilateral khususnya dalam bidang ekonomi dan bisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551277/bertemu-mendag-korsel-menko-airlangga-bahas-agenda-presidensi-g20-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551277/bertemu-mendag-korsel-menko-airlangga-bahas-agenda-presidensi-g20-indonesia"/><item><title>Bertemu Mendag Korsel, Menko Airlangga Bahas Agenda Presidensi G20 Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551277/bertemu-mendag-korsel-menko-airlangga-bahas-agenda-presidensi-g20-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/22/320/2551277/bertemu-mendag-korsel-menko-airlangga-bahas-agenda-presidensi-g20-indonesia</guid><pubDate>Selasa 22 Februari 2022 15:47 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/22/320/2551277/bertemu-mendag-korea-menko-airlangga-bahas-agenda-presidensi-g20-indonesia-BjqWR3Ybys.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga melakukan pertemuan dengan Mendag Korsel Moon Sung Wook(Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/22/320/2551277/bertemu-mendag-korea-menko-airlangga-bahas-agenda-presidensi-g20-indonesia-BjqWR3Ybys.jpg</image><title>Menko Airlangga melakukan pertemuan dengan Mendag Korsel Moon Sung Wook(Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia dan Korea Selatan mempererat hubungan bilateral khususnya dalam bidang ekonomi dan bisnis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi (MOTIE) Korea Selatan Moon Sung Wook.
Pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama tingkat menteri dalam Joint Committee Meeting on Economic Cooperation (JCEC) Indonesia - Korsel. Menko Airlangga dan Menteri Moon juga telah menandatangani dan menyaksikan penandatanganan MoU Government to Government (G2G) sebagai bentuk deliverables pada pertemuan Tingkat Menteri JCEC. Terkait dengan Presidensi G20 Indonesia, Pemerintah Korsel juga mendukung inisiatif Indonesia dan bersama-sama akan menyukseskan agenda-agenda G20 di 2022 ini.
BACA JUGA:Perbaikan Infrastruktur Bali Dikebut Jelang Pertemuan KTT G20
&amp;ldquo;Presidensi Indonesia mendukung tema transisi energi untuk masuk dalam kelompok kerja perdagangan, investasi, dan industri. Saya berharap Pemerintah Korsel dapat mendukung hal ini. Selanjutnya, karena G20, Indonesia juga ingin mengajak Pemerintah Korsel membangun kemitraan kuat di bidang perdagangan, investasi, industri, dan yang sekarang penting yaitu bidang digital atau e-commerce,&amp;rdquo; ungkap Menko Airlangga.
Menko Airlangga menuturkan juga bahwa Indonesia sedang fokus dalam pemulihan ekonomi, terutama dalam transformasi ekonomi, agar nanti dapat keluar dari middle income trap.
BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap 6 Hasil Pembahasan G20 Finance Track di Jakarta
&amp;ldquo;Saya rasa Korsel sudah keluar dari middle income trap, dan kita bisa belajar dari mereka. Selain itu, saya juga mengapresiasi peran Pemerintah dan perusahaan-perusahaan Korsel di Indonesia dalam membantu transformasi ekonomi negara ini,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga.
Menko Airlangga dan Menteri Moon juga mengikuti acara forum bisnis Indonesia-Korsel, serta menyaksikan penandatanganan MoU Business to Business (B2B) diantaranya terkait kerja sama di bidang Electric Motorcycle, Electric Vehicle, dan Human Resources Development.&amp;ldquo;Pemerintah Korea Selatan selalu mempererat kerja sama dengan  negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia. Kerja sama dengan Indonesia  adalah sesuatu yang spesial, yaitu sejak awal terjadinya hubungan  diplomatik antara Indonesia dan Korsel pada 1973, kedua negara menjadi  mitra kerja sama yang selalu mendampingi dalam berbagai proyek  pembangunan ekonomi,&amp;rdquo; ungkap Menteri Moon.
Sebagai informasi, JCEC Indonesia - Korsel yang dilaksanakan pada  Selasa (22/02) ini, merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman  (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani pada 2018 saat  kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Korsel.
Pada forum JCEC, kedua menteri membahas dan menyepakati kerja sama  dalam berbagai bidang yang terefleksikan dalam empat Working Group yaitu  Investasi dan Perdagangan, Industri, Energi dan Sumber Daya Mineral,  serta e-commerce. Di samping pertemuan JCEC tersebut, juga dilaksanakan  pertemuan bisnis dalam acara Indonesia - Korea Business Forum antara  pengusaha Indonesia dan Korea Selatan yang diorganisir bersama oleh  KADIN Indonesia dan Korcham.Pertemuan ini merupakan implementasi riil dari hasil-hasil kerja sama   yang dirumuskan dalam forum JCEC. Hasil-hasil konkret forum JCEC ini   sangat beragam, di antaranya pembentukan Indonesia Business Cooperation   Center, kerja sama pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik,   kerja sama investasi bio-nano, kerja sama restorasi wilayah tambang di   Indonesia, kerja sama industri kapal dengan kerumitan tinggi seperti   kapal tanker dan kapal crane, dan pengembangan pusat transfer teknologi   Machine Tools Technical Center di ITB Bandung.
Selanjutnya juga diungkapkan adanya dukungan investasi Hyundai,   Posco, Lotte Chemical dan LX Energy Solution di Indonesia, pengembangan   start-up industri, industri semi-konduktor dan mobil listrik mini,  akses  produk buah terutama mangga masuk ke Korsel, kerja sama  fasilitasi  ekspor UMKM melalui e-commerce, pembentukan Indonesia -  Korea Center of  Excellence untuk kolaborasi start-up serta kerja sama  sektor  telemedicine, kerja sama proyek demonstrasi EV charging, sharing   kebijakan pada pengembangan infrastruktur smart grid dan  charging,   pengembangan hydrogen dan pembangkit listrik hydropower, serta kerja   sama pengembangan teknologi shale gas-CO2 EGR.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia dan Korea Selatan mempererat hubungan bilateral khususnya dalam bidang ekonomi dan bisnis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi (MOTIE) Korea Selatan Moon Sung Wook.
Pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama tingkat menteri dalam Joint Committee Meeting on Economic Cooperation (JCEC) Indonesia - Korsel. Menko Airlangga dan Menteri Moon juga telah menandatangani dan menyaksikan penandatanganan MoU Government to Government (G2G) sebagai bentuk deliverables pada pertemuan Tingkat Menteri JCEC. Terkait dengan Presidensi G20 Indonesia, Pemerintah Korsel juga mendukung inisiatif Indonesia dan bersama-sama akan menyukseskan agenda-agenda G20 di 2022 ini.
BACA JUGA:Perbaikan Infrastruktur Bali Dikebut Jelang Pertemuan KTT G20
&amp;ldquo;Presidensi Indonesia mendukung tema transisi energi untuk masuk dalam kelompok kerja perdagangan, investasi, dan industri. Saya berharap Pemerintah Korsel dapat mendukung hal ini. Selanjutnya, karena G20, Indonesia juga ingin mengajak Pemerintah Korsel membangun kemitraan kuat di bidang perdagangan, investasi, industri, dan yang sekarang penting yaitu bidang digital atau e-commerce,&amp;rdquo; ungkap Menko Airlangga.
Menko Airlangga menuturkan juga bahwa Indonesia sedang fokus dalam pemulihan ekonomi, terutama dalam transformasi ekonomi, agar nanti dapat keluar dari middle income trap.
BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap 6 Hasil Pembahasan G20 Finance Track di Jakarta
&amp;ldquo;Saya rasa Korsel sudah keluar dari middle income trap, dan kita bisa belajar dari mereka. Selain itu, saya juga mengapresiasi peran Pemerintah dan perusahaan-perusahaan Korsel di Indonesia dalam membantu transformasi ekonomi negara ini,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga.
Menko Airlangga dan Menteri Moon juga mengikuti acara forum bisnis Indonesia-Korsel, serta menyaksikan penandatanganan MoU Business to Business (B2B) diantaranya terkait kerja sama di bidang Electric Motorcycle, Electric Vehicle, dan Human Resources Development.&amp;ldquo;Pemerintah Korea Selatan selalu mempererat kerja sama dengan  negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia. Kerja sama dengan Indonesia  adalah sesuatu yang spesial, yaitu sejak awal terjadinya hubungan  diplomatik antara Indonesia dan Korsel pada 1973, kedua negara menjadi  mitra kerja sama yang selalu mendampingi dalam berbagai proyek  pembangunan ekonomi,&amp;rdquo; ungkap Menteri Moon.
Sebagai informasi, JCEC Indonesia - Korsel yang dilaksanakan pada  Selasa (22/02) ini, merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman  (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani pada 2018 saat  kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Korsel.
Pada forum JCEC, kedua menteri membahas dan menyepakati kerja sama  dalam berbagai bidang yang terefleksikan dalam empat Working Group yaitu  Investasi dan Perdagangan, Industri, Energi dan Sumber Daya Mineral,  serta e-commerce. Di samping pertemuan JCEC tersebut, juga dilaksanakan  pertemuan bisnis dalam acara Indonesia - Korea Business Forum antara  pengusaha Indonesia dan Korea Selatan yang diorganisir bersama oleh  KADIN Indonesia dan Korcham.Pertemuan ini merupakan implementasi riil dari hasil-hasil kerja sama   yang dirumuskan dalam forum JCEC. Hasil-hasil konkret forum JCEC ini   sangat beragam, di antaranya pembentukan Indonesia Business Cooperation   Center, kerja sama pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik,   kerja sama investasi bio-nano, kerja sama restorasi wilayah tambang di   Indonesia, kerja sama industri kapal dengan kerumitan tinggi seperti   kapal tanker dan kapal crane, dan pengembangan pusat transfer teknologi   Machine Tools Technical Center di ITB Bandung.
Selanjutnya juga diungkapkan adanya dukungan investasi Hyundai,   Posco, Lotte Chemical dan LX Energy Solution di Indonesia, pengembangan   start-up industri, industri semi-konduktor dan mobil listrik mini,  akses  produk buah terutama mangga masuk ke Korsel, kerja sama  fasilitasi  ekspor UMKM melalui e-commerce, pembentukan Indonesia -  Korea Center of  Excellence untuk kolaborasi start-up serta kerja sama  sektor  telemedicine, kerja sama proyek demonstrasi EV charging, sharing   kebijakan pada pengembangan infrastruktur smart grid dan  charging,   pengembangan hydrogen dan pembangkit listrik hydropower, serta kerja   sama pengembangan teknologi shale gas-CO2 EGR.</content:encoded></item></channel></rss>
