<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Beredar di RI Tembus Rp7.643,4 Triliun, Naik 12%</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2022 tumbuh 12,9% menjadi Rp7.643,4 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/23/320/2551804/uang-beredar-di-ri-tembus-rp7-643-4-triliun-naik-12</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/23/320/2551804/uang-beredar-di-ri-tembus-rp7-643-4-triliun-naik-12"/><item><title>Uang Beredar di RI Tembus Rp7.643,4 Triliun, Naik 12%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/23/320/2551804/uang-beredar-di-ri-tembus-rp7-643-4-triliun-naik-12</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/23/320/2551804/uang-beredar-di-ri-tembus-rp7-643-4-triliun-naik-12</guid><pubDate>Rabu 23 Februari 2022 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/23/320/2551804/uang-beredar-di-ri-tembus-rp7-643-4-triliun-naik-12-k88U1azXVZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah uang beredar meningkat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/23/320/2551804/uang-beredar-di-ri-tembus-rp7-643-4-triliun-naik-12-k88U1azXVZ.jpg</image><title>Jumlah uang beredar meningkat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2022 tumbuh 12,9% menjadi Rp7.643,4 triliun. Namun, pertumbuhan uang beredar masih lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Desember 2021 sebesar 13,9% (yoy).
BACA JUGA:Berapa Sih Uang Beredar di Indonesia? Jangan Kaget Ya! Ini Datanya
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan perkembangan M2 dipengaruhi oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 17,1% (yoy) dan uang kuasi sebesar 8,2% (yoy).
Kendati demikian, pertumbuhan M1 lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 17,9% (yoy), yang disebabkan karena perlambatan uang kartal, giro rupiah, dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu.
BACA JUGA:Wih, Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp7.572 Triliun
Peredaran uang kartal pada Januari 2022 tercatat sebesar Rp765 triliun atau tumbuh 7,4% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 9,4% (yoy), yang sejalan dengan pola historisnya yakni kembali normalnya aktivitas masyarakat pasca Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, giro rupiah tumbuh 31,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (32,4% (yoy). Namun perlambatan tersebut sedikit tertahan oleh peningkatan dana float (saldo) uang elektronik yang tercatat sebesar Rp8,3 triliun atau tumbuh 8,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 7,3% (yoy).Erwin melanjutkan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu  mencapai Rp2.073,9 triliun pada posisi laporan atau tumbuh 12,5% (yoy),  melambat dibandingkan Desember 2021 yakni tumbuh 13% (yoy).
Adapun perkembangan M2 pada Januari 2022 turut sejalan dengan  ekspansi keuangan pemerintah, akselerasi penyaluran kredit, dan  perlambatan aktiva luar negeri bersih.
Ekspansi keuangan pemerintah tercermin dari tagihan bersih kepada  Pemerintah Pusat yang tumbuh sebesar 48,1% (yoy), meningkat dibandingkan  dengan pertumbuhan bulan Desember 2021 sebesar 37,7% (yoy).
Selain itu, ia menyebutkan penyaluran kredit tumbuh sebesar 5,5%  (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya  sebesar 4,9% (yoy).
Aktiva luar negeri bersih pun juga meningkat 1,8% (yoy) seiring tetap  tingginya cadangan devisa, meski melambat dibandingkan bulan  sebelumnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2022 tumbuh 12,9% menjadi Rp7.643,4 triliun. Namun, pertumbuhan uang beredar masih lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Desember 2021 sebesar 13,9% (yoy).
BACA JUGA:Berapa Sih Uang Beredar di Indonesia? Jangan Kaget Ya! Ini Datanya
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan perkembangan M2 dipengaruhi oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 17,1% (yoy) dan uang kuasi sebesar 8,2% (yoy).
Kendati demikian, pertumbuhan M1 lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 17,9% (yoy), yang disebabkan karena perlambatan uang kartal, giro rupiah, dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu.
BACA JUGA:Wih, Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp7.572 Triliun
Peredaran uang kartal pada Januari 2022 tercatat sebesar Rp765 triliun atau tumbuh 7,4% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 9,4% (yoy), yang sejalan dengan pola historisnya yakni kembali normalnya aktivitas masyarakat pasca Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, giro rupiah tumbuh 31,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (32,4% (yoy). Namun perlambatan tersebut sedikit tertahan oleh peningkatan dana float (saldo) uang elektronik yang tercatat sebesar Rp8,3 triliun atau tumbuh 8,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 7,3% (yoy).Erwin melanjutkan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu  mencapai Rp2.073,9 triliun pada posisi laporan atau tumbuh 12,5% (yoy),  melambat dibandingkan Desember 2021 yakni tumbuh 13% (yoy).
Adapun perkembangan M2 pada Januari 2022 turut sejalan dengan  ekspansi keuangan pemerintah, akselerasi penyaluran kredit, dan  perlambatan aktiva luar negeri bersih.
Ekspansi keuangan pemerintah tercermin dari tagihan bersih kepada  Pemerintah Pusat yang tumbuh sebesar 48,1% (yoy), meningkat dibandingkan  dengan pertumbuhan bulan Desember 2021 sebesar 37,7% (yoy).
Selain itu, ia menyebutkan penyaluran kredit tumbuh sebesar 5,5%  (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya  sebesar 4,9% (yoy).
Aktiva luar negeri bersih pun juga meningkat 1,8% (yoy) seiring tetap  tingginya cadangan devisa, meski melambat dibandingkan bulan  sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
