<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyaluran Kredit Perbankan Rp5.700 Triliun di Awal 2022</title><description>Penyaluran kredit perbankan pada Januari 2022 naik 5,5% menjadi Rp5.700 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/23/320/2551814/penyaluran-kredit-perbankan-rp5-700-triliun-di-awal-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/23/320/2551814/penyaluran-kredit-perbankan-rp5-700-triliun-di-awal-2022"/><item><title>Penyaluran Kredit Perbankan Rp5.700 Triliun di Awal 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/23/320/2551814/penyaluran-kredit-perbankan-rp5-700-triliun-di-awal-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/23/320/2551814/penyaluran-kredit-perbankan-rp5-700-triliun-di-awal-2022</guid><pubDate>Rabu 23 Februari 2022 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/23/320/2551814/penyaluran-kredit-perbankan-rp5-700-triliun-di-awal-2022-LPwroM8IRR.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit perbankan naik 5,5% (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/23/320/2551814/penyaluran-kredit-perbankan-rp5-700-triliun-di-awal-2022-LPwroM8IRR.jpeg</image><title>Kredit perbankan naik 5,5% (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Penyaluran kredit perbankan pada Januari 2022 naik 5,5% menjadi Rp5.700 triliun. Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2021 yakni 4,9% (yoy).
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, akselerasi penyaluran kredit kepada korporasi sebesar 5,4% (yoy) pada Januari 2022, meningkat dari 1,8% (yoy) pada bulan sebelumnya.
BACA JUGA:Dapat Kredit Perbankan, UMKM Bisa Gadai Emas

Sementara itu, kredit kepada perorangan tercatat tumbuh melambat sebesar 7,1% (yoy) pada bulan laporan dibanding 8,4% (yoy) pada Desember 2021.
Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit pada Januari 2022 terutama terjadi pada kredit modal kerja dan kredit konsumsi, sementara kredit investasi masih tumbuh stabil.
Erwin mengatakan, kredit modal kerja kembali terakselerasi, dari 6,1% (yoy) pada Desember 2021 menjadi 7,3% (yoy) pada Januari 2022, terutama di sektor industri pengolahan, serta perdagangan, hotel, dan restoran (PHR).
BACA JUGA:OJK Ramal Kredit Perbankan Tumbuh 7,5% pada 2022

Sementara itu, pertumbuhan kredit konsumsi terus menunjukkan akselerasi, dari 4,6% (yoy) pada Desember 2021 menjadi 4,9% (yoy), yang disebabkan oleh akselerasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit multiguna.
Di sisi lain, kredit investasi tumbuh stabil sebesar 3,2% (yoy) pada Januari 2022, lantaran terdapat peningkatan penyaluran Kl pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan yang diimbangi dengan penurunan pertumbuhan kredit investasi sektor PHR.Berdasarkan sektornya, penyaluran kredit ke sektor properti pada  Januari 2022 tumbuh 5,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Desember 2021  4,8% (yoy) terutama pada KPR/KPA yang tumbuh 10,1% (yoy) dan kredit real  estat 1,9% (yoy).
Di sisi lain, kredit konstruksi melambat dari 0,8% (yoy) menjadi 0,6%  (yoy) pada Januari 2022, terutama pada konstruksi sub sektor bangunan  jalan jembatan dan landasan.
Erwin menuturkan penyaluran kredit kepada UMKM pada Januari 2022 pun  tumbuh sebesar 13,3% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yakni 12,3%  (yoy), terutama pada kredit skala mikro. Berdasarkan jenis penggunaan,  peningkatan kredit UMKM disebabkan oleh akselerasi kredit modal kerja.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyaluran kredit perbankan pada Januari 2022 naik 5,5% menjadi Rp5.700 triliun. Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2021 yakni 4,9% (yoy).
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, akselerasi penyaluran kredit kepada korporasi sebesar 5,4% (yoy) pada Januari 2022, meningkat dari 1,8% (yoy) pada bulan sebelumnya.
BACA JUGA:Dapat Kredit Perbankan, UMKM Bisa Gadai Emas

Sementara itu, kredit kepada perorangan tercatat tumbuh melambat sebesar 7,1% (yoy) pada bulan laporan dibanding 8,4% (yoy) pada Desember 2021.
Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit pada Januari 2022 terutama terjadi pada kredit modal kerja dan kredit konsumsi, sementara kredit investasi masih tumbuh stabil.
Erwin mengatakan, kredit modal kerja kembali terakselerasi, dari 6,1% (yoy) pada Desember 2021 menjadi 7,3% (yoy) pada Januari 2022, terutama di sektor industri pengolahan, serta perdagangan, hotel, dan restoran (PHR).
BACA JUGA:OJK Ramal Kredit Perbankan Tumbuh 7,5% pada 2022

Sementara itu, pertumbuhan kredit konsumsi terus menunjukkan akselerasi, dari 4,6% (yoy) pada Desember 2021 menjadi 4,9% (yoy), yang disebabkan oleh akselerasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit multiguna.
Di sisi lain, kredit investasi tumbuh stabil sebesar 3,2% (yoy) pada Januari 2022, lantaran terdapat peningkatan penyaluran Kl pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan yang diimbangi dengan penurunan pertumbuhan kredit investasi sektor PHR.Berdasarkan sektornya, penyaluran kredit ke sektor properti pada  Januari 2022 tumbuh 5,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Desember 2021  4,8% (yoy) terutama pada KPR/KPA yang tumbuh 10,1% (yoy) dan kredit real  estat 1,9% (yoy).
Di sisi lain, kredit konstruksi melambat dari 0,8% (yoy) menjadi 0,6%  (yoy) pada Januari 2022, terutama pada konstruksi sub sektor bangunan  jalan jembatan dan landasan.
Erwin menuturkan penyaluran kredit kepada UMKM pada Januari 2022 pun  tumbuh sebesar 13,3% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yakni 12,3%  (yoy), terutama pada kredit skala mikro. Berdasarkan jenis penggunaan,  peningkatan kredit UMKM disebabkan oleh akselerasi kredit modal kerja.</content:encoded></item></channel></rss>
