<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indorama (INDR) Cetak Laba Rp1,2 Triliun, Emiten Milik Orang Terkaya RI Berharta Rp92 Triliun</title><description>INDR membukukan laba bersih hingga USD84,5 juta atau setara Rp1,21 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/278/2552430/indorama-indr-cetak-laba-rp1-2-triliun-emiten-milik-orang-terkaya-ri-berharta-rp92-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/278/2552430/indorama-indr-cetak-laba-rp1-2-triliun-emiten-milik-orang-terkaya-ri-berharta-rp92-triliun"/><item><title>Indorama (INDR) Cetak Laba Rp1,2 Triliun, Emiten Milik Orang Terkaya RI Berharta Rp92 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/278/2552430/indorama-indr-cetak-laba-rp1-2-triliun-emiten-milik-orang-terkaya-ri-berharta-rp92-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/278/2552430/indorama-indr-cetak-laba-rp1-2-triliun-emiten-milik-orang-terkaya-ri-berharta-rp92-triliun</guid><pubDate>Kamis 24 Februari 2022 14:19 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/24/278/2552430/indorama-indr-cetak-laba-rp1-2-triliun-emiten-milik-orang-terkaya-ri-berharta-rp92-triliun-bRsQm0R5Rh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Indorama (Foto: Okezone/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/24/278/2552430/indorama-indr-cetak-laba-rp1-2-triliun-emiten-milik-orang-terkaya-ri-berharta-rp92-triliun-bRsQm0R5Rh.jpeg</image><title>Laba Indorama (Foto: Okezone/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Emiten Sri Prakash, orang terkaya RI nomor 4 yakni PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) membukukan laba bersih hingga USD84,5 juta atau setara Rp1,21 triliun. Sementara pendapatan bersih tercatat USD884,1 juta pada 2021 atau setara Rp12,6 triliun.
Harta Sri Prakash Lohia USD6,5 miliar atau setara Rp92 triliun. Bila mengacu pada kurs Jisdor 23 Februari 2021 Rp14.362 per dolar AS. Pendapatan bersih perseroan melonjak 50% dibandingkan 2020 sebesar USD589 juta.
Selain itu, perseroan membukukan ekspor senilai USD540,4 juta selama 2021, naik 49,27% dari USD362 juta secara tahunan atau year-on-year (yoy).
BACA JUGA:Belum Bayar Denda, BEI Gembok 25 Saham

Disebutkan, ekspor ke Asia menyumbang pendapatan ekspor terbanyak, yakni senilai USD333,46 juta, diikuti ke Eropa USD108,3 juta, Amerika Utara US$68,46 juta, Amerika Selatan USD28,8 juta, dan wilayah lain-lain USD67,6 juta.
Sementara penjualan lokal perseroan juga meningkat 50,27% dari USD229,2 juta, menjadi USD344,5 juta. Disamping itu, perseroan juga mencatatkan peningkatan beban pokok pendapatan 35,38% menjadi USD754,3 juta, dari USD557,2 juta.
Meski beban pokok meningkat, perseroan mampu mencetak kenaikan laba kotor 307,65% dari USD31,8 juta, menjadi USD129,7 juta.
BACA JUGA:Perang Rusia-Ukraina Dimulai! Ini Dampaknya ke Pasar Modal, Investor Asing Justru Buy on War Saham Rp669 Miliar

Dengan peningkatan tersebut, laba bersih perseroan juga ikut meningkat menjadi USD84,5 juta atau Rp1,2 triliun selama 2021, dari USD6,23 juta di 2020.Bila dikonversi laba perseroan tembus Rp1,21 triliun.
Adapun hingga akhir 2021, perseroan membukukan total aset USD905,4 juta, naik dari akhir 2020 sebesar USD763,85 juta. Aset tersebut terbagi menjadi aset lancar sebesar USD400,2 juta dan aset tidak lancar sebesar USD505,2 juta.
Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan juga meningkat menjadi USD441,6 juta pada akhir Desember 2021, dari USD387,37 juta akhir Desember 2020. Jumlah ekuitas perseroan juga meningkat menjadi USD463,8 juta di 2021, dari USD376,4 juta di 2020.
Sebelumnya, Presiden Direktur Indo-Rama Synthetics, Vishnu Baldwa pernah mengatakan, optimis kinerja tahun 2021 lebih baik dari tahun lalu.
&amp;ldquo;Akan sulit menjelaskan target tahun 2021 tapi kami berekspektasi kinerja akan jauh lebih baik daripada tahun 2020. Kami lihat sudah ada pertumbuhan signifikan pada semester pertama kemarin,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Pengembangan dermaga ini melengkapi kemampuan pabrik Tuban untuk memperluas jangkauan pasar ekspor dalam sinergi bersama SMGR dan TCC. Kami juga akan memiliki sarana transportasi untuk mengirim semen curah dari silo langsung menuju ke kapal,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Emiten Sri Prakash, orang terkaya RI nomor 4 yakni PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) membukukan laba bersih hingga USD84,5 juta atau setara Rp1,21 triliun. Sementara pendapatan bersih tercatat USD884,1 juta pada 2021 atau setara Rp12,6 triliun.
Harta Sri Prakash Lohia USD6,5 miliar atau setara Rp92 triliun. Bila mengacu pada kurs Jisdor 23 Februari 2021 Rp14.362 per dolar AS. Pendapatan bersih perseroan melonjak 50% dibandingkan 2020 sebesar USD589 juta.
Selain itu, perseroan membukukan ekspor senilai USD540,4 juta selama 2021, naik 49,27% dari USD362 juta secara tahunan atau year-on-year (yoy).
BACA JUGA:Belum Bayar Denda, BEI Gembok 25 Saham

Disebutkan, ekspor ke Asia menyumbang pendapatan ekspor terbanyak, yakni senilai USD333,46 juta, diikuti ke Eropa USD108,3 juta, Amerika Utara US$68,46 juta, Amerika Selatan USD28,8 juta, dan wilayah lain-lain USD67,6 juta.
Sementara penjualan lokal perseroan juga meningkat 50,27% dari USD229,2 juta, menjadi USD344,5 juta. Disamping itu, perseroan juga mencatatkan peningkatan beban pokok pendapatan 35,38% menjadi USD754,3 juta, dari USD557,2 juta.
Meski beban pokok meningkat, perseroan mampu mencetak kenaikan laba kotor 307,65% dari USD31,8 juta, menjadi USD129,7 juta.
BACA JUGA:Perang Rusia-Ukraina Dimulai! Ini Dampaknya ke Pasar Modal, Investor Asing Justru Buy on War Saham Rp669 Miliar

Dengan peningkatan tersebut, laba bersih perseroan juga ikut meningkat menjadi USD84,5 juta atau Rp1,2 triliun selama 2021, dari USD6,23 juta di 2020.Bila dikonversi laba perseroan tembus Rp1,21 triliun.
Adapun hingga akhir 2021, perseroan membukukan total aset USD905,4 juta, naik dari akhir 2020 sebesar USD763,85 juta. Aset tersebut terbagi menjadi aset lancar sebesar USD400,2 juta dan aset tidak lancar sebesar USD505,2 juta.
Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan juga meningkat menjadi USD441,6 juta pada akhir Desember 2021, dari USD387,37 juta akhir Desember 2020. Jumlah ekuitas perseroan juga meningkat menjadi USD463,8 juta di 2021, dari USD376,4 juta di 2020.
Sebelumnya, Presiden Direktur Indo-Rama Synthetics, Vishnu Baldwa pernah mengatakan, optimis kinerja tahun 2021 lebih baik dari tahun lalu.
&amp;ldquo;Akan sulit menjelaskan target tahun 2021 tapi kami berekspektasi kinerja akan jauh lebih baik daripada tahun 2020. Kami lihat sudah ada pertumbuhan signifikan pada semester pertama kemarin,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Pengembangan dermaga ini melengkapi kemampuan pabrik Tuban untuk memperluas jangkauan pasar ekspor dalam sinergi bersama SMGR dan TCC. Kami juga akan memiliki sarana transportasi untuk mengirim semen curah dari silo langsung menuju ke kapal,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
