<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Rusia-Ukraina</title><description>Indeks dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552159/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-ketegangan-rusia-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552159/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-ketegangan-rusia-ukraina"/><item><title>Indeks Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Rusia-Ukraina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552159/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-ketegangan-rusia-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552159/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-ketegangan-rusia-ukraina</guid><pubDate>Kamis 24 Februari 2022 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/24/320/2552159/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-ketegangan-rusia-ukraina-2iT2jTBmzy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/24/320/2552159/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-ketegangan-rusia-ukraina-2iT2jTBmzy.jpg</image><title>Dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Dolar ditutup menguat karena pelaku pasar menilai ketegangan geopolitik yang masih berlangsung atas Ukraina.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, tercatat naik 0,17% pada 96,1910.
BACA JUGA:Indeks Dolar Loyo, Investor Beralih ke Emas

Pada akhir perdagangan di New York, mata uang euro melemah terhadap dolar AS menjadi USD1,1312 dari USD1,1338 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3536 dari USD1,3592. Sementara, dolar Australia naik menjadi USD0,7236 dari USD0,7221.
BACA JUGA:Selamat Tinggal Dolar AS, Bos BCA Ungkap Keuntungan Pakai Mata Uang Lokal

Dolar AS terhadap yen diperdagangkan sebesar 114,97 yen Jepang, lebih rendah dari 115,08 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9182 franc Swiss dari 0,9211 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2738 dolar Kanada dari sebelumnya 1,2753 dolar Kanada.
Analis di Commerzbank Antje Praefcke, mengatakan bahwa  untuk pasar valuta asing masih akan terpengaruh krisis Ukraina yang  mengindikasikan kebijakan moneter akan mengalami tekanan untuk  menghindari risiko kerugian.
&quot;Akibatnya volatilitas meningkat dan mata uang utama seperti JPY (Yen  Jepang) dan CHF (franc Swiss) kemungkinan akan tetap diminati, begitu  juga dolar AS,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Dolar ditutup menguat karena pelaku pasar menilai ketegangan geopolitik yang masih berlangsung atas Ukraina.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, tercatat naik 0,17% pada 96,1910.
BACA JUGA:Indeks Dolar Loyo, Investor Beralih ke Emas

Pada akhir perdagangan di New York, mata uang euro melemah terhadap dolar AS menjadi USD1,1312 dari USD1,1338 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3536 dari USD1,3592. Sementara, dolar Australia naik menjadi USD0,7236 dari USD0,7221.
BACA JUGA:Selamat Tinggal Dolar AS, Bos BCA Ungkap Keuntungan Pakai Mata Uang Lokal

Dolar AS terhadap yen diperdagangkan sebesar 114,97 yen Jepang, lebih rendah dari 115,08 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9182 franc Swiss dari 0,9211 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2738 dolar Kanada dari sebelumnya 1,2753 dolar Kanada.
Analis di Commerzbank Antje Praefcke, mengatakan bahwa  untuk pasar valuta asing masih akan terpengaruh krisis Ukraina yang  mengindikasikan kebijakan moneter akan mengalami tekanan untuk  menghindari risiko kerugian.
&quot;Akibatnya volatilitas meningkat dan mata uang utama seperti JPY (Yen  Jepang) dan CHF (franc Swiss) kemungkinan akan tetap diminati, begitu  juga dolar AS,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
