<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Hari Ini Naik Lagi</title><description>Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (Kamis pagi, WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552163/harga-minyak-dunia-hari-ini-naik-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552163/harga-minyak-dunia-hari-ini-naik-lagi"/><item><title>Harga Minyak Dunia Hari Ini Naik Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552163/harga-minyak-dunia-hari-ini-naik-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552163/harga-minyak-dunia-hari-ini-naik-lagi</guid><pubDate>Kamis 24 Februari 2022 06:40 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/24/320/2552163/harga-minyak-dunia-hari-ini-naik-lagi-HHUXnkl4dQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/24/320/2552163/harga-minyak-dunia-hari-ini-naik-lagi-HHUXnkl4dQ.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (Kamis pagi, WIB). Harga minyak hari ini menguat karena ketidakpastian atas krisis yang sedang berlangsung di Ukraina.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, meningkatkan 19 sen dolar AS menjadi USD92,10 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Nyaris USD100/Barel

Sementara, minyak mentah Brent di London ICE Futures Exchange, untuk pengiriman April ditutup datar pada USD96,84 per barel.
&quot;Sebagian besar kepanikan tentang eskalasi lebih lanjut dari konflik Rusia-Ukraina tampaknya telah berlalu (untuk saat ini),&quot; kata Analis energi di Commerzbank Research Carsten Fritsch.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Bervariasi di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

&quot;Suasana yang lebih tenang di pasar kemungkinan besar disebabkan oleh fakta bahwa sanksi terhadap Rusia yang disepakati oleh Barat sejauh ini tidak mungkin menghambat pasokan energi,&quot; tambahnya.
Namun, analis memperingatkan bahwa ketenangan di pasar mungkin bersifat sementara karena ketidakpastian tetap tinggi.&quot;Ada risiko bahwa Rusia akan membalas sanksi dengan mengurangi pengiriman minyak atas kemauannya sendiri,&quot; kata Fritsch.
Selain situasi terakhir tersebut, pedagang juga menunggu data  persediaan bahan bakar AS, karena Administrasi Informasi Energi akan  merilis laporan status minyak mingguannya pada Kamis (24/2), satu hari  lebih lambat dari biasanya karena libur Hari Presiden pada Senin (21/2).
Analis yang disurvei oleh S&amp;amp;P Global Platts memperkirakan  persediaan minyak mentah AS menunjukkan penurunan sebesar 300.000 barel  untuk pekan yang berakhir 18 Februari.
</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (Kamis pagi, WIB). Harga minyak hari ini menguat karena ketidakpastian atas krisis yang sedang berlangsung di Ukraina.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, meningkatkan 19 sen dolar AS menjadi USD92,10 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Nyaris USD100/Barel

Sementara, minyak mentah Brent di London ICE Futures Exchange, untuk pengiriman April ditutup datar pada USD96,84 per barel.
&quot;Sebagian besar kepanikan tentang eskalasi lebih lanjut dari konflik Rusia-Ukraina tampaknya telah berlalu (untuk saat ini),&quot; kata Analis energi di Commerzbank Research Carsten Fritsch.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Bervariasi di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

&quot;Suasana yang lebih tenang di pasar kemungkinan besar disebabkan oleh fakta bahwa sanksi terhadap Rusia yang disepakati oleh Barat sejauh ini tidak mungkin menghambat pasokan energi,&quot; tambahnya.
Namun, analis memperingatkan bahwa ketenangan di pasar mungkin bersifat sementara karena ketidakpastian tetap tinggi.&quot;Ada risiko bahwa Rusia akan membalas sanksi dengan mengurangi pengiriman minyak atas kemauannya sendiri,&quot; kata Fritsch.
Selain situasi terakhir tersebut, pedagang juga menunggu data  persediaan bahan bakar AS, karena Administrasi Informasi Energi akan  merilis laporan status minyak mingguannya pada Kamis (24/2), satu hari  lebih lambat dari biasanya karena libur Hari Presiden pada Senin (21/2).
Analis yang disurvei oleh S&amp;amp;P Global Platts memperkirakan  persediaan minyak mentah AS menunjukkan penurunan sebesar 300.000 barel  untuk pekan yang berakhir 18 Februari.
</content:encoded></item></channel></rss>
