<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ungkap Blended Finance Jadi Alternatif Pembiayaan Infrastruktur, Apa Itu?</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut blended finance menjadi alternatif pembiayaan infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552345/sri-mulyani-ungkap-blended-finance-jadi-alternatif-pembiayaan-infrastruktur-apa-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552345/sri-mulyani-ungkap-blended-finance-jadi-alternatif-pembiayaan-infrastruktur-apa-itu"/><item><title>Sri Mulyani Ungkap Blended Finance Jadi Alternatif Pembiayaan Infrastruktur, Apa Itu?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552345/sri-mulyani-ungkap-blended-finance-jadi-alternatif-pembiayaan-infrastruktur-apa-itu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/24/320/2552345/sri-mulyani-ungkap-blended-finance-jadi-alternatif-pembiayaan-infrastruktur-apa-itu</guid><pubDate>Kamis 24 Februari 2022 12:35 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/24/320/2552345/sri-mulyani-ungkap-blended-finance-jadi-alternatif-pembiayaan-infrastruktur-apa-itu-eXpr2t9C5E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani ungkap skema pembiayaan infrastruktur (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/24/320/2552345/sri-mulyani-ungkap-blended-finance-jadi-alternatif-pembiayaan-infrastruktur-apa-itu-eXpr2t9C5E.jpg</image><title>Sri Mulyani ungkap skema pembiayaan infrastruktur (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut blended finance menjadi alternatif pembiayaan infrastruktur. Skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) menjadi backbone dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur secara blended finance.
Secara tradisional, program dan proyek pemerintah didanai dari satu sumber seperti anggaran dari pemerintah baik dari pajak maupun pinjaman dan hibah. Blended finance dimaksudkan untuk menemukan skema pembiayaan yang optimal dengan mengkombinasikan beberapa sumber pendanaan/pembiayaan dalam satu proyek seperti dari anggaran pemerintah baik pusat dan daerah, pihak swasta, donor, dan philanthropist.
BACA JUGA:Subsidi Energi Rp10,2 Triliun, Sri Mulyani: APBN Sangat Nyata Lindungi Masyarakat

&amp;ldquo;Dibandingkan dengan 15-20 tahun yang lalu, sekarang kita sudah punya sofistikasi yang makin besar dari blended finance, yaitu bagaimana kita mencampur dan mem-blend dari berbagai sumber pendanaan, dan ini berarti setiap sumber pendanaan membutuhkan dan mensyaratkan suatu prosedur sendiri sendiri makanya kompleksitas menjadi sangat tinggi,&amp;rdquo; jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Transportasi Nasional Tahun 2022 secara daring, Rabu (23/2/2022).
Sri mencontohkan apabila sumber pembiayaan dari belanja pemerintah, maka dalam pelaksanaannya terdapat kebijakan pengadaan (policy procurement) sendiri. Lain halnya apabila sumber pembiayaan dari perbankan dimana pihak perbankan juga memberikan prasyarat dan penilaian risiko dari mereka sendiri sesuai dengan proyek yang diajukan.
BACA JUGA:Sri Mulyani Buka-bukaan soal Sumber Pendapatan Negara di Awal 2022

&amp;ldquo;Saat ini, Kementerian Keuangan memiliki Special Mission Vehicle yaitu institusi yang dijadikan sarana untuk bisa memobilisasi blended finance seperti PT. SMI. Mereka sudah membentuk Sustainable Development Goal Indonesia One. Ini tujuannya untuk menjembatani keinginan dari berbagai pihak yang ingin mendanai infrastruktur di Indonesia namun mereka mungkin belum familiar atau terlalu costly untuk terlibat secara langsung,&amp;rdquo; lanjutnya.Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas proyek KPBU, diperlukan  komitmen dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Dalam tahap  kesiapan proyek, Sri mengatakan diperlukan perencanaan yang matang dan  harus terintegrasi.
Proyek harus memiliki value for money yang lebih baik jika  dikerjasamakan melalui KPBU. Kemudian, proyek tersebut harus memiliki  perhitungan kelayakan teknis, ekonomi dan finansial yang terukur dan  dapat diterima oleh mitra badan usaha dan lenders.
&amp;ldquo;Jadi tidak hanya sekedar memasukkan angka, namun harus bisa diuji  dan dilihat dari sisi reference bahkan sering bisa dibandingkan dengan  proyek-proyek yang sama dari berbagai negara yang lain. Regulasi dan  perizinan perlu dirapikan, terutama juga nanti berhubungan dengan  masalah pengadaan tanah,&amp;rdquo; sambung dia.
Selanjutnya, dalam upaya untuk meningkatkan kualitas proyek KPBU, Sri  menekankan bahwa proyek harus didukung oleh kapasitas dan kapabilitas  yang baik dari tim KPBU dalam menangani proyek, memiliki komitmen penuh  dalam mendorong proyek, serta memegang teguh prinsip governance yaitu  transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independen, dan fairness  dalam pelaksanaan setiap tahapan proyek.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut blended finance menjadi alternatif pembiayaan infrastruktur. Skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) menjadi backbone dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur secara blended finance.
Secara tradisional, program dan proyek pemerintah didanai dari satu sumber seperti anggaran dari pemerintah baik dari pajak maupun pinjaman dan hibah. Blended finance dimaksudkan untuk menemukan skema pembiayaan yang optimal dengan mengkombinasikan beberapa sumber pendanaan/pembiayaan dalam satu proyek seperti dari anggaran pemerintah baik pusat dan daerah, pihak swasta, donor, dan philanthropist.
BACA JUGA:Subsidi Energi Rp10,2 Triliun, Sri Mulyani: APBN Sangat Nyata Lindungi Masyarakat

&amp;ldquo;Dibandingkan dengan 15-20 tahun yang lalu, sekarang kita sudah punya sofistikasi yang makin besar dari blended finance, yaitu bagaimana kita mencampur dan mem-blend dari berbagai sumber pendanaan, dan ini berarti setiap sumber pendanaan membutuhkan dan mensyaratkan suatu prosedur sendiri sendiri makanya kompleksitas menjadi sangat tinggi,&amp;rdquo; jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Transportasi Nasional Tahun 2022 secara daring, Rabu (23/2/2022).
Sri mencontohkan apabila sumber pembiayaan dari belanja pemerintah, maka dalam pelaksanaannya terdapat kebijakan pengadaan (policy procurement) sendiri. Lain halnya apabila sumber pembiayaan dari perbankan dimana pihak perbankan juga memberikan prasyarat dan penilaian risiko dari mereka sendiri sesuai dengan proyek yang diajukan.
BACA JUGA:Sri Mulyani Buka-bukaan soal Sumber Pendapatan Negara di Awal 2022

&amp;ldquo;Saat ini, Kementerian Keuangan memiliki Special Mission Vehicle yaitu institusi yang dijadikan sarana untuk bisa memobilisasi blended finance seperti PT. SMI. Mereka sudah membentuk Sustainable Development Goal Indonesia One. Ini tujuannya untuk menjembatani keinginan dari berbagai pihak yang ingin mendanai infrastruktur di Indonesia namun mereka mungkin belum familiar atau terlalu costly untuk terlibat secara langsung,&amp;rdquo; lanjutnya.Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas proyek KPBU, diperlukan  komitmen dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Dalam tahap  kesiapan proyek, Sri mengatakan diperlukan perencanaan yang matang dan  harus terintegrasi.
Proyek harus memiliki value for money yang lebih baik jika  dikerjasamakan melalui KPBU. Kemudian, proyek tersebut harus memiliki  perhitungan kelayakan teknis, ekonomi dan finansial yang terukur dan  dapat diterima oleh mitra badan usaha dan lenders.
&amp;ldquo;Jadi tidak hanya sekedar memasukkan angka, namun harus bisa diuji  dan dilihat dari sisi reference bahkan sering bisa dibandingkan dengan  proyek-proyek yang sama dari berbagai negara yang lain. Regulasi dan  perizinan perlu dirapikan, terutama juga nanti berhubungan dengan  masalah pengadaan tanah,&amp;rdquo; sambung dia.
Selanjutnya, dalam upaya untuk meningkatkan kualitas proyek KPBU, Sri  menekankan bahwa proyek harus didukung oleh kapasitas dan kapabilitas  yang baik dari tim KPBU dalam menangani proyek, memiliki komitmen penuh  dalam mendorong proyek, serta memegang teguh prinsip governance yaitu  transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independen, dan fairness  dalam pelaksanaan setiap tahapan proyek.</content:encoded></item></channel></rss>
