<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Vale Indonesia (INCO) Rp2,3 Triliun, Meroket 100% di 2021</title><description>PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar USD165,79 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2552792/laba-vale-indonesia-inco-rp2-3-triliun-meroket-100-di-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2552792/laba-vale-indonesia-inco-rp2-3-triliun-meroket-100-di-2021"/><item><title>Laba Vale Indonesia (INCO) Rp2,3 Triliun, Meroket 100% di 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2552792/laba-vale-indonesia-inco-rp2-3-triliun-meroket-100-di-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2552792/laba-vale-indonesia-inco-rp2-3-triliun-meroket-100-di-2021</guid><pubDate>Jum'at 25 Februari 2022 08:09 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/25/278/2552792/laba-vale-indonesia-inco-rp2-3-triliun-meroket-100-di-2021-o4AF6S2u7A.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Vale Indonesia alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/25/278/2552792/laba-vale-indonesia-inco-rp2-3-triliun-meroket-100-di-2021-o4AF6S2u7A.jpeg</image><title>Laba Vale Indonesia alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar USD165,79 juta setara Rp2,3 triliun. Laba INCO melonjak 100,19% dari tahun sebelumnya USD82,81 juta.
CEO dan Presiden Direktur Vale Febriany Eddy mengatakan, perusahaan telah mencapai enam tahun kalender bebas kematian berturut-turut dan berhasil mengurangi dampak COVID-19. Harga nikel yang lebih tinggi diiringi dengan disiplin biaya yang kuat memberikan dampak positif pada kinerja keuangan Vale.
BACA JUGA:Vale Indonesia (INCO) Siapkan Belanja Modal USD120 Juta

&quot;Sepanjang tahun ini kami mencatat laba bersih dua kali lipat dan membukukan saldo kas akhir tahun menjadi USD508,3 juta, meningkat hampir USD120 juta dari saldo tahun sebelumnya. Penguatan saldo kas ini akan memberikan dukungan yang kuat untuk pelaksanaan proyek pertumbuhan kami,&amp;rdquo; kata Febriany Eddy dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat (25/2/2022).
Vale Grup mencatat penjualan sebesar USD953,2 juta pada tahun 2021 atau 25% di atas penjualan yang tercatat pada tahun 2020 sebesar USD764,7 juta. Harga realisasi rata-rata pengiriman nikel dalam matte adalah USD14.309 per ton, meningkat dari level tahun 2020 sebesar USD10.498 per ton. Perseroan membukukan hasil yang kuat dengan EBITDA sebesar USD391,9 juta, meningkat 44% dari EBITDA tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Produksi Nikel Vale Indonesia Turun 9,4% Sepanjang 2021

Pada tahun 2021, konsumsi HSFO, diesel dan batubara mengalami penurunan sejalan dengan volume produksi yang lebih rendah karena kami menurunkan pengaturan daya untuk tanur listrik empat yang telah memasuki usia. Pada bulan Desember kami memulai shutdown pembangunan kembali tanur listrik empat dan pembangunan kembali tersebut akan berlangsung selama sekitar lima bulan. Harga rata-rata HSFO, diesel dan batubara juga meningkat masing-masing sebesar 42%, 28% dan 62%.&quot;Kas dan setara kas Grup pada 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020  masing-masing sebesar USD508,3 juta dan ASD388,7 juta karena Grup  menerima pendapatan yang lebih tinggi pada tahun 2021. PT Vale akan  senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga  ketersediaan kas,&quot; jelas manajemen INCO.
PT Vale mengeluarkan sekitar USD180,7 juta untuk belanja modal pada  tahun 2021, mengalami peningkatan dari yang dikeluarkan pada tahun 2020  sebesar USD152,1 juta terutama disebabkan oleh pengeluaran yang lebih  tinggi untuk kelangsungan dan modal pertumbuhan pada tahun 2021.
&quot;Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktivitas dan  penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam  jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utamanya, yaitu keselamatan  jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas  kita,&quot; tutup INCO.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar USD165,79 juta setara Rp2,3 triliun. Laba INCO melonjak 100,19% dari tahun sebelumnya USD82,81 juta.
CEO dan Presiden Direktur Vale Febriany Eddy mengatakan, perusahaan telah mencapai enam tahun kalender bebas kematian berturut-turut dan berhasil mengurangi dampak COVID-19. Harga nikel yang lebih tinggi diiringi dengan disiplin biaya yang kuat memberikan dampak positif pada kinerja keuangan Vale.
BACA JUGA:Vale Indonesia (INCO) Siapkan Belanja Modal USD120 Juta

&quot;Sepanjang tahun ini kami mencatat laba bersih dua kali lipat dan membukukan saldo kas akhir tahun menjadi USD508,3 juta, meningkat hampir USD120 juta dari saldo tahun sebelumnya. Penguatan saldo kas ini akan memberikan dukungan yang kuat untuk pelaksanaan proyek pertumbuhan kami,&amp;rdquo; kata Febriany Eddy dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat (25/2/2022).
Vale Grup mencatat penjualan sebesar USD953,2 juta pada tahun 2021 atau 25% di atas penjualan yang tercatat pada tahun 2020 sebesar USD764,7 juta. Harga realisasi rata-rata pengiriman nikel dalam matte adalah USD14.309 per ton, meningkat dari level tahun 2020 sebesar USD10.498 per ton. Perseroan membukukan hasil yang kuat dengan EBITDA sebesar USD391,9 juta, meningkat 44% dari EBITDA tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Produksi Nikel Vale Indonesia Turun 9,4% Sepanjang 2021

Pada tahun 2021, konsumsi HSFO, diesel dan batubara mengalami penurunan sejalan dengan volume produksi yang lebih rendah karena kami menurunkan pengaturan daya untuk tanur listrik empat yang telah memasuki usia. Pada bulan Desember kami memulai shutdown pembangunan kembali tanur listrik empat dan pembangunan kembali tersebut akan berlangsung selama sekitar lima bulan. Harga rata-rata HSFO, diesel dan batubara juga meningkat masing-masing sebesar 42%, 28% dan 62%.&quot;Kas dan setara kas Grup pada 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020  masing-masing sebesar USD508,3 juta dan ASD388,7 juta karena Grup  menerima pendapatan yang lebih tinggi pada tahun 2021. PT Vale akan  senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga  ketersediaan kas,&quot; jelas manajemen INCO.
PT Vale mengeluarkan sekitar USD180,7 juta untuk belanja modal pada  tahun 2021, mengalami peningkatan dari yang dikeluarkan pada tahun 2020  sebesar USD152,1 juta terutama disebabkan oleh pengeluaran yang lebih  tinggi untuk kelangsungan dan modal pertumbuhan pada tahun 2021.
&quot;Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktivitas dan  penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam  jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utamanya, yaitu keselamatan  jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas  kita,&quot; tutup INCO.</content:encoded></item></channel></rss>
