<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IATA Siapkan Capex Rp270 Miliar, Targetkan Ekspor Batu Bara 6 Juta Ton</title><description>IATA) menganggarkan total belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp270 miliar tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2552994/iata-siapkan-capex-rp270-miliar-targetkan-ekspor-batu-bara-6-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2552994/iata-siapkan-capex-rp270-miliar-targetkan-ekspor-batu-bara-6-juta-ton"/><item><title>IATA Siapkan Capex Rp270 Miliar, Targetkan Ekspor Batu Bara 6 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2552994/iata-siapkan-capex-rp270-miliar-targetkan-ekspor-batu-bara-6-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2552994/iata-siapkan-capex-rp270-miliar-targetkan-ekspor-batu-bara-6-juta-ton</guid><pubDate>Jum'at 25 Februari 2022 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/25/278/2552994/iata-siapkan-capex-rp270-miliar-targetkan-ekspor-batu-bara-6-juta-ton-Lc6kqR0zjZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">IATA Siapkan Capex (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/25/278/2552994/iata-siapkan-capex-rp270-miliar-targetkan-ekspor-batu-bara-6-juta-ton-Lc6kqR0zjZ.jpeg</image><title>IATA Siapkan Capex (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) menganggarkan total belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp270 miliar tahun ini.
Komisaris IATA, Darma Putra menyebut, anggaran itu seiring dengan Perseroan berencana menaikkan produksi batu bara dari 2,6 juta ke 8 juta Metrik Ton (MT) dan membangun beberapa fasilitas.
&quot;Jadi diperkirakan sekitar ga sampai 300 miliar mungkin pastinya 270 lah, let say 270 miliar untuk tahun ini,&quot; ujar Darma dalam dalam Public Expose IATA secara virtual, Jumat (25/2/2022).
BACA JUGA:Usai Akuisisi Bhakti Coal Resources, Ini Rencana Aksi Korporasi IATA

Sedangkan untuk target ekspor, Darma menegaskan bahwa seandainya target produksi bisa mencapai 8 juta MT, ada regulasi bahwa harus 30 persen. &quot;Jadi sekitar 6 juta lah maksimal yang akan kita ekspor,&quot; katanya.
Untuk kontrak sendiri, IATA sudah banyak menjual produksinya ke China, India, Vietnam dan beberapa negara lain termasuk lokal.
&quot;Beberapa malah minta out taker atau keluaran dari IUP mau dibeli semua,&quot; ujar Darma.
BACA JUGA:Alasan MNC Energy Investments (IATA) Berpaling ke Sektor Batu Bara

Perlu diketahui, IATA mengubah fokus bisnis dari penerbangan ke batu bara dengan mengakuisisi PT Bhakti Coal Resources dari PT MNC Investama Tbk (BHIT).Bhakti Coal Resources merupakan perusahaan induk dari sembilan perusahaan batu bara dengan izin usaha pertambangan (IUP) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Dua di antaranya sudah beroperasi, yakni PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC). Keduanya sudah aktif menghasilkan batu bara dengan kisaran GAR 2.800-3.600 kkal/kg.
Dengan total area seluas 9.813 hektar, BSPC memiliki perkiraan total sumber daya 130,7 juta MT, sementara PMC memiliki 76,9 juta MT dengan perkiraan total cadangan masing-masing sebesar 83,3 juta MT dan 54,8 juta MT.</description><content:encoded>JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) menganggarkan total belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp270 miliar tahun ini.
Komisaris IATA, Darma Putra menyebut, anggaran itu seiring dengan Perseroan berencana menaikkan produksi batu bara dari 2,6 juta ke 8 juta Metrik Ton (MT) dan membangun beberapa fasilitas.
&quot;Jadi diperkirakan sekitar ga sampai 300 miliar mungkin pastinya 270 lah, let say 270 miliar untuk tahun ini,&quot; ujar Darma dalam dalam Public Expose IATA secara virtual, Jumat (25/2/2022).
BACA JUGA:Usai Akuisisi Bhakti Coal Resources, Ini Rencana Aksi Korporasi IATA

Sedangkan untuk target ekspor, Darma menegaskan bahwa seandainya target produksi bisa mencapai 8 juta MT, ada regulasi bahwa harus 30 persen. &quot;Jadi sekitar 6 juta lah maksimal yang akan kita ekspor,&quot; katanya.
Untuk kontrak sendiri, IATA sudah banyak menjual produksinya ke China, India, Vietnam dan beberapa negara lain termasuk lokal.
&quot;Beberapa malah minta out taker atau keluaran dari IUP mau dibeli semua,&quot; ujar Darma.
BACA JUGA:Alasan MNC Energy Investments (IATA) Berpaling ke Sektor Batu Bara

Perlu diketahui, IATA mengubah fokus bisnis dari penerbangan ke batu bara dengan mengakuisisi PT Bhakti Coal Resources dari PT MNC Investama Tbk (BHIT).Bhakti Coal Resources merupakan perusahaan induk dari sembilan perusahaan batu bara dengan izin usaha pertambangan (IUP) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Dua di antaranya sudah beroperasi, yakni PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC). Keduanya sudah aktif menghasilkan batu bara dengan kisaran GAR 2.800-3.600 kkal/kg.
Dengan total area seluas 9.813 hektar, BSPC memiliki perkiraan total sumber daya 130,7 juta MT, sementara PMC memiliki 76,9 juta MT dengan perkiraan total cadangan masing-masing sebesar 83,3 juta MT dan 54,8 juta MT.</content:encoded></item></channel></rss>
