<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Mega (MEGA) Bukukan Laba Bersih Rp4,01 Triliun, Naik 33%</title><description>PT Bank Mega Tbk (MEGA) mencatat laba bersih tumbuh 33,23% menjadi Rp4,01 triliun pada triwulan IV-2021</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2553054/bank-mega-mega-bukukan-laba-bersih-rp4-01-triliun-naik-33</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2553054/bank-mega-mega-bukukan-laba-bersih-rp4-01-triliun-naik-33"/><item><title>Bank Mega (MEGA) Bukukan Laba Bersih Rp4,01 Triliun, Naik 33%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2553054/bank-mega-mega-bukukan-laba-bersih-rp4-01-triliun-naik-33</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/278/2553054/bank-mega-mega-bukukan-laba-bersih-rp4-01-triliun-naik-33</guid><pubDate>Jum'at 25 Februari 2022 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/25/278/2553054/bank-mega-mega-bukukan-laba-bersih-rp4-01-triliun-naik-33-RF2zcVSL4f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Bersih Bank Mega Naik. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/25/278/2553054/bank-mega-mega-bukukan-laba-bersih-rp4-01-triliun-naik-33-RF2zcVSL4f.jpg</image><title>Laba Bersih Bank Mega Naik. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Mega Tbk (MEGA) mencatat laba bersih tumbuh 33,23% menjadi Rp4,01 triliun pada triwulan IV-2021. Adapun periode yang sama tahun sebelumnya laba MEGA sebesar Rp3,01 triliun.
Sementara laba sebelum pajak tumbuh sebesar 33,31% menjadi Rp4,95 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp3,72 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bank Mega Kantongi Laba Rp1,6 Triliun
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan, pertumbuhan laba diperoleh dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) yang naik sebesar 23,70% menjadi Rp4,84 triliun dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,91 triliun.
&amp;ldquo;Selain pendapatan bunga bersih, pendapatan laba Bank Mega juga disebabkan oleh kenaikan pendapatan selain bunga (fee based income) sebesar 7,55% menjadi Rp3,14 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,92 triliun,&amp;rdquo; terang Kostaman, dalam keterangannya, Jumat (25/2/2022).&amp;nbsp;
Baca Juga:&amp;nbsp;Miliaran Uang 6 Nasabah di Malang Mendadak Raib
Total asset tercatat tumbuh sebesar 18,43% menjadi Rp132,88 triliun dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp112,20 triliun. Di tahun 2021, Bank Mega mencatat pertumbuhan kredit sebesar 25,14% menjadi Rp60,68 triliun dari Rp48,59 triliun di tahun 2020.
Pertumbuhan kredit tersebut jauh di atas pertumbuhan industri perbankan yang tercatat hanya mengalami pertumbuhan 5,21%(yoy). Kredit korporasi merupakan segmen kredit dengan pertumbuhan terbesar, yaitu meningkat 52,36% menjadi Rp39,93 triliun dari Rp26,21 triliun pada tahun 2020. Pertumbuhan kredit ini juga diiringi dengan semakin membaiknya kualitas kredit Bank Mega.NPL gross membaik menjadi 1,12% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,39%. Sedangkan NPLnett menjadi 0,81% dari tahun 2020 yang sebesar 1,07%. Rasio NPLgross ini dibawah rata-rata industri perbankan sebesar 3%. Pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga, Bank Mega berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,90% menjadi Rp98,91 triliun dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp79,19 triliun.
Pertumbuhan ini juga diiringi dengan membaiknya komposisi rasio dana murah dengan dana mahal menjadi 31,15% : 68,85% berbanding 28,12% : 71,88% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini berdampak terhadap penurunan biaya dana (cost of fund) menjadi 3,55% dari sebelumnya 5,15%. Giro meningkat sebesar 92,16% menjadi Rp16,36 triliun pada Desember 2021 dari posisi sebelumnya sebesar Rp8,51 triliun.
Tabungan meningkat sebesar 5,10% menjadi Rp14,45 triliun pada posisi Desember 2021 dari posisi sebelumnya sebesar Rp13,75 triliun. Sementara Deposito meningkat sebesar 19,63% menjadi sebesar Rp68,10 triliun pada posisi Desember 2021 dari posisi sebelumnya sebesar Rp56,92 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Mega Tbk (MEGA) mencatat laba bersih tumbuh 33,23% menjadi Rp4,01 triliun pada triwulan IV-2021. Adapun periode yang sama tahun sebelumnya laba MEGA sebesar Rp3,01 triliun.
Sementara laba sebelum pajak tumbuh sebesar 33,31% menjadi Rp4,95 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp3,72 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bank Mega Kantongi Laba Rp1,6 Triliun
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan, pertumbuhan laba diperoleh dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) yang naik sebesar 23,70% menjadi Rp4,84 triliun dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,91 triliun.
&amp;ldquo;Selain pendapatan bunga bersih, pendapatan laba Bank Mega juga disebabkan oleh kenaikan pendapatan selain bunga (fee based income) sebesar 7,55% menjadi Rp3,14 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,92 triliun,&amp;rdquo; terang Kostaman, dalam keterangannya, Jumat (25/2/2022).&amp;nbsp;
Baca Juga:&amp;nbsp;Miliaran Uang 6 Nasabah di Malang Mendadak Raib
Total asset tercatat tumbuh sebesar 18,43% menjadi Rp132,88 triliun dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp112,20 triliun. Di tahun 2021, Bank Mega mencatat pertumbuhan kredit sebesar 25,14% menjadi Rp60,68 triliun dari Rp48,59 triliun di tahun 2020.
Pertumbuhan kredit tersebut jauh di atas pertumbuhan industri perbankan yang tercatat hanya mengalami pertumbuhan 5,21%(yoy). Kredit korporasi merupakan segmen kredit dengan pertumbuhan terbesar, yaitu meningkat 52,36% menjadi Rp39,93 triliun dari Rp26,21 triliun pada tahun 2020. Pertumbuhan kredit ini juga diiringi dengan semakin membaiknya kualitas kredit Bank Mega.NPL gross membaik menjadi 1,12% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,39%. Sedangkan NPLnett menjadi 0,81% dari tahun 2020 yang sebesar 1,07%. Rasio NPLgross ini dibawah rata-rata industri perbankan sebesar 3%. Pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga, Bank Mega berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,90% menjadi Rp98,91 triliun dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp79,19 triliun.
Pertumbuhan ini juga diiringi dengan membaiknya komposisi rasio dana murah dengan dana mahal menjadi 31,15% : 68,85% berbanding 28,12% : 71,88% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini berdampak terhadap penurunan biaya dana (cost of fund) menjadi 3,55% dari sebelumnya 5,15%. Giro meningkat sebesar 92,16% menjadi Rp16,36 triliun pada Desember 2021 dari posisi sebelumnya sebesar Rp8,51 triliun.
Tabungan meningkat sebesar 5,10% menjadi Rp14,45 triliun pada posisi Desember 2021 dari posisi sebelumnya sebesar Rp13,75 triliun. Sementara Deposito meningkat sebesar 19,63% menjadi sebesar Rp68,10 triliun pada posisi Desember 2021 dari posisi sebelumnya sebesar Rp56,92 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
