<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siap-Siap! Rumah Murah Layak Huni Dibangun untuk Pekerja Informal</title><description>Kementerian PUPR menyiapkan Grand Design untuk mendorong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah layak huni.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/470/2552951/siap-siap-rumah-murah-layak-huni-dibangun-untuk-pekerja-informal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/470/2552951/siap-siap-rumah-murah-layak-huni-dibangun-untuk-pekerja-informal"/><item><title>Siap-Siap! Rumah Murah Layak Huni Dibangun untuk Pekerja Informal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/470/2552951/siap-siap-rumah-murah-layak-huni-dibangun-untuk-pekerja-informal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/25/470/2552951/siap-siap-rumah-murah-layak-huni-dibangun-untuk-pekerja-informal</guid><pubDate>Jum'at 25 Februari 2022 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/25/470/2552951/siap-siap-rumah-murah-layak-huni-dibangun-untuk-pekerja-informal-6AzD3Asmx9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah murah untuk MBR (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/25/470/2552951/siap-siap-rumah-murah-layak-huni-dibangun-untuk-pekerja-informal-6AzD3Asmx9.jpg</image><title>Rumah murah untuk MBR (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian PUPR menyiapkan Grand Design untuk mendorong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah layak huni. PUPR melakukan inovasi penyediaan hunian layak bagi MBR berpendapatan tidak tetap atau informal.
Menurut data Badan Pusat Statistik yang dikategorikan MBR Informal ada 7 kategori, yaitu Berusaha Sendiri, Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap, Berusaha Dibantu Buruh Tetap, Buruh/Karyawan, Pekerja Bebas di Pertanian, Pekerja Bebas di Nonpertanian, dan Pekerja Keluarga/Tidak Dibayar.
BACA JUGA:Menteri Basuki Siapkan Rp5,1 Triliun Bangun Rumah Murah 

&amp;ldquo;Pemerintah berkomitmen untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada keterangan tertulisnya, Jumat (25/2/2022).
Direktorat Jenderal Perumahan PUPR Iwan Suprijanto mengatakan dalam penyediaan perumahan bagi MBR informal perlu dilakukan pemetaan yang lebih detail. Adanya Grand Design nantinya akan mempermudah perbankan dalam pembiayaan perumahan bagi para MBR informal.
BACA JUGA:BP Tapera Kini Salurkan Kredit Rumah Murah

Selanjutnya para MBR informal akan dikelompokkan sesuai profil risiko masing-masing yang terbagi menjadi risiko rendah, sedang dan tinggi. Sehingga nantinya pemberian bantuan Kredit Kepemilikan Rumah bagi MBR informal didapatkan skema yang tepat.
&quot;Jika sektor MBR informal ini dapat dipetakan lebih rinci, pasti akan lebih mudah menjangkau mereka dalam pembiayaan KPR oleh perbankan lanjutnya.Iwan mencontohkan misalnya para petani, mereka masuk dalam kategori  informal karena tidak memiliki slip gaji, namun sebenarnya kemampuan  membayarnya cukup tinggi. &quot;Jadi mungkin solusi yang tepat adalah  pemetaan sektor MBR informal untuk selanjutnya dijadikan Grand Design  Perumahan Segmen MBR Informal,&amp;rdquo; pungkas Iwan.
Backlog kepemilikan perumahan saat ini mencapai 11 juta dan backlog  keterhunian mencapai 7,6 juta. Dari 93% backlog kepemilikan perumahan  sebagian besar merupakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sejumlah  33% dan masyarakat miskin sejumlah 60%, dan seluruhnya didominasi oleh  segmen MBR informal.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian PUPR menyiapkan Grand Design untuk mendorong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah layak huni. PUPR melakukan inovasi penyediaan hunian layak bagi MBR berpendapatan tidak tetap atau informal.
Menurut data Badan Pusat Statistik yang dikategorikan MBR Informal ada 7 kategori, yaitu Berusaha Sendiri, Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap, Berusaha Dibantu Buruh Tetap, Buruh/Karyawan, Pekerja Bebas di Pertanian, Pekerja Bebas di Nonpertanian, dan Pekerja Keluarga/Tidak Dibayar.
BACA JUGA:Menteri Basuki Siapkan Rp5,1 Triliun Bangun Rumah Murah 

&amp;ldquo;Pemerintah berkomitmen untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada keterangan tertulisnya, Jumat (25/2/2022).
Direktorat Jenderal Perumahan PUPR Iwan Suprijanto mengatakan dalam penyediaan perumahan bagi MBR informal perlu dilakukan pemetaan yang lebih detail. Adanya Grand Design nantinya akan mempermudah perbankan dalam pembiayaan perumahan bagi para MBR informal.
BACA JUGA:BP Tapera Kini Salurkan Kredit Rumah Murah

Selanjutnya para MBR informal akan dikelompokkan sesuai profil risiko masing-masing yang terbagi menjadi risiko rendah, sedang dan tinggi. Sehingga nantinya pemberian bantuan Kredit Kepemilikan Rumah bagi MBR informal didapatkan skema yang tepat.
&quot;Jika sektor MBR informal ini dapat dipetakan lebih rinci, pasti akan lebih mudah menjangkau mereka dalam pembiayaan KPR oleh perbankan lanjutnya.Iwan mencontohkan misalnya para petani, mereka masuk dalam kategori  informal karena tidak memiliki slip gaji, namun sebenarnya kemampuan  membayarnya cukup tinggi. &quot;Jadi mungkin solusi yang tepat adalah  pemetaan sektor MBR informal untuk selanjutnya dijadikan Grand Design  Perumahan Segmen MBR Informal,&amp;rdquo; pungkas Iwan.
Backlog kepemilikan perumahan saat ini mencapai 11 juta dan backlog  keterhunian mencapai 7,6 juta. Dari 93% backlog kepemilikan perumahan  sebagian besar merupakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sejumlah  33% dan masyarakat miskin sejumlah 60%, dan seluruhnya didominasi oleh  segmen MBR informal.</content:encoded></item></channel></rss>
