<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Invasi Rusia ke Ukraina Hambat Pemulihan Ekonomi Indonesia</title><description>Invasi Rusia ke Ukraina akan memperlambat pemulihan ekonomi Indonesia dan negara berkembang lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554641/invasi-rusia-ke-ukraina-hambat-pemulihan-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554641/invasi-rusia-ke-ukraina-hambat-pemulihan-ekonomi-indonesia"/><item><title>Invasi Rusia ke Ukraina Hambat Pemulihan Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554641/invasi-rusia-ke-ukraina-hambat-pemulihan-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554641/invasi-rusia-ke-ukraina-hambat-pemulihan-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Selasa 01 Maret 2022 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/01/320/2554641/invasi-rusia-ke-ukraina-hambat-pemulihan-ekonomi-indonesia-4kCv2DrdkV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konflik Rusia-Ukraina hambat pemulihan ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/01/320/2554641/invasi-rusia-ke-ukraina-hambat-pemulihan-ekonomi-indonesia-4kCv2DrdkV.jpg</image><title>Konflik Rusia-Ukraina hambat pemulihan ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina akan memperlambat pemulihan ekonomi Indonesia dan negara berkembang lain.
&quot;Konflik Rusia-Ukraina yang memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global akan mempengaruhi dan memperlambat pemulihan ekonomi terutama emerging market seperti Indonesia,&quot; kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha M Rachbini di Jakarta, Selasa (1/3/2022).
BACA JUGA:Konflik Rusia-Ukraina, Indonesia Ajak Dunia Fokus Pemulihan Ekonomi

Jika terus berlanjut, konflik Rusia-Ukraina dapat membuat sejumlah negara melarang masuk komoditas Rusia seperti minyak bumi, nikel, aluminium, palladium, dan gandum. Hal ini dapat meningkatkan harga komoditas dunia ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Peningkatan harga minyak bumi pun dapat mengerek naik harga bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas bahan pangan penting serta penting lain di dalam negeri.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Transformasi Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

&quot;Pemerintah perlu berhati-hati dengan kenaikan harga minyak mentah dan gandum. Juga perlu menjaga kestabilan inflasi dengan menjaga harga BBM dalam negeri dan bahan-bahan pokok stabil dan tidak bervolatilitas tinggi,&quot; ucapnya.
Belanja pemerintah untuk subsidi energi pun dapat meningkat jika konflik antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut sehingga anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tertekan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yOC8xLzE0NTQ4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada Januari 2022 realisasi subsidi energi pemerintah telah mencapai  Rp10,42 triliun atau naik 347,2% year on year dari realisasi pada  Januari 2021 yang sebesar Rp2,3 triliun.
&quot;Konsekuensi dari kebijakan countercyclical, misalnya dengan  intervensi harga atau pemberian subsidi, akan memberikan tekanan  terhadap defisit APBN. Sehingga APBN perlu dikelola dengan efisien,  dengan memprioritaskan pertumbuhan ekonomi, dan mempertimbangkan menunda  pemindahan ibu kota,&quot; katanya.
Terhadap pasar keuangan, dengan sanksi yang diberikan Amerika Serikat  terhadap pemain pasar keuangan dan perusahaan teknologi Rusia serta  kenaikan inflasi yang berpotensi lebih tinggi, konflik Rusia-Ukraina  dapat membuat Bank Sentral AS The Fed meningkatkan suku bunga ke tingkat  yang lebih tinggi dari perkiraan semula.
&quot;Hal itu dapat membuat nilai tukar rupiah terdepresiasi, terjadi  capital outflow, dan dampak negatif kepada balance of payment (BoP). Di  pasar keuangan, konflik juga dapat berdampak terhadap penyaluran kredit,  dan kinerja korporasi,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina akan memperlambat pemulihan ekonomi Indonesia dan negara berkembang lain.
&quot;Konflik Rusia-Ukraina yang memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global akan mempengaruhi dan memperlambat pemulihan ekonomi terutama emerging market seperti Indonesia,&quot; kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha M Rachbini di Jakarta, Selasa (1/3/2022).
BACA JUGA:Konflik Rusia-Ukraina, Indonesia Ajak Dunia Fokus Pemulihan Ekonomi

Jika terus berlanjut, konflik Rusia-Ukraina dapat membuat sejumlah negara melarang masuk komoditas Rusia seperti minyak bumi, nikel, aluminium, palladium, dan gandum. Hal ini dapat meningkatkan harga komoditas dunia ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Peningkatan harga minyak bumi pun dapat mengerek naik harga bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas bahan pangan penting serta penting lain di dalam negeri.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Transformasi Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

&quot;Pemerintah perlu berhati-hati dengan kenaikan harga minyak mentah dan gandum. Juga perlu menjaga kestabilan inflasi dengan menjaga harga BBM dalam negeri dan bahan-bahan pokok stabil dan tidak bervolatilitas tinggi,&quot; ucapnya.
Belanja pemerintah untuk subsidi energi pun dapat meningkat jika konflik antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut sehingga anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tertekan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yOC8xLzE0NTQ4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada Januari 2022 realisasi subsidi energi pemerintah telah mencapai  Rp10,42 triliun atau naik 347,2% year on year dari realisasi pada  Januari 2021 yang sebesar Rp2,3 triliun.
&quot;Konsekuensi dari kebijakan countercyclical, misalnya dengan  intervensi harga atau pemberian subsidi, akan memberikan tekanan  terhadap defisit APBN. Sehingga APBN perlu dikelola dengan efisien,  dengan memprioritaskan pertumbuhan ekonomi, dan mempertimbangkan menunda  pemindahan ibu kota,&quot; katanya.
Terhadap pasar keuangan, dengan sanksi yang diberikan Amerika Serikat  terhadap pemain pasar keuangan dan perusahaan teknologi Rusia serta  kenaikan inflasi yang berpotensi lebih tinggi, konflik Rusia-Ukraina  dapat membuat Bank Sentral AS The Fed meningkatkan suku bunga ke tingkat  yang lebih tinggi dari perkiraan semula.
&quot;Hal itu dapat membuat nilai tukar rupiah terdepresiasi, terjadi  capital outflow, dan dampak negatif kepada balance of payment (BoP). Di  pasar keuangan, konflik juga dapat berdampak terhadap penyaluran kredit,  dan kinerja korporasi,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
