<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Bisa Redam Konflik Ukraina-Rusia dengan Cara Ini</title><description>Indonesia diharapkan menggunakan kepemimpinannya dalam G20 untuk  berkontribusi memediasi dan meredam konflik antara Ukraina dan Rusia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554744/indonesia-bisa-redam-konflik-ukraina-rusia-dengan-cara-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554744/indonesia-bisa-redam-konflik-ukraina-rusia-dengan-cara-ini"/><item><title>Indonesia Bisa Redam Konflik Ukraina-Rusia dengan Cara Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554744/indonesia-bisa-redam-konflik-ukraina-rusia-dengan-cara-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554744/indonesia-bisa-redam-konflik-ukraina-rusia-dengan-cara-ini</guid><pubDate>Selasa 01 Maret 2022 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/01/320/2554744/indonesia-bisa-redam-konflik-ukraina-rusia-dengan-cara-ini-VoMc34n6cf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presidensi G20 Indonesia bisa meredam konflik Rusia-Ukraina (foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/01/320/2554744/indonesia-bisa-redam-konflik-ukraina-rusia-dengan-cara-ini-VoMc34n6cf.jpeg</image><title>Presidensi G20 Indonesia bisa meredam konflik Rusia-Ukraina (foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia diharapkan menggunakan kepemimpinannya dalam G20 untuk berkontribusi memediasi dan meredam konflik antara Ukraina dan Rusia. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan Indonesia bisa melakukan perundingan-perundingan atau mediasi sehingga konflik yang lebih parah antara Ukraina dan Rusia bisa dicegah.
Bhima menegaskan hal itu harus dilakukan mengingat konflik antara Ukraina dan Rusia sangat berpotensi mempengaruhi pemulihan global dari dampak pandemi COVID-19.
BACA JUGA:G20 Momentum Kemajuan Ekonomi Daerah

Menciptakan momentum pemulihan baik dari sisi sosial, kesehatan hingga ekonomi merupakan tujuan Presidensi G20 Indonesia melalui temanya &quot;Recover Together Recover Stronger&quot;.
Menurutnya, konflik ini sangat merugikan pemulihan ekonomi global bahkan inflasi yang diciptakan dari harga minyak juga bisa menjalar ke negara berkembang maupun negara miskin yang selama ini telah berjuang untuk melalui tekankan krisis pandemi.
BACA JUGA:Jelang G20, Ratusan Kapal Jaga Keselamatan Pelayaran dan Keamanan Laut RI 

Oleh sebab itu Indonesia melalui kepemimpinannya dalam G20 diharapkan mampu melakukan penurunan tensi ketegangan serta menghentikan invasi antara Ukraina dan Rusia.
Indonesia harus bisa mengembalikan fokus dunia pada dua permasalahan paling besar saat ini yaitu koordinasi untuk penanganan pandemi atau kesehatan dan pemulihan ekonomi global.
&amp;ldquo;Fungsi Indonesia dalam Presidensi G20 ini cukup penting,&amp;rdquo; tegasnya.
Terlebih lagi Indonesia dalam konflik Ukraina-Rusia adalah negara non-partisipan atau politik bebas aktif sehingga tidak berpihak pada kepentingan baik Ukraina maupun Rusia.&amp;ldquo;Ini harapannya bisa menjadi pihak yang netral dan mampu melakukan  mediasi. Kolaborasi ekonomi merupakan jawaban untuk meredam suasana  ketegangan politik keamanan Eropa bagian timur,&amp;rdquo; kata Bhima.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan situasi  geopolitik seperti ketegangan di Ukraina menambah tantangan bagi upaya  pemulihan global yang dilakukan para anggota G20.
Meski dalam forum finance track tidak secara khusus membahas konflik  ini namun ternyata suasana geopolitik tersebut memberikan spillover  kepada perekonomian.
Presidensi G20 Indonesia pun berusaha menemukan cara agar aspek  geopolitik ini tidak menjadi masalah yang dapat melemahkan upaya  pemulihan ekonomi.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia diharapkan menggunakan kepemimpinannya dalam G20 untuk berkontribusi memediasi dan meredam konflik antara Ukraina dan Rusia. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan Indonesia bisa melakukan perundingan-perundingan atau mediasi sehingga konflik yang lebih parah antara Ukraina dan Rusia bisa dicegah.
Bhima menegaskan hal itu harus dilakukan mengingat konflik antara Ukraina dan Rusia sangat berpotensi mempengaruhi pemulihan global dari dampak pandemi COVID-19.
BACA JUGA:G20 Momentum Kemajuan Ekonomi Daerah

Menciptakan momentum pemulihan baik dari sisi sosial, kesehatan hingga ekonomi merupakan tujuan Presidensi G20 Indonesia melalui temanya &quot;Recover Together Recover Stronger&quot;.
Menurutnya, konflik ini sangat merugikan pemulihan ekonomi global bahkan inflasi yang diciptakan dari harga minyak juga bisa menjalar ke negara berkembang maupun negara miskin yang selama ini telah berjuang untuk melalui tekankan krisis pandemi.
BACA JUGA:Jelang G20, Ratusan Kapal Jaga Keselamatan Pelayaran dan Keamanan Laut RI 

Oleh sebab itu Indonesia melalui kepemimpinannya dalam G20 diharapkan mampu melakukan penurunan tensi ketegangan serta menghentikan invasi antara Ukraina dan Rusia.
Indonesia harus bisa mengembalikan fokus dunia pada dua permasalahan paling besar saat ini yaitu koordinasi untuk penanganan pandemi atau kesehatan dan pemulihan ekonomi global.
&amp;ldquo;Fungsi Indonesia dalam Presidensi G20 ini cukup penting,&amp;rdquo; tegasnya.
Terlebih lagi Indonesia dalam konflik Ukraina-Rusia adalah negara non-partisipan atau politik bebas aktif sehingga tidak berpihak pada kepentingan baik Ukraina maupun Rusia.&amp;ldquo;Ini harapannya bisa menjadi pihak yang netral dan mampu melakukan  mediasi. Kolaborasi ekonomi merupakan jawaban untuk meredam suasana  ketegangan politik keamanan Eropa bagian timur,&amp;rdquo; kata Bhima.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan situasi  geopolitik seperti ketegangan di Ukraina menambah tantangan bagi upaya  pemulihan global yang dilakukan para anggota G20.
Meski dalam forum finance track tidak secara khusus membahas konflik  ini namun ternyata suasana geopolitik tersebut memberikan spillover  kepada perekonomian.
Presidensi G20 Indonesia pun berusaha menemukan cara agar aspek  geopolitik ini tidak menjadi masalah yang dapat melemahkan upaya  pemulihan ekonomi.</content:encoded></item></channel></rss>
