<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luas Panen Padi Berkurang, Kemarau hingga Bencana Jadi Penyebabnya</title><description>Tingkat kemarau yang tinggi pada Agustus-September menjadi salah satu pemicu menurunnya luas panen padi pada 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554804/luas-panen-padi-berkurang-kemarau-hingga-bencana-jadi-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554804/luas-panen-padi-berkurang-kemarau-hingga-bencana-jadi-penyebabnya"/><item><title>Luas Panen Padi Berkurang, Kemarau hingga Bencana Jadi Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554804/luas-panen-padi-berkurang-kemarau-hingga-bencana-jadi-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554804/luas-panen-padi-berkurang-kemarau-hingga-bencana-jadi-penyebabnya</guid><pubDate>Selasa 01 Maret 2022 17:42 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/01/320/2554804/luas-panen-padi-berkurang-kemarau-hingga-bencana-jadi-penyebabnya-6SEbXDEzIO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luas panen berkurang karena kemarau (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/01/320/2554804/luas-panen-padi-berkurang-kemarau-hingga-bencana-jadi-penyebabnya-6SEbXDEzIO.jpg</image><title>Luas panen berkurang karena kemarau (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemarau yang tinggi pada Agustus-September menjadi salah satu pemicu menurunnya luas panen padi pada 2021.
&quot;Kemarau ini menyebabkan kekeringan, sehingga berdampak pada luas panen padi yang jauh lebih rendah dibanding bulan yang sama di 2020,&quot; kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Selasa (1/3/2022).
BACA JUGA:Presiden Jokowi Dorong Petani Rambah Pasca-Panen

Diketahui, luas panen padi pada 2021 mencapai sekitar 10,41 juta hektar, mengalami penurunan sebanyak 245,47 ribu hektar atau 2,30% dibandingkan luas panen padi di 2020 yang sebesar 10,66 juta hektar.
Setianto menambahkan, penyebab kedua adalah peralihan ke tanaman lain selain padi di Agustus-September 2021 karena adanya kemarau yang mengakibatkan kurangnya pasokan air.
BACA JUGA:BNPB: Dua Hektare Sawah dan 26 Rumah Warga Terancam Tertimbun Longsor di Sumedang

Hal lain yang menyebabkan penurunan luas panen yaitu terjadinya bencana atau musibah di beberapa wilayah, di antaranya erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur dan beberapa tempat terjadi serangan hama di awal tahun.&quot;Selain itu intensitas hujan yang cukup tinggi di akhir 2021  berdampak pada luas panen sepanjang Oktober-Desember 2021,&quot; ungkap  Setianto.
Sementara itu, Setianto menambahkan bahwa jika dilihat, potensi luas  panen padi sepanjang sub around I pada Januari-April 2022 berdasarkan  pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA) mencapai 4,81 juta hektare.
&quot;Angkanya diperkirakan mengalami kenaikan 0,38 juta hektare. Secara  presentase ini kenaikannya 8,58% dibandingkan dengan realisasi luas  panen pada sub around pertama 2021 yang sebesar 4,43 juta hektare,&quot;  pungkas Setianto.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemarau yang tinggi pada Agustus-September menjadi salah satu pemicu menurunnya luas panen padi pada 2021.
&quot;Kemarau ini menyebabkan kekeringan, sehingga berdampak pada luas panen padi yang jauh lebih rendah dibanding bulan yang sama di 2020,&quot; kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Selasa (1/3/2022).
BACA JUGA:Presiden Jokowi Dorong Petani Rambah Pasca-Panen

Diketahui, luas panen padi pada 2021 mencapai sekitar 10,41 juta hektar, mengalami penurunan sebanyak 245,47 ribu hektar atau 2,30% dibandingkan luas panen padi di 2020 yang sebesar 10,66 juta hektar.
Setianto menambahkan, penyebab kedua adalah peralihan ke tanaman lain selain padi di Agustus-September 2021 karena adanya kemarau yang mengakibatkan kurangnya pasokan air.
BACA JUGA:BNPB: Dua Hektare Sawah dan 26 Rumah Warga Terancam Tertimbun Longsor di Sumedang

Hal lain yang menyebabkan penurunan luas panen yaitu terjadinya bencana atau musibah di beberapa wilayah, di antaranya erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur dan beberapa tempat terjadi serangan hama di awal tahun.&quot;Selain itu intensitas hujan yang cukup tinggi di akhir 2021  berdampak pada luas panen sepanjang Oktober-Desember 2021,&quot; ungkap  Setianto.
Sementara itu, Setianto menambahkan bahwa jika dilihat, potensi luas  panen padi sepanjang sub around I pada Januari-April 2022 berdasarkan  pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA) mencapai 4,81 juta hektare.
&quot;Angkanya diperkirakan mengalami kenaikan 0,38 juta hektare. Secara  presentase ini kenaikannya 8,58% dibandingkan dengan realisasi luas  panen pada sub around pertama 2021 yang sebesar 4,43 juta hektare,&quot;  pungkas Setianto.</content:encoded></item></channel></rss>
