<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Invasi Rusia ke Ukraina, Harga Pupuk dan Gandum Naik</title><description>Invasi Rusia ke Ukraina akan berdampak pada kenaikan harga pupuk dan gandum.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554889/dampak-invasi-rusia-ke-ukraina-harga-pupuk-dan-gandum-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554889/dampak-invasi-rusia-ke-ukraina-harga-pupuk-dan-gandum-naik"/><item><title>Dampak Invasi Rusia ke Ukraina, Harga Pupuk dan Gandum Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554889/dampak-invasi-rusia-ke-ukraina-harga-pupuk-dan-gandum-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/01/320/2554889/dampak-invasi-rusia-ke-ukraina-harga-pupuk-dan-gandum-naik</guid><pubDate>Selasa 01 Maret 2022 20:34 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/01/320/2554889/dampak-invasi-rusia-ke-ukraina-harga-pupuk-dan-gandum-naik-jm2USROU7r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konflik Rusia-Ukraina berdampak pada kenaikan harga gandum dan pupuk (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/01/320/2554889/dampak-invasi-rusia-ke-ukraina-harga-pupuk-dan-gandum-naik-jm2USROU7r.jpg</image><title>Konflik Rusia-Ukraina berdampak pada kenaikan harga gandum dan pupuk (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina akan berdampak pada kenaikan harga pupuk dan gandum.
&amp;ldquo;Konflik ini akan berpengaruh besar pada harga pangan di Indonesia dan Indonesia harus segera mencari sumber gandum dan pupuk baru secepatnya untuk membatasi kenaikan harga pangan,&amp;rdquo; terang Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta, Selasa (1/3/2022).
BACA JUGA:Berlinang Air Mata, Bocah Ukraina Terpaksa Tinggalkan Ayahnya Mengungsi dari Invasi Rusia

Krisna memaparkan, data dari UN Comtrade menunjukkan, pada tahun 2020, Ukraina memasok sekitar 23,51% gandum Indonesia. Tidak hanya Ukraina, Rusia pun memiliki hubungan perdagangan pangan yang cukup erat dengan Indonesia.
&quot;Sebanyak 15,75% pupuk impor Indonesia datang dari Rusia. Di samping itu, kedua negara merupakan sumber dari 7,38% produk baja impor Indonesia. Sementara itu, Rusia membeli sekitar 5% produk minyak nabati dari Indonesia,&quot; terangnya.
BACA JUGA:Dijatuhkan Sanksi Ekonomi, Dubes Rusia: Kami Punya Segalanya!

Untuk diketahui, Rusia adalah salah satu eksportir utama minyak bumi, gas alam, dan barang tambang dunia. Sementara Ukraina adalah salah satu eksportir utama gandum. Di samping itu, sebagai penghasil gas alam dan potash, Rusia juga merupakan produsen pupuk yang cukup besar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8wMS8xLzE0NTU1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Krisna, perang Rusia-Ukraina akan menggeser urgensi  menyelesaikan masalah iklim. Pupuk, gandum dan energi adalah produk  antara, yang kelangkaannya akan merambat ke naiknya harga produk  turunan.
&amp;ldquo;Konflik global akan memberikan tantangan terhadap inflasi, terutama  produk pangan dan energi. Indonesia harus memanfaatkan G20 untuk  bersama-sama membangun rantai nilai yang lebih resilient atau tahan  banting dan membatasi meluasnya dampak perang Rusia-Ukraina,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina akan berdampak pada kenaikan harga pupuk dan gandum.
&amp;ldquo;Konflik ini akan berpengaruh besar pada harga pangan di Indonesia dan Indonesia harus segera mencari sumber gandum dan pupuk baru secepatnya untuk membatasi kenaikan harga pangan,&amp;rdquo; terang Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta, Selasa (1/3/2022).
BACA JUGA:Berlinang Air Mata, Bocah Ukraina Terpaksa Tinggalkan Ayahnya Mengungsi dari Invasi Rusia

Krisna memaparkan, data dari UN Comtrade menunjukkan, pada tahun 2020, Ukraina memasok sekitar 23,51% gandum Indonesia. Tidak hanya Ukraina, Rusia pun memiliki hubungan perdagangan pangan yang cukup erat dengan Indonesia.
&quot;Sebanyak 15,75% pupuk impor Indonesia datang dari Rusia. Di samping itu, kedua negara merupakan sumber dari 7,38% produk baja impor Indonesia. Sementara itu, Rusia membeli sekitar 5% produk minyak nabati dari Indonesia,&quot; terangnya.
BACA JUGA:Dijatuhkan Sanksi Ekonomi, Dubes Rusia: Kami Punya Segalanya!

Untuk diketahui, Rusia adalah salah satu eksportir utama minyak bumi, gas alam, dan barang tambang dunia. Sementara Ukraina adalah salah satu eksportir utama gandum. Di samping itu, sebagai penghasil gas alam dan potash, Rusia juga merupakan produsen pupuk yang cukup besar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8wMS8xLzE0NTU1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Krisna, perang Rusia-Ukraina akan menggeser urgensi  menyelesaikan masalah iklim. Pupuk, gandum dan energi adalah produk  antara, yang kelangkaannya akan merambat ke naiknya harga produk  turunan.
&amp;ldquo;Konflik global akan memberikan tantangan terhadap inflasi, terutama  produk pangan dan energi. Indonesia harus memanfaatkan G20 untuk  bersama-sama membangun rantai nilai yang lebih resilient atau tahan  banting dan membatasi meluasnya dampak perang Rusia-Ukraina,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
