<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JPFA Bakal Buyback Saham Rp350 Miliar</title><description>PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) akan melakukan pembelian kembali saham (buyback).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/278/2555517/jpfa-bakal-buyback-saham-rp350-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/278/2555517/jpfa-bakal-buyback-saham-rp350-miliar"/><item><title>JPFA Bakal Buyback Saham Rp350 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/278/2555517/jpfa-bakal-buyback-saham-rp350-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/278/2555517/jpfa-bakal-buyback-saham-rp350-miliar</guid><pubDate>Rabu 02 Maret 2022 20:14 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/02/278/2555517/jpfa-bakal-buyback-saham-rp350-miliar-AfcZ5RXbRo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Japfa Comfeed berencana buyback saham (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/02/278/2555517/jpfa-bakal-buyback-saham-rp350-miliar-AfcZ5RXbRo.jpg</image><title>Japfa Comfeed berencana buyback saham (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) akan melakukan pembelian kembali saham (buyback). JPFA menyiapkan dana hingga Rp350 miliar untuk menyerap maksimum 1,5% dari seluruh saham yang telah ditempatkan Perseroan.
BACA JUGA:Jualan Nugget, Laba Japfa Milik Miliarder Handojo Santosa Meroket 486% Jadi Rp1,5 Triliun

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (2/3/2022), aksi korporasi ini akan dilakukan setelah perseroan mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Rabu, 6 April 2022 mendatang.
Sesuai ketentuan POJK 30/2017, Buyback dapat dilaksanakan selama 18 bulan yang dapat dimulai setelah Perseroan memperoleh persetujuan dari RUPSLB, yaitu dimulai pada tanggal 7 April 2022 sampai dengan tanggal 6 Oktober 2023.
BACA JUGA:Japfa Comfeed Ekspor Ayam Olahan ke Papua Nugini

&quot;Buyback akan dilakukan baik melalui Bursa maupun di luar Bursa. Dalam hal Buyback akan dilaksanakan melalui Bursa, Perseroan akan menunjuk perantara pedagang efek yang terdaftar di Bursa,&quot; tulis manajemen JPFA
Berdasarkan usulan jumlah maksimum Buyback sebesar 1,5% dari keseluruhan saham yang telah dikeluarkan, pengaruh terhadap EPS (Earnings Per Share) yang dihitung berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi per 31 Desember 2021.Adapun saham hasil buyback tersebut akan digunakan untuk beberapa  tujuan. Pertama, penjualan kembali atau dijual di luar pasar kepada  investor atau pemegang saham Perseroan. Lalu, untuk pembiayaan utang  yang bersifat ekuitas seperti obligasi yang dapat ditukarkan.
Selanjutnya, ESOP termasuk namun tidak terbatas PT Japfa Performance  Share Plan, pengurangan modal, atau keperluan lainnya sepanjang  diijinkan oleh ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan laporan keuangan Japfa, total ekuitas naik 14,8% menjadi  Rp13,10 triliun per Desember 2021 dari posisi Rp11,41 triliun pada akhir  2020. Sementara itu, liabilitas juga tercatat tumbuh 6,51% menjadi  Rp15,48 triliun dari sebelumnya Rp14,53 triliun pada akhir 2020.
Di sisi lain, perseroan membukukan pertumbuhan laba sebesar 74,3%  secara tahunan pada Januari hingga Desember 2021 menjadi Rp2,13 triliun  dari sebelumnya Rp1,22 triliun pada periode yang sama tahun 2020.  Perseroan juga membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 21,40% menjadi  Rp44,87 triliun dari sebelumnya Rp36,96 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) akan melakukan pembelian kembali saham (buyback). JPFA menyiapkan dana hingga Rp350 miliar untuk menyerap maksimum 1,5% dari seluruh saham yang telah ditempatkan Perseroan.
BACA JUGA:Jualan Nugget, Laba Japfa Milik Miliarder Handojo Santosa Meroket 486% Jadi Rp1,5 Triliun

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (2/3/2022), aksi korporasi ini akan dilakukan setelah perseroan mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Rabu, 6 April 2022 mendatang.
Sesuai ketentuan POJK 30/2017, Buyback dapat dilaksanakan selama 18 bulan yang dapat dimulai setelah Perseroan memperoleh persetujuan dari RUPSLB, yaitu dimulai pada tanggal 7 April 2022 sampai dengan tanggal 6 Oktober 2023.
BACA JUGA:Japfa Comfeed Ekspor Ayam Olahan ke Papua Nugini

&quot;Buyback akan dilakukan baik melalui Bursa maupun di luar Bursa. Dalam hal Buyback akan dilaksanakan melalui Bursa, Perseroan akan menunjuk perantara pedagang efek yang terdaftar di Bursa,&quot; tulis manajemen JPFA
Berdasarkan usulan jumlah maksimum Buyback sebesar 1,5% dari keseluruhan saham yang telah dikeluarkan, pengaruh terhadap EPS (Earnings Per Share) yang dihitung berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi per 31 Desember 2021.Adapun saham hasil buyback tersebut akan digunakan untuk beberapa  tujuan. Pertama, penjualan kembali atau dijual di luar pasar kepada  investor atau pemegang saham Perseroan. Lalu, untuk pembiayaan utang  yang bersifat ekuitas seperti obligasi yang dapat ditukarkan.
Selanjutnya, ESOP termasuk namun tidak terbatas PT Japfa Performance  Share Plan, pengurangan modal, atau keperluan lainnya sepanjang  diijinkan oleh ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan laporan keuangan Japfa, total ekuitas naik 14,8% menjadi  Rp13,10 triliun per Desember 2021 dari posisi Rp11,41 triliun pada akhir  2020. Sementara itu, liabilitas juga tercatat tumbuh 6,51% menjadi  Rp15,48 triliun dari sebelumnya Rp14,53 triliun pada akhir 2020.
Di sisi lain, perseroan membukukan pertumbuhan laba sebesar 74,3%  secara tahunan pada Januari hingga Desember 2021 menjadi Rp2,13 triliun  dari sebelumnya Rp1,22 triliun pada periode yang sama tahun 2020.  Perseroan juga membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 21,40% menjadi  Rp44,87 triliun dari sebelumnya Rp36,96 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
