<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minyak Brent Tembus USD110,01/Barel, Siap-Siap Harga BBM Naik?</title><description>Harga minyak mentah Brent melonjak drastis hari ini. Brent dibanderol USD110,01 per barel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555121/minyak-brent-tembus-usd110-01-barel-siap-siap-harga-bbm-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555121/minyak-brent-tembus-usd110-01-barel-siap-siap-harga-bbm-naik"/><item><title>Minyak Brent Tembus USD110,01/Barel, Siap-Siap Harga BBM Naik?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555121/minyak-brent-tembus-usd110-01-barel-siap-siap-harga-bbm-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555121/minyak-brent-tembus-usd110-01-barel-siap-siap-harga-bbm-naik</guid><pubDate>Rabu 02 Maret 2022 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/02/320/2555121/minyak-brent-tembus-usd110-01-barel-siap-siap-harga-bbm-naik-2EtOG7ZyQO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/02/320/2555121/minyak-brent-tembus-usd110-01-barel-siap-siap-harga-bbm-naik-2EtOG7ZyQO.jpg</image><title>Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak mentah Brent melonjak drastis hari ini. Brent dibanderol USD110,01 per barel.
Berdasarkan data New York Mercantile Exchange (NYMEX) hingga pukul 10:51 WIB, minyak Brent kontrak Mei 2022 melesat 4,80% menembus USD110,01 per barel, dari sesi sebelumnya di USD104,97 per barel.
Kontrak Brent Juni 2022 melejit 3,98% di USD105,15 per barel, dan kontrak Brent Juli 2022 terbang 3,62% di USD101,52 per barel.
Baca Juga:&amp;nbsp;Naik 7%, Harga Minyak Capai Level Tertinggi di USD104,9/Barel
Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak April 2022 naik 5,08% di USD108,68 per barel, kontrak Mei 2022 meroket 4,78% di USD105,00 per barel, dan kontrak Juni 2022 to the moon 4,29% di USD100,37 per barel.
Kenaikan harga komoditas minyak mendapat dorongan dari sanksi Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap Rusia.
Diketahui, hukuman negara-negara barat terhadap Rusia menyusul agresi militer Moskow di Ukraina menghambat pembiayaan perdagangan untuk pengiriman minyak mentah. Sejumlah investor komoditas minyak memilih untuk menghindari pasokan Rusia di tengah ketatnya pasar.
&quot;Gangguan perdagangan mulai menarik perhatian orang,&quot; kata ekonom Westpac Justin Smirk, dilansir Reuters, Rabu (2/3/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Rusia-Ukraina Perang, Harga Minyak Meroket 3,1% Tembus USD100,9/Barel
Justin mencermati bahwa masalah pembiayaan akan terus mendorong harga minyak menembus level tertingginya.
&quot;Masalah seputar pembiayaan perdagangan dan asuransi - itu semua berdampak pada ekspor minyak dari Laut Hitam. Guncangan pasokan sedang berlangsung,&quot; lanjutnya.
Seperti diketahui, ekspor minyak Rusia menyumbang sekitar 8% dari pasokan global. Pada saat yang sama, negara-negara Barat masih belum memberlakukan sanksi terhadap ekspor energi secara langsung. Kendati demikian, sejumlah investor dan trader di Amerika Serikat diperkirakan akan menghindari minyak mentah dari Rusia.&quot;Para pedagang kemungkinan tidak menyentuh barel minyak dari Rusia. Kita sudah melihat masalahnya sekarang, memang ada yang sudah dibeli sebelum invasi. Tetapi tidak akan banyak lagi setelah itu,&quot; kata seorang trader di Pelabuhan New York kepada Reuters.
Sementara itu, pelepasan stok sejumlah 60 juta barel minyak oleh negara-negara anggota Badan Energi Internasional yang disepakati pada Selasa (1/3)diperkirakan bakal membatasi kenaikan harga minyak di pasar. Namun, analis menilai itu hanya akan memberikan bantuan sementara di sisi pasokan.
&quot;Mereka membantu membatasi kenaikan, tetapi jika ingin membalikkan harga, kita membutuhkan sesuatu yang lebih sustain,&quot; tegas Smirk.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak mentah Brent melonjak drastis hari ini. Brent dibanderol USD110,01 per barel.
Berdasarkan data New York Mercantile Exchange (NYMEX) hingga pukul 10:51 WIB, minyak Brent kontrak Mei 2022 melesat 4,80% menembus USD110,01 per barel, dari sesi sebelumnya di USD104,97 per barel.
Kontrak Brent Juni 2022 melejit 3,98% di USD105,15 per barel, dan kontrak Brent Juli 2022 terbang 3,62% di USD101,52 per barel.
Baca Juga:&amp;nbsp;Naik 7%, Harga Minyak Capai Level Tertinggi di USD104,9/Barel
Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak April 2022 naik 5,08% di USD108,68 per barel, kontrak Mei 2022 meroket 4,78% di USD105,00 per barel, dan kontrak Juni 2022 to the moon 4,29% di USD100,37 per barel.
Kenaikan harga komoditas minyak mendapat dorongan dari sanksi Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap Rusia.
Diketahui, hukuman negara-negara barat terhadap Rusia menyusul agresi militer Moskow di Ukraina menghambat pembiayaan perdagangan untuk pengiriman minyak mentah. Sejumlah investor komoditas minyak memilih untuk menghindari pasokan Rusia di tengah ketatnya pasar.
&quot;Gangguan perdagangan mulai menarik perhatian orang,&quot; kata ekonom Westpac Justin Smirk, dilansir Reuters, Rabu (2/3/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Rusia-Ukraina Perang, Harga Minyak Meroket 3,1% Tembus USD100,9/Barel
Justin mencermati bahwa masalah pembiayaan akan terus mendorong harga minyak menembus level tertingginya.
&quot;Masalah seputar pembiayaan perdagangan dan asuransi - itu semua berdampak pada ekspor minyak dari Laut Hitam. Guncangan pasokan sedang berlangsung,&quot; lanjutnya.
Seperti diketahui, ekspor minyak Rusia menyumbang sekitar 8% dari pasokan global. Pada saat yang sama, negara-negara Barat masih belum memberlakukan sanksi terhadap ekspor energi secara langsung. Kendati demikian, sejumlah investor dan trader di Amerika Serikat diperkirakan akan menghindari minyak mentah dari Rusia.&quot;Para pedagang kemungkinan tidak menyentuh barel minyak dari Rusia. Kita sudah melihat masalahnya sekarang, memang ada yang sudah dibeli sebelum invasi. Tetapi tidak akan banyak lagi setelah itu,&quot; kata seorang trader di Pelabuhan New York kepada Reuters.
Sementara itu, pelepasan stok sejumlah 60 juta barel minyak oleh negara-negara anggota Badan Energi Internasional yang disepakati pada Selasa (1/3)diperkirakan bakal membatasi kenaikan harga minyak di pasar. Namun, analis menilai itu hanya akan memberikan bantuan sementara di sisi pasokan.
&quot;Mereka membantu membatasi kenaikan, tetapi jika ingin membalikkan harga, kita membutuhkan sesuatu yang lebih sustain,&quot; tegas Smirk.</content:encoded></item></channel></rss>
