<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Global Bakal Turun 0,2% Gara-Gara Invasi Rusia</title><description>Invasi Rusia ke Ukraina dapat membuat perekonomian global pada 2022 turun 0,2% year on year.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555483/ekonomi-global-bakal-turun-0-2-gara-gara-invasi-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555483/ekonomi-global-bakal-turun-0-2-gara-gara-invasi-rusia"/><item><title>Ekonomi Global Bakal Turun 0,2% Gara-Gara Invasi Rusia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555483/ekonomi-global-bakal-turun-0-2-gara-gara-invasi-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555483/ekonomi-global-bakal-turun-0-2-gara-gara-invasi-rusia</guid><pubDate>Rabu 02 Maret 2022 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/02/320/2555483/ekonomi-global-bakal-turun-0-2-gara-gara-invasi-rusia-zfybYaoQK1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi dunia terdampak konflik Rusia-Ukraina (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/02/320/2555483/ekonomi-global-bakal-turun-0-2-gara-gara-invasi-rusia-zfybYaoQK1.jpg</image><title>Ekonomi dunia terdampak konflik Rusia-Ukraina (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina dapat membuat ekonomi global pada 2022 turun 0,2% year on year. Asisten Peneliti Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Lestary J Barany mengatakan hal ini berdasarkan simulasi dari Oxford Economics.
&quot;Krisis Ukraina ini diperkirakan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi global karena daerah-daerah yang terkait juga mengalami penurunan, terdampak secara ekonomi,&quot; kata Lestary, Rabu (2/3/2022).
BACA JUGA:Tumbuh 52%, E-Commerce Jadi Kekuatan Baru Ekonomi RI

Rusia diperkirakan akan mengalami kerugian yang paling besar yang dapat menurunkan Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut hingga tahun 2024.
Selain dari invasi yang dilakukan oleh Rusia, sanksi-sanksi yang diberikan kepada Rusia juga menahan laju pasokan minyak dan gas ke sejumlah negara Eropa sehingga perekonomian global ikut tertekan.
Di Indonesia kenaikan harga minyak pasca konflik Rusia dan Ukraina yang telah menembus USD100 per barel dapat menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 yang mematok harga minyak sebesar USD63 per barel.
BACA JUGA:Dampak Perang terhadap Ekonomi Rusia dan Ukraina

Lestary memperkirakan konflik Rusia-Ukraina juga akan menghambat pasokan gandum ke Indonesia dimana 75% impor Ukraina merupakan bahan baku produk sereal termasuk gandum.
&quot;Bisa dibilang ini adalah top supplier untuk gandum Indonesia dan kalau kita melihat peta, ternyata lumbung gandum itu banyak di daerah timur, di mana daerah ini merupakan daerah yang sangat dekat dengan yang diduduki oleh Rusia,&quot; katanya.Di sisi lain kenaikan harga komoditas dapat memberikan keuntungan  jangka pendek untuk Indonesia, karena harga-harga komoditas ekspor  seperti batubara dan CPO juga mengalami peningkatan.
&quot;Tapi sebenarnya dalam jangka menengah, kalau misalnya harga minyak  itu naik dan juga merujuk pada resesi global, permintaan dari  negara-negara tujuan ekspor Indonesia itu pun dapat mengalami penurunan.  Jadi dalam jangka menengah ini juga akan kembali lagi memberikan  tekanan untuk perekonomian di Indonesia,&quot; ucapnya.
Pemulihan ekonomi global yang menjadi agenda prioritas Presidensi G20  Indonesia juga dapat tidak tercapai dengan konflik antara Rusia dan  Ukraina.
&quot;Karena kondisi geopolitik ini juga mungkin menjadikan kesepakatan  yang dicapai dalam perundingan tersebut menjadi tidak seoptimal  dibandingkan dengan kondisi tanpa konflik tersebut,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina dapat membuat ekonomi global pada 2022 turun 0,2% year on year. Asisten Peneliti Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Lestary J Barany mengatakan hal ini berdasarkan simulasi dari Oxford Economics.
&quot;Krisis Ukraina ini diperkirakan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi global karena daerah-daerah yang terkait juga mengalami penurunan, terdampak secara ekonomi,&quot; kata Lestary, Rabu (2/3/2022).
BACA JUGA:Tumbuh 52%, E-Commerce Jadi Kekuatan Baru Ekonomi RI

Rusia diperkirakan akan mengalami kerugian yang paling besar yang dapat menurunkan Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut hingga tahun 2024.
Selain dari invasi yang dilakukan oleh Rusia, sanksi-sanksi yang diberikan kepada Rusia juga menahan laju pasokan minyak dan gas ke sejumlah negara Eropa sehingga perekonomian global ikut tertekan.
Di Indonesia kenaikan harga minyak pasca konflik Rusia dan Ukraina yang telah menembus USD100 per barel dapat menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 yang mematok harga minyak sebesar USD63 per barel.
BACA JUGA:Dampak Perang terhadap Ekonomi Rusia dan Ukraina

Lestary memperkirakan konflik Rusia-Ukraina juga akan menghambat pasokan gandum ke Indonesia dimana 75% impor Ukraina merupakan bahan baku produk sereal termasuk gandum.
&quot;Bisa dibilang ini adalah top supplier untuk gandum Indonesia dan kalau kita melihat peta, ternyata lumbung gandum itu banyak di daerah timur, di mana daerah ini merupakan daerah yang sangat dekat dengan yang diduduki oleh Rusia,&quot; katanya.Di sisi lain kenaikan harga komoditas dapat memberikan keuntungan  jangka pendek untuk Indonesia, karena harga-harga komoditas ekspor  seperti batubara dan CPO juga mengalami peningkatan.
&quot;Tapi sebenarnya dalam jangka menengah, kalau misalnya harga minyak  itu naik dan juga merujuk pada resesi global, permintaan dari  negara-negara tujuan ekspor Indonesia itu pun dapat mengalami penurunan.  Jadi dalam jangka menengah ini juga akan kembali lagi memberikan  tekanan untuk perekonomian di Indonesia,&quot; ucapnya.
Pemulihan ekonomi global yang menjadi agenda prioritas Presidensi G20  Indonesia juga dapat tidak tercapai dengan konflik antara Rusia dan  Ukraina.
&quot;Karena kondisi geopolitik ini juga mungkin menjadikan kesepakatan  yang dicapai dalam perundingan tersebut menjadi tidak seoptimal  dibandingkan dengan kondisi tanpa konflik tersebut,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
