<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Rusia-Ukraina Peluang RI Atasi Defisit Dagang</title><description>Konflik Rusia dan Ukraina bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengatasi defisit perdagangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555547/perang-rusia-ukraina-peluang-ri-atasi-defisit-dagang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555547/perang-rusia-ukraina-peluang-ri-atasi-defisit-dagang"/><item><title>Perang Rusia-Ukraina Peluang RI Atasi Defisit Dagang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555547/perang-rusia-ukraina-peluang-ri-atasi-defisit-dagang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555547/perang-rusia-ukraina-peluang-ri-atasi-defisit-dagang</guid><pubDate>Rabu 02 Maret 2022 21:25 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/02/320/2555547/perang-rusia-ukraina-peluang-ri-atasi-defisit-dagang-t5d3ThwKSv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konflik Rusia-Ukraina jadi peluang atasi defisit neraca dagang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/02/320/2555547/perang-rusia-ukraina-peluang-ri-atasi-defisit-dagang-t5d3ThwKSv.jpg</image><title>Konflik Rusia-Ukraina jadi peluang atasi defisit neraca dagang (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Konflik Rusia-Ukraina bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengatasi defisit perdagangan. Saat ini neraca dagang Indonesia dengan Ukraina tercatat defisit.
&quot;Meski tidak besar, kita ada defisit neraca dagang sekitar Rp600 juta dolar AS dengan Ukraina, sehingga ini jadi peluang,&quot; ujar Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Heri Firdaus mengatakan, Rabu (2/3/2022).
BACA JUGA:Ekonomi RI Bisa Menyusut akibat Perang Rusia-Ukraina

Dia menilai, konflik Rusia dan Ukraina membuka peluang Indonesia untuk semakin bisa lebih banyak mengekspor barang ke Ukraina melalui negara tetangganya, seperti Latvia, Estonia, Belarusia, dan lain-lain.
BACA JUGA:Ekonomi Global Bakal Turun 0,2% Gara-Gara Invasi Rusia

Kerja sama bilateral yang lebih erat dengan negara tetangga dan mitra Rusia dan Ukraina diperlukan karena saat ini ekspor sulit dilakukan secara langsung ke dua negara yang sedang berkonflik.
Selain itu, Heri menuturkan terdapat strategi perdagangan lainnya yang bisa dilakukan Indonesia di tengah konflik Rusia dan Ukraina, yakni fokus terhadap negara tradisional ekspor, seperti Tiongkok, Jepang, dan India.&quot;Ini karena dampak konflik kedua negara terhadap Indonesia tidak  langsung, tetapi melalui turunnya permintaan impor barang konsumsi dari  Rusia dan Ukraina ke Tiongkok, di mana untuk memproduksi barang tersebut  Negeri Panda mengimpor bahan baku dari Indonesia,&quot; ungkap dia.
Dengan demikian, ia menyarankan Indonesia juga bisa lebih banyak  mengekspor barang konsumsi dibanding bahan baku untuk mempertahankan  pangsa pasar ekspor.
Diversifikasi ekspor produk yang bernilai tambah ke destinasi utama  dan destinasi baru juga penting dilakukan saat ini, di mana pemerintah  Indonesia semakin banyak melakukan inisiasi kerja sama perdagangan  dengan berbagai negara.
Di sisi lain, Heri berharap pemerintah bisa melakukan penyesuaian  kebijakan fasilitasi perdagangan untuk memitigasi dampak negatif invasi  Rusia akibat  perubahan peta dagang dunia, sehingga fasilitasi dagang  bisa dimanfaatkan oleh eksportir dan pengusaha.</description><content:encoded>JAKARTA - Konflik Rusia-Ukraina bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengatasi defisit perdagangan. Saat ini neraca dagang Indonesia dengan Ukraina tercatat defisit.
&quot;Meski tidak besar, kita ada defisit neraca dagang sekitar Rp600 juta dolar AS dengan Ukraina, sehingga ini jadi peluang,&quot; ujar Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Heri Firdaus mengatakan, Rabu (2/3/2022).
BACA JUGA:Ekonomi RI Bisa Menyusut akibat Perang Rusia-Ukraina

Dia menilai, konflik Rusia dan Ukraina membuka peluang Indonesia untuk semakin bisa lebih banyak mengekspor barang ke Ukraina melalui negara tetangganya, seperti Latvia, Estonia, Belarusia, dan lain-lain.
BACA JUGA:Ekonomi Global Bakal Turun 0,2% Gara-Gara Invasi Rusia

Kerja sama bilateral yang lebih erat dengan negara tetangga dan mitra Rusia dan Ukraina diperlukan karena saat ini ekspor sulit dilakukan secara langsung ke dua negara yang sedang berkonflik.
Selain itu, Heri menuturkan terdapat strategi perdagangan lainnya yang bisa dilakukan Indonesia di tengah konflik Rusia dan Ukraina, yakni fokus terhadap negara tradisional ekspor, seperti Tiongkok, Jepang, dan India.&quot;Ini karena dampak konflik kedua negara terhadap Indonesia tidak  langsung, tetapi melalui turunnya permintaan impor barang konsumsi dari  Rusia dan Ukraina ke Tiongkok, di mana untuk memproduksi barang tersebut  Negeri Panda mengimpor bahan baku dari Indonesia,&quot; ungkap dia.
Dengan demikian, ia menyarankan Indonesia juga bisa lebih banyak  mengekspor barang konsumsi dibanding bahan baku untuk mempertahankan  pangsa pasar ekspor.
Diversifikasi ekspor produk yang bernilai tambah ke destinasi utama  dan destinasi baru juga penting dilakukan saat ini, di mana pemerintah  Indonesia semakin banyak melakukan inisiasi kerja sama perdagangan  dengan berbagai negara.
Di sisi lain, Heri berharap pemerintah bisa melakukan penyesuaian  kebijakan fasilitasi perdagangan untuk memitigasi dampak negatif invasi  Rusia akibat  perubahan peta dagang dunia, sehingga fasilitasi dagang  bisa dimanfaatkan oleh eksportir dan pengusaha.</content:encoded></item></channel></rss>
