<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Limbah Baterai Kendaraan Listrik Mengandung Logam, Bisa Jadi Sentra Ekonomi Baru</title><description>Limbah baterai kendaraan listrik bisa menjadi sentra ekonomi baru di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555570/limbah-baterai-kendaraan-listrik-mengandung-logam-bisa-jadi-sentra-ekonomi-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555570/limbah-baterai-kendaraan-listrik-mengandung-logam-bisa-jadi-sentra-ekonomi-baru"/><item><title>Limbah Baterai Kendaraan Listrik Mengandung Logam, Bisa Jadi Sentra Ekonomi Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555570/limbah-baterai-kendaraan-listrik-mengandung-logam-bisa-jadi-sentra-ekonomi-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/02/320/2555570/limbah-baterai-kendaraan-listrik-mengandung-logam-bisa-jadi-sentra-ekonomi-baru</guid><pubDate>Rabu 02 Maret 2022 22:21 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/02/320/2555570/limbah-baterai-kendaraan-listrik-mengandung-logam-bisa-jadi-sentra-ekonomi-baru-8fu7LJ9YBP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Limbah baterai mobil listrik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/02/320/2555570/limbah-baterai-kendaraan-listrik-mengandung-logam-bisa-jadi-sentra-ekonomi-baru-8fu7LJ9YBP.jpg</image><title>Limbah baterai mobil listrik (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Limbah baterai kendaraan listrik bisa menjadi sentra ekonomi baru di Indonesia. Pasalnya baterai kendaraan listrik potensial menjadi circular economy karena mengandug logam.
Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin mengatakan, dalam peta jalan percepatan kendaraan listrik nasional yang telah disusun pemerintah, daur ulang limbah baterai akan digarap oleh PT Nasional Hijau Lestari (NHL).
BACA JUGA:Erick Thohir Tegaskan Investasi Baterai Kendaraan Listrik Harus di RI

Proses daur ulang baterai kendaraan listrik akan mengambil kembali logam-logam berharga, seperti kobalt, aluminium, mangan, dan litium.
Ahmad menyarankan agar pemerintah menata pengelolaan limbah dengan baik dan disalurkan kepada para pihak yang memiliki teknologi dan metodologi yang mumpuni, sehingga limbah baterai kendaraan listrik bisa ditambang ulang untuk diambil kembali berbagai jenis logam berharga di dalamnya.
BACA JUGA:RI-Inggris Bakal Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Lebih lanjut, ia berharap pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik dapat lebih baik ketimbang pengelolaan limbah aki bekas yang menyebabkan masyarakat terkontaminasi zat-zat berbahaya.
Selama ini, kontaminasi dari limbah aki bekas mengakibatkan anak-anak di sekitar peleburan daur ulang aki bekas terlahir cacat, down syndrome, autis, hipertensi, dan berbagai penyakit berat lainnya.
Kasus pengelolaan aki bekas yang amburadul itu karena aliran aki bekas mengalir ke mafia. Mereka diduga mengatur aki bekas itu mengalir ke pelebur-pelebur ilegal, lalu akhirnya menghasilkan timah batangan yang kemudian disetor kepada pabrik-pabrik aki.&quot;Ini kan aki bekas kalau sekarang dengan konteks baterai kendaraan  listrik, baterainya itu kan mengandung logam. Logamnya sangat bernilai  tinggi, jadi sebenarnya tidak akan susah sepanjang pemerintah tegas,&quot;  kata Ahmad.
Pada Maret 2021, Kementerian BUMN secara resmi mengumumkan pendirian  Indonesia Battery Corporation (IBC) yang dibentuk untuk mengelola  industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Indonesia.
Pemerintah menargetkan angka produksi baterai kendaraan listrik dapat  mencapai 600 ribu unit untuk mobil dan 2,45 juta unit untuk sepeda  motor pada tahun 2030.
Target produksi baterai itu untuk mengimbangi jumlah kendaraan  listrik dalam sembilan tahun mendatang yang diproyeksikan mencapai 2  juta unit mobil dan 13 juta unit sepeda motor.</description><content:encoded>JAKARTA - Limbah baterai kendaraan listrik bisa menjadi sentra ekonomi baru di Indonesia. Pasalnya baterai kendaraan listrik potensial menjadi circular economy karena mengandug logam.
Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin mengatakan, dalam peta jalan percepatan kendaraan listrik nasional yang telah disusun pemerintah, daur ulang limbah baterai akan digarap oleh PT Nasional Hijau Lestari (NHL).
BACA JUGA:Erick Thohir Tegaskan Investasi Baterai Kendaraan Listrik Harus di RI

Proses daur ulang baterai kendaraan listrik akan mengambil kembali logam-logam berharga, seperti kobalt, aluminium, mangan, dan litium.
Ahmad menyarankan agar pemerintah menata pengelolaan limbah dengan baik dan disalurkan kepada para pihak yang memiliki teknologi dan metodologi yang mumpuni, sehingga limbah baterai kendaraan listrik bisa ditambang ulang untuk diambil kembali berbagai jenis logam berharga di dalamnya.
BACA JUGA:RI-Inggris Bakal Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Lebih lanjut, ia berharap pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik dapat lebih baik ketimbang pengelolaan limbah aki bekas yang menyebabkan masyarakat terkontaminasi zat-zat berbahaya.
Selama ini, kontaminasi dari limbah aki bekas mengakibatkan anak-anak di sekitar peleburan daur ulang aki bekas terlahir cacat, down syndrome, autis, hipertensi, dan berbagai penyakit berat lainnya.
Kasus pengelolaan aki bekas yang amburadul itu karena aliran aki bekas mengalir ke mafia. Mereka diduga mengatur aki bekas itu mengalir ke pelebur-pelebur ilegal, lalu akhirnya menghasilkan timah batangan yang kemudian disetor kepada pabrik-pabrik aki.&quot;Ini kan aki bekas kalau sekarang dengan konteks baterai kendaraan  listrik, baterainya itu kan mengandung logam. Logamnya sangat bernilai  tinggi, jadi sebenarnya tidak akan susah sepanjang pemerintah tegas,&quot;  kata Ahmad.
Pada Maret 2021, Kementerian BUMN secara resmi mengumumkan pendirian  Indonesia Battery Corporation (IBC) yang dibentuk untuk mengelola  industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Indonesia.
Pemerintah menargetkan angka produksi baterai kendaraan listrik dapat  mencapai 600 ribu unit untuk mobil dan 2,45 juta unit untuk sepeda  motor pada tahun 2030.
Target produksi baterai itu untuk mengimbangi jumlah kendaraan  listrik dalam sembilan tahun mendatang yang diproyeksikan mencapai 2  juta unit mobil dan 13 juta unit sepeda motor.</content:encoded></item></channel></rss>
