<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapitalisasi Pasar BRI Diprediksi Tembus Rp1.000 Triliun</title><description>Kapitalisasi pasar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) diprediksi tembus Rp1.000 triliun pada 2025.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/03/278/2555770/kapitalisasi-pasar-bri-diprediksi-tembus-rp1-000-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/03/278/2555770/kapitalisasi-pasar-bri-diprediksi-tembus-rp1-000-triliun"/><item><title>Kapitalisasi Pasar BRI Diprediksi Tembus Rp1.000 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/03/278/2555770/kapitalisasi-pasar-bri-diprediksi-tembus-rp1-000-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/03/278/2555770/kapitalisasi-pasar-bri-diprediksi-tembus-rp1-000-triliun</guid><pubDate>Kamis 03 Maret 2022 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/03/278/2555770/kapitalisasi-pasar-bri-diprediksi-tembus-rp1-000-triliun-X92E1Rlwlj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapitalisasi pasar BRI diprediksi tembus Rp1.000 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/03/278/2555770/kapitalisasi-pasar-bri-diprediksi-tembus-rp1-000-triliun-X92E1Rlwlj.jpg</image><title>Kapitalisasi pasar BRI diprediksi tembus Rp1.000 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kapitalisasi pasar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI diprediksi tembus Rp1.000 triliun pada 2025. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan secara nilai ekonomis BRI menjadi bank yang sangat unik karena menjadikan segmen UMKM sebagai tulang punggung (backbone) bisnisnya, termasuk di dalamnya usaha Ultra Mikro (UMi).
Di sisi lain, lanjut Kartika, pada tataran global banyak investor yang melihat dan mempertimbangkan penerapan aspek ESG ketika berinvestasi. Pihaknya memastikan dalam berbagai program akan selalu menempatkan ESG sebagai salah satu key selling factor dan key operational faktor.
BACA JUGA:BRI Bagi-Bagi Dividen, Ini yang Diharapkan Erick Thohir 

&amp;ldquo;Kita sedang melakukan kajian secara menyeluruh di berbagai aspek operasi BRI bagaimana ESG bisa di adopsi secara menyeluruh baik dari sisi kredit, operasional maupun sosial. Saat ini kapitalisasi pasar BRI mencapai Rp670 triliun dan kita mempunyai target dalam beberapa tahun ke depan insyaAllah kapitalisasi pasar bisa mendekati Rp1.000 triliun,&amp;rdquo; ujar Kartika dikutip Kamis (3/3/2022).
Tiko melihat BRI memiliki potensi besar menjadi leading global bank dalam implementasi ESG, khususnya mengenai social empowerment. Menurutnya, kemampuan BRI dalam memberdayakan sektor UMKM dan Ultra Mikro praktis menjadi nuansa baru yang dipamerkan pada investor global.
BACA JUGA:BRI Rombak Direksi dan Komisaris, Ini Susunan Terbarunya

Terlebih, kata Tiko, social empowerment bisa ditonjolkan BRI berkat inisiatif nya memimpin Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian. Terkonsolidasinya PNM dan Pegadaian dipercaya Tiko mempunyai implikasi besar terhadap social empowerment di sektor ultra mikro.&quot;Holding Ultra Mikro akan terus mempertegas komitmennya untuk  melayani 30 juta pelaku usaha ultra mikro yang hingga kini belum  tersentuh layanan keuangan formal. Target besar lebih lanjut, Holding  Ultra Mikro diharapkan dapat menjadi Lembaga keuangan bagi seluruh  pelaku usaha ultra mikro yang jumlahnya mencapai 45 juta,&quot; kata dia.
Di sisi lain, langkah strategis tersebut bukan sekadar upaya bisnis,  melainkan social empowerment dengan memperkuat ekosistem UMi yang  diharapkan dapat menopang ekonomi nasional melalui pelaku ekonomi akar  rumput yang lebih berdaya saing.
&amp;ldquo;Kami di Kementerian BUMN terus melakukan transformasi dan melakukan  inovasi bisnis modal tentunya diharapkan ini bisa memberikan manfaat  yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dan juga bisa memberikan nilai  kepada stakeholders secara sustainable,&amp;rdquo; tutur Tiko.</description><content:encoded>JAKARTA - Kapitalisasi pasar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI diprediksi tembus Rp1.000 triliun pada 2025. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan secara nilai ekonomis BRI menjadi bank yang sangat unik karena menjadikan segmen UMKM sebagai tulang punggung (backbone) bisnisnya, termasuk di dalamnya usaha Ultra Mikro (UMi).
Di sisi lain, lanjut Kartika, pada tataran global banyak investor yang melihat dan mempertimbangkan penerapan aspek ESG ketika berinvestasi. Pihaknya memastikan dalam berbagai program akan selalu menempatkan ESG sebagai salah satu key selling factor dan key operational faktor.
BACA JUGA:BRI Bagi-Bagi Dividen, Ini yang Diharapkan Erick Thohir 

&amp;ldquo;Kita sedang melakukan kajian secara menyeluruh di berbagai aspek operasi BRI bagaimana ESG bisa di adopsi secara menyeluruh baik dari sisi kredit, operasional maupun sosial. Saat ini kapitalisasi pasar BRI mencapai Rp670 triliun dan kita mempunyai target dalam beberapa tahun ke depan insyaAllah kapitalisasi pasar bisa mendekati Rp1.000 triliun,&amp;rdquo; ujar Kartika dikutip Kamis (3/3/2022).
Tiko melihat BRI memiliki potensi besar menjadi leading global bank dalam implementasi ESG, khususnya mengenai social empowerment. Menurutnya, kemampuan BRI dalam memberdayakan sektor UMKM dan Ultra Mikro praktis menjadi nuansa baru yang dipamerkan pada investor global.
BACA JUGA:BRI Rombak Direksi dan Komisaris, Ini Susunan Terbarunya

Terlebih, kata Tiko, social empowerment bisa ditonjolkan BRI berkat inisiatif nya memimpin Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian. Terkonsolidasinya PNM dan Pegadaian dipercaya Tiko mempunyai implikasi besar terhadap social empowerment di sektor ultra mikro.&quot;Holding Ultra Mikro akan terus mempertegas komitmennya untuk  melayani 30 juta pelaku usaha ultra mikro yang hingga kini belum  tersentuh layanan keuangan formal. Target besar lebih lanjut, Holding  Ultra Mikro diharapkan dapat menjadi Lembaga keuangan bagi seluruh  pelaku usaha ultra mikro yang jumlahnya mencapai 45 juta,&quot; kata dia.
Di sisi lain, langkah strategis tersebut bukan sekadar upaya bisnis,  melainkan social empowerment dengan memperkuat ekosistem UMi yang  diharapkan dapat menopang ekonomi nasional melalui pelaku ekonomi akar  rumput yang lebih berdaya saing.
&amp;ldquo;Kami di Kementerian BUMN terus melakukan transformasi dan melakukan  inovasi bisnis modal tentunya diharapkan ini bisa memberikan manfaat  yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dan juga bisa memberikan nilai  kepada stakeholders secara sustainable,&amp;rdquo; tutur Tiko.</content:encoded></item></channel></rss>
