<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berkah CPO, Salim Ivomas (SIMP) Emiten Milik Miliarder Salim Kantongi Laba Rp984 Miliar</title><description>PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan laba kotor mencapai Rp5,15 triliun atau meningkat 71% yoy.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/03/278/2555932/berkah-cpo-salim-ivomas-simp-emiten-milik-miliarder-salim-kantongi-laba-rp984-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/03/278/2555932/berkah-cpo-salim-ivomas-simp-emiten-milik-miliarder-salim-kantongi-laba-rp984-miliar"/><item><title>Berkah CPO, Salim Ivomas (SIMP) Emiten Milik Miliarder Salim Kantongi Laba Rp984 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/03/278/2555932/berkah-cpo-salim-ivomas-simp-emiten-milik-miliarder-salim-kantongi-laba-rp984-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/03/278/2555932/berkah-cpo-salim-ivomas-simp-emiten-milik-miliarder-salim-kantongi-laba-rp984-miliar</guid><pubDate>Kamis 03 Maret 2022 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/03/278/2555932/berkah-cpo-salim-ivomas-simp-emiten-milik-miliarder-salim-kantongi-laba-rp984-miliar-pbHqjd1Qxl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salim Ivomas kantongi laba berkat CPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/03/278/2555932/berkah-cpo-salim-ivomas-simp-emiten-milik-miliarder-salim-kantongi-laba-rp984-miliar-pbHqjd1Qxl.jpg</image><title>Salim Ivomas kantongi laba berkat CPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan laba kotor mencapai Rp5,15 triliun atau meningkat 71% yoy. Laba usaha Rp2,91 triliun atau naik 64% yoy dan EBITDA Rp4,47 triliun atau bertambah 42% yoy.
Adapun laba bersih perseroan menjadi Rp984 miliar, naik 320% yoy. Peningkatan ini disebabkan oleh naiknya laba usaha dan penurunan beban keuangan yang sebagian diimbangi oleh kenaikan beban pajak penghasilan.
BACA JUGA:Hasil Temuan KPPU: Harga Minyak Goreng Tak Ikuti CPO

Rasio pengungkit neto (net gearing) grup SIMP pada 31 Desember 2021 turun menjadi 0,35x dibandingkan 0,50x pada 31 Desember 2020. Per 31 Desember 2021, perseroan mencatat produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti turun 8% yoy menjadi 2,76 juta ton, yang disebabkan adanya kondisi cuaca yang tidak mendukung serta kegiatan peremajaan tanaman kelapa sawit.
Seiring dengan penurunan produksi TBS inti dan eksternal, total produksi CPO turun 7% yoy menjadi 687 ribu ton. Sementara itu, volume penjualan CPO juga lebih rendah 7% yoy menjadi 698 ribu ton sedangkan volume penjualan produk PK merosot 11% yoy menjadi 162 ribu ton.
BACA JUGA:Perang Rusia-Ukraina, Harga CPO, Nikel hingga Timah Semakin Tinggi

Namun, perseroan tetap mampu membukukan kenaikan penjualan sebesar 36% yoy menjadi Rp19,66 triliun pada 2021, didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata (ASP) produk sawit dan produk Minyak &amp;amp; Lemak Nabati (EOF) serta kenaikan volume penjualan produk EOF.
Perseroan melaporkan harga jual rata-rata CPO dan PK masing-masing meningkat 35% yoy dan 64% yoy.
&amp;ldquo;Tahun 2021 kembali menjadi tahun yang menantang bagi industri agribisnis terutama seiring kondisi cuaca yang tidak mendukung serta berlanjutnya dampak pandemi,&quot; Direktur Utama Grup SIMP, Mark Wakeford, dalam siaran resminya di Keterbukaan Informasi, Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis (3/3/2022).Mark menuturkan bahwa kenaikan harga komoditas di tingkat global  disebabkan karena lonjakan permintaan, serta masalah produksi yang  rendah akibat dampak cuaca.
&quot;Produksi TBS inti kami turun pada tahun 2021 karena kondisi cuaca  yang tidak mendukung dan kegiatan peremajaan tanaman sawit. Kegiatan  peremajaan kelapa sawit berlanjut di mana kami melakukan penanaman  kembali pada sebagian lahan yang berusia tua dengan benih bibit yang  memiliki potensi hasil panen tinggi,&quot; lanjut Mark.
Divisi Minyak &amp;amp; Lemak Nabati (EOF) perseroan mencatat kenaikan  volume penjualan dan peningkatan harga jual rata-rata produk sawit dan  EOF menjadi berkah bagi kinerja keuangan perseroan.
&quot;Kenaikan volume penjualan EOF dari Divisi EOF serta upaya-upaya kami dalam pengendalian biaya dan efisiensi,&quot; terang Mark.
Mark menambahkan bahwa volatilitas harga komoditas nabati di pasaran  membuat perseroan akan memprioritaskan belanja modal yang memiliki  potensi tumbuh, seperti kegiatan peremajaan tanaman kelapa sawit dan  infrastruktur.
&quot;Kami juga berfokus pada peningkatan pengendalian biaya dan  efisiensi, menciptakan inovasi untuk peningkatan produktivitas  perkebunan, berfokus pada praktik-praktik agrikultur yang baik secara  berkelanjutan serta mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk  memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan selama masa pandemi,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan laba kotor mencapai Rp5,15 triliun atau meningkat 71% yoy. Laba usaha Rp2,91 triliun atau naik 64% yoy dan EBITDA Rp4,47 triliun atau bertambah 42% yoy.
Adapun laba bersih perseroan menjadi Rp984 miliar, naik 320% yoy. Peningkatan ini disebabkan oleh naiknya laba usaha dan penurunan beban keuangan yang sebagian diimbangi oleh kenaikan beban pajak penghasilan.
BACA JUGA:Hasil Temuan KPPU: Harga Minyak Goreng Tak Ikuti CPO

Rasio pengungkit neto (net gearing) grup SIMP pada 31 Desember 2021 turun menjadi 0,35x dibandingkan 0,50x pada 31 Desember 2020. Per 31 Desember 2021, perseroan mencatat produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti turun 8% yoy menjadi 2,76 juta ton, yang disebabkan adanya kondisi cuaca yang tidak mendukung serta kegiatan peremajaan tanaman kelapa sawit.
Seiring dengan penurunan produksi TBS inti dan eksternal, total produksi CPO turun 7% yoy menjadi 687 ribu ton. Sementara itu, volume penjualan CPO juga lebih rendah 7% yoy menjadi 698 ribu ton sedangkan volume penjualan produk PK merosot 11% yoy menjadi 162 ribu ton.
BACA JUGA:Perang Rusia-Ukraina, Harga CPO, Nikel hingga Timah Semakin Tinggi

Namun, perseroan tetap mampu membukukan kenaikan penjualan sebesar 36% yoy menjadi Rp19,66 triliun pada 2021, didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata (ASP) produk sawit dan produk Minyak &amp;amp; Lemak Nabati (EOF) serta kenaikan volume penjualan produk EOF.
Perseroan melaporkan harga jual rata-rata CPO dan PK masing-masing meningkat 35% yoy dan 64% yoy.
&amp;ldquo;Tahun 2021 kembali menjadi tahun yang menantang bagi industri agribisnis terutama seiring kondisi cuaca yang tidak mendukung serta berlanjutnya dampak pandemi,&quot; Direktur Utama Grup SIMP, Mark Wakeford, dalam siaran resminya di Keterbukaan Informasi, Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis (3/3/2022).Mark menuturkan bahwa kenaikan harga komoditas di tingkat global  disebabkan karena lonjakan permintaan, serta masalah produksi yang  rendah akibat dampak cuaca.
&quot;Produksi TBS inti kami turun pada tahun 2021 karena kondisi cuaca  yang tidak mendukung dan kegiatan peremajaan tanaman sawit. Kegiatan  peremajaan kelapa sawit berlanjut di mana kami melakukan penanaman  kembali pada sebagian lahan yang berusia tua dengan benih bibit yang  memiliki potensi hasil panen tinggi,&quot; lanjut Mark.
Divisi Minyak &amp;amp; Lemak Nabati (EOF) perseroan mencatat kenaikan  volume penjualan dan peningkatan harga jual rata-rata produk sawit dan  EOF menjadi berkah bagi kinerja keuangan perseroan.
&quot;Kenaikan volume penjualan EOF dari Divisi EOF serta upaya-upaya kami dalam pengendalian biaya dan efisiensi,&quot; terang Mark.
Mark menambahkan bahwa volatilitas harga komoditas nabati di pasaran  membuat perseroan akan memprioritaskan belanja modal yang memiliki  potensi tumbuh, seperti kegiatan peremajaan tanaman kelapa sawit dan  infrastruktur.
&quot;Kami juga berfokus pada peningkatan pengendalian biaya dan  efisiensi, menciptakan inovasi untuk peningkatan produktivitas  perkebunan, berfokus pada praktik-praktik agrikultur yang baik secara  berkelanjutan serta mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk  memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan selama masa pandemi,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
