<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang RI Utang di Pinjol Rp31 Triliun dalam Sebulan!</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat fintech peer to peer (P2P)  lending atau pinjaman online pada Januari 2022 mengalami pertumbuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/320/2556470/orang-ri-utang-di-pinjol-rp31-triliun-dalam-sebulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/320/2556470/orang-ri-utang-di-pinjol-rp31-triliun-dalam-sebulan"/><item><title>Orang RI Utang di Pinjol Rp31 Triliun dalam Sebulan!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/320/2556470/orang-ri-utang-di-pinjol-rp31-triliun-dalam-sebulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/320/2556470/orang-ri-utang-di-pinjol-rp31-triliun-dalam-sebulan</guid><pubDate>Jum'at 04 Maret 2022 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/04/320/2556470/orang-ri-utang-di-pinjol-rp31-triliun-dalam-sebulan-7mBhBLW38F.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">OJK catat pinjaman online alami pertumbuhan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/04/320/2556470/orang-ri-utang-di-pinjol-rp31-triliun-dalam-sebulan-7mBhBLW38F.jpeg</image><title>OJK catat pinjaman online alami pertumbuhan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online pada Januari 2022 mengalami pertumbuhan. Outstanding pembiayaan pinjol sebesar Rp1,26 triliun atau tumbuh 93,8% secara tahunan.
BACA JUGA:Awas Terjebak! Kenali 11 Ciri-Ciri Pinjol Ilegal Ini

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, saat ini masih berlangsungnya tren pertumbuhan outstanding pinjaman industri tekfin pendanaan bersama (P2P lending) atau pinjaman online resmi berizin OJK.
&quot;Mengacu pada statistik OJK Desember 2021, outstanding industri sebesar Rp29,88 triliun. Artinya, pada Januari 2022 sisa utang ini telah menembus Rp31,14 triliun atau tumbuh hampir dua kali lipat secara tahunan dibandingkan Januari 2021 yang ketika itu sebesar Rp16,07 triliun,&amp;rdquo; ujar Anto dalam keterangan resmi, Jumat (4/3/2022).
BACA JUGA:Jangan Panik! Lakukan Hal Ini jika Terlanjur Ngutang di Pinjol Ilegal
ss
Apabila melihat tren outstanding bulanan sepanjang tahun lalu, diterangkan Anto, nilainya tercatat belum pernah turun sama sekali atau masih dalam tren menuju puncak maksimal.
&quot;Ini wajar, menilik industri tekfin P2P lending merupakan industri jasa keuangan yang masih muda, karena baru mulai mendapatkan aturan resmi OJK sejak 2016,&quot; katanya.Sepanjang tahun lalu, lanjut Anto, industri yang diramaikan oleh 103  pemain (96 konvensional dan tujuh syariah) ini menyalurkan Rp155,97  triliun, menghubungkan sekitar 103 juta pemberi pinjaman (lender) dan  lebih dari 297,8 juta entitas peminjam (borrower).
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut potensi  total penyaluran pinjaman industri sepanjang 2022 bisa sebesar Rp220  triliun atau tumbuh 50% (yoy).
Hal ini lantaran proyeksi pertumbuhan setiap pemain masih terbuka  lebar, baik dari para pemain pinjaman produktif untuk UMKM, sampai  pemain pinjaman perorangan dengan skema dana tunai atau bayar tunda.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online pada Januari 2022 mengalami pertumbuhan. Outstanding pembiayaan pinjol sebesar Rp1,26 triliun atau tumbuh 93,8% secara tahunan.
BACA JUGA:Awas Terjebak! Kenali 11 Ciri-Ciri Pinjol Ilegal Ini

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, saat ini masih berlangsungnya tren pertumbuhan outstanding pinjaman industri tekfin pendanaan bersama (P2P lending) atau pinjaman online resmi berizin OJK.
&quot;Mengacu pada statistik OJK Desember 2021, outstanding industri sebesar Rp29,88 triliun. Artinya, pada Januari 2022 sisa utang ini telah menembus Rp31,14 triliun atau tumbuh hampir dua kali lipat secara tahunan dibandingkan Januari 2021 yang ketika itu sebesar Rp16,07 triliun,&amp;rdquo; ujar Anto dalam keterangan resmi, Jumat (4/3/2022).
BACA JUGA:Jangan Panik! Lakukan Hal Ini jika Terlanjur Ngutang di Pinjol Ilegal
ss
Apabila melihat tren outstanding bulanan sepanjang tahun lalu, diterangkan Anto, nilainya tercatat belum pernah turun sama sekali atau masih dalam tren menuju puncak maksimal.
&quot;Ini wajar, menilik industri tekfin P2P lending merupakan industri jasa keuangan yang masih muda, karena baru mulai mendapatkan aturan resmi OJK sejak 2016,&quot; katanya.Sepanjang tahun lalu, lanjut Anto, industri yang diramaikan oleh 103  pemain (96 konvensional dan tujuh syariah) ini menyalurkan Rp155,97  triliun, menghubungkan sekitar 103 juta pemberi pinjaman (lender) dan  lebih dari 297,8 juta entitas peminjam (borrower).
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut potensi  total penyaluran pinjaman industri sepanjang 2022 bisa sebesar Rp220  triliun atau tumbuh 50% (yoy).
Hal ini lantaran proyeksi pertumbuhan setiap pemain masih terbuka  lebar, baik dari para pemain pinjaman produktif untuk UMKM, sampai  pemain pinjaman perorangan dengan skema dana tunai atau bayar tunda.</content:encoded></item></channel></rss>
