<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Diminta Antisipasi Dampak Ekonomi akibat Perang Rusia-Ukraina</title><description>Konflik Rusia-Ukraina terus berlanjut dan berdampak pada rantai pasok komoditas dari dua negara ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/320/2556512/ri-diminta-antisipasi-dampak-ekonomi-akibat-perang-rusia-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/320/2556512/ri-diminta-antisipasi-dampak-ekonomi-akibat-perang-rusia-ukraina"/><item><title>RI Diminta Antisipasi Dampak Ekonomi akibat Perang Rusia-Ukraina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/320/2556512/ri-diminta-antisipasi-dampak-ekonomi-akibat-perang-rusia-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/320/2556512/ri-diminta-antisipasi-dampak-ekonomi-akibat-perang-rusia-ukraina</guid><pubDate>Jum'at 04 Maret 2022 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/04/320/2556512/ri-diminta-antisipasi-dampak-ekonomi-akibat-perang-rusia-ukraina-HIKNHdV8rc.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah harus antisipasi dampak perang Rusia-Ukraina (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/04/320/2556512/ri-diminta-antisipasi-dampak-ekonomi-akibat-perang-rusia-ukraina-HIKNHdV8rc.jpeg</image><title>Pemerintah harus antisipasi dampak perang Rusia-Ukraina (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Konflik Rusia-Ukraina terus berlanjut dan berdampak pada rantai pasok komoditas dari dua negara ini. Hal tersebut menimbulkan kenaikan harga yang cukup tajam.
Indonesia dinilai harus melakukan mitigasi dampak perang Rusia-Ukraina ini karena eskalasi konflik kedua negara menambah beban berat pemulihan ekonomi Indonesia imbas pandemi Covid-19.
BACA JUGA:Warning! Harga Batu Bara Merosot Tajam Imbas Perang Rusia-Ukraina

&quot;Selama ini Bank Indonesia dan pemerintah yaitu Kementerian Keuangan selalu membicarakan exit strategy dari kondisi pandemi ini. Dengan adanya konflik ini, exit strategy ini pastinya akan lebih sulit lagi, lebih menantang lagi,&quot; kata Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri dalam IDX Channel Market Review, Jumat (4/2/2022).
BACA JUGA:PLN Buka-bukaan Stok Batu Bara untuk Listrik di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Lebih lanjut, di satu sisi, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok seperti minyak, gas, dan komoditi lainnya harus diimbangi dengan kebijakan moneter yang tepat. Di sisi lain, ekonomi Indonesia harus lebih ekspansif untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi.Menurut Yose, Indonesia akan mendapat kesulitan jika sektor keuangan  global masih akan tidak pasti dengan adanya pandemi ditambah dengan  konflik Rusia-Ukraina ini. Di samping itu, Indonesia harus mempercepat  vaksinasi masyarakat agar pandemi Covid-19 tidak mengganggu pemulihan  ekonomi.
&quot;Jadi hal-hal seperti ini mix antara kebijakan ekonomi yang lebih  ketat dengan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif tentunya harus  diperhatikan benar-benar,&quot; ujar Yose.
</description><content:encoded>JAKARTA - Konflik Rusia-Ukraina terus berlanjut dan berdampak pada rantai pasok komoditas dari dua negara ini. Hal tersebut menimbulkan kenaikan harga yang cukup tajam.
Indonesia dinilai harus melakukan mitigasi dampak perang Rusia-Ukraina ini karena eskalasi konflik kedua negara menambah beban berat pemulihan ekonomi Indonesia imbas pandemi Covid-19.
BACA JUGA:Warning! Harga Batu Bara Merosot Tajam Imbas Perang Rusia-Ukraina

&quot;Selama ini Bank Indonesia dan pemerintah yaitu Kementerian Keuangan selalu membicarakan exit strategy dari kondisi pandemi ini. Dengan adanya konflik ini, exit strategy ini pastinya akan lebih sulit lagi, lebih menantang lagi,&quot; kata Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri dalam IDX Channel Market Review, Jumat (4/2/2022).
BACA JUGA:PLN Buka-bukaan Stok Batu Bara untuk Listrik di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Lebih lanjut, di satu sisi, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok seperti minyak, gas, dan komoditi lainnya harus diimbangi dengan kebijakan moneter yang tepat. Di sisi lain, ekonomi Indonesia harus lebih ekspansif untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi.Menurut Yose, Indonesia akan mendapat kesulitan jika sektor keuangan  global masih akan tidak pasti dengan adanya pandemi ditambah dengan  konflik Rusia-Ukraina ini. Di samping itu, Indonesia harus mempercepat  vaksinasi masyarakat agar pandemi Covid-19 tidak mengganggu pemulihan  ekonomi.
&quot;Jadi hal-hal seperti ini mix antara kebijakan ekonomi yang lebih  ketat dengan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif tentunya harus  diperhatikan benar-benar,&quot; ujar Yose.
</content:encoded></item></channel></rss>
