<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Bangun Instalasi Pengolahan Air Limbah Rp341,7 Miliar di KIT Batang</title><description>Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/470/2556598/ri-bangun-instalasi-pengolahan-air-limbah-rp341-7-miliar-di-kit-batang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/470/2556598/ri-bangun-instalasi-pengolahan-air-limbah-rp341-7-miliar-di-kit-batang"/><item><title>RI Bangun Instalasi Pengolahan Air Limbah Rp341,7 Miliar di KIT Batang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/470/2556598/ri-bangun-instalasi-pengolahan-air-limbah-rp341-7-miliar-di-kit-batang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/04/470/2556598/ri-bangun-instalasi-pengolahan-air-limbah-rp341-7-miliar-di-kit-batang</guid><pubDate>Jum'at 04 Maret 2022 22:04 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/04/470/2556598/ri-bangun-instalasi-pengolahan-air-limbah-rp341-7-miliar-di-kit-batang-GaeEUVm01V.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan instalasi pengolahan air limbah (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/04/470/2556598/ri-bangun-instalasi-pengolahan-air-limbah-rp341-7-miliar-di-kit-batang-GaeEUVm01V.jpeg</image><title>Pembangunan instalasi pengolahan air limbah (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terintegrasi beserta jaringan perpipaan untuk pengelolaan air limbah. IPAL dibangun di  Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Provinsi Jawa Tengah.
Anggaran pembangunannya bersumber dari APBN TA 2021-2023 (MYC) senilai Rp341,7 miliar untuk pekerjaan fisik oleh kontraktor PT PP-PT SBS-PT MKJ (KSO) dan pekerjaan konsultan manajemen konstruksi senilai Rp8,7 miliar oleh PT Arkonin EMP&amp;ndash;PT Virama Karya (KSO). Lingkup pekerjaannya meliputi rencana teknis terinci (DED), konstruksi fisik, pendampingan operasional hingga pemeliharaan.
BACA JUGA:Viral Penemuan Nisan Kuno di Proyek Pengolahan Air Limbah, Ini Penampakannya

Menteri PUPR mengatakan pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk meningkatkan layanan sanitasi skala kawasan dan mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh air limbah industri maupun domestik sehingga tidak dibuang secara langsung ke sungai maupun tanah.
&quot;Pembangunan kawasan industri ini merupakan pola baru karena menggunakan tanah negara dan fasilitas disediakan pemerintah, seperti jalan, air, sanitasi dan perumahan sehingga investor yang datang hanya perlu membangun pabrik dan langsung beroperasi,&quot; ujar Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Jumat (4/3/2022).
BACA JUGA: Cegah Pencemaran Danau Toba, Menteri Basuki Bangun Pipa Air Limbah Rp59 Miliar

IPAL Terintegrasi ini memiliki kapasitas 18.000 m3/hari yang dilengkapi dengan jaringan perpipaan air limbah sepanjang kurang lebih 18 km dengan diameter pipa 200-700 mm dan dilengkapi dengan manhole, bak kontrol serta beberapa pompa wet pit untuk mengalirkan air limbah secara gravitasi menuju IPAL.
Pekerjaan IPAL Terintegrasi beserta jaringan perpipaan air limbah KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektare mulai dikerjakan sejak kontrak 15 Desember 2021 dan ditargetkan selesai 14 Desember 2023. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan metode rancang bangun (Design and Build) dengan progres saat ini yaitu proses penyusunan rencana teknis terinci (DED) IPAL, Jaringan Perpipaan dan bangunan pendukung.Pararel dengan proses desain, di lapangan telah dimulai pekerjaan  persiapan konstruksi meliputi pekerjaan uji geolistrik, survey  topografi, pekerjaan sondir dan boring, jalan akses, pembangunan pagar  temporari dan direksi keet.
Selain membangun pengolahan air limbah, Kementerian PUPR juga memulai  pembangunan infrastruktur persampahan untuk meningkatkan layanan  sanitasi KIT Batang berupa pembangunan Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu  (TPST) berkapasitas 35 ton/hari.
Pembangunan TPST KIT Batang mulai dikerjakan berbarengan dengan  pekerjaan IPAL dengan biaya sebesar Rp20 miliar. Saat ini tengah  diselesaikan pekerjaan fisik meliputi persiapan, bangunan utama,  bangunan penunjang, lansekap, dan pekerjaan comisioning.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terintegrasi beserta jaringan perpipaan untuk pengelolaan air limbah. IPAL dibangun di  Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Provinsi Jawa Tengah.
Anggaran pembangunannya bersumber dari APBN TA 2021-2023 (MYC) senilai Rp341,7 miliar untuk pekerjaan fisik oleh kontraktor PT PP-PT SBS-PT MKJ (KSO) dan pekerjaan konsultan manajemen konstruksi senilai Rp8,7 miliar oleh PT Arkonin EMP&amp;ndash;PT Virama Karya (KSO). Lingkup pekerjaannya meliputi rencana teknis terinci (DED), konstruksi fisik, pendampingan operasional hingga pemeliharaan.
BACA JUGA:Viral Penemuan Nisan Kuno di Proyek Pengolahan Air Limbah, Ini Penampakannya

Menteri PUPR mengatakan pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk meningkatkan layanan sanitasi skala kawasan dan mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh air limbah industri maupun domestik sehingga tidak dibuang secara langsung ke sungai maupun tanah.
&quot;Pembangunan kawasan industri ini merupakan pola baru karena menggunakan tanah negara dan fasilitas disediakan pemerintah, seperti jalan, air, sanitasi dan perumahan sehingga investor yang datang hanya perlu membangun pabrik dan langsung beroperasi,&quot; ujar Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Jumat (4/3/2022).
BACA JUGA: Cegah Pencemaran Danau Toba, Menteri Basuki Bangun Pipa Air Limbah Rp59 Miliar

IPAL Terintegrasi ini memiliki kapasitas 18.000 m3/hari yang dilengkapi dengan jaringan perpipaan air limbah sepanjang kurang lebih 18 km dengan diameter pipa 200-700 mm dan dilengkapi dengan manhole, bak kontrol serta beberapa pompa wet pit untuk mengalirkan air limbah secara gravitasi menuju IPAL.
Pekerjaan IPAL Terintegrasi beserta jaringan perpipaan air limbah KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektare mulai dikerjakan sejak kontrak 15 Desember 2021 dan ditargetkan selesai 14 Desember 2023. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan metode rancang bangun (Design and Build) dengan progres saat ini yaitu proses penyusunan rencana teknis terinci (DED) IPAL, Jaringan Perpipaan dan bangunan pendukung.Pararel dengan proses desain, di lapangan telah dimulai pekerjaan  persiapan konstruksi meliputi pekerjaan uji geolistrik, survey  topografi, pekerjaan sondir dan boring, jalan akses, pembangunan pagar  temporari dan direksi keet.
Selain membangun pengolahan air limbah, Kementerian PUPR juga memulai  pembangunan infrastruktur persampahan untuk meningkatkan layanan  sanitasi KIT Batang berupa pembangunan Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu  (TPST) berkapasitas 35 ton/hari.
Pembangunan TPST KIT Batang mulai dikerjakan berbarengan dengan  pekerjaan IPAL dengan biaya sebesar Rp20 miliar. Saat ini tengah  diselesaikan pekerjaan fisik meliputi persiapan, bangunan utama,  bangunan penunjang, lansekap, dan pekerjaan comisioning.</content:encoded></item></channel></rss>
