<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Anjlok, Indeks Nasdaq Pimpin Pelemahan</title><description>Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/05/278/2556647/wall-street-anjlok-indeks-nasdaq-pimpin-pelemahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/05/278/2556647/wall-street-anjlok-indeks-nasdaq-pimpin-pelemahan"/><item><title>Wall Street Anjlok, Indeks Nasdaq Pimpin Pelemahan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/05/278/2556647/wall-street-anjlok-indeks-nasdaq-pimpin-pelemahan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/05/278/2556647/wall-street-anjlok-indeks-nasdaq-pimpin-pelemahan</guid><pubDate>Sabtu 05 Maret 2022 06:14 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/05/278/2556647/wall-street-anjlok-indeks-nasdaq-pimpin-pelemahan-gyhG8cCsAY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street ditutup melemah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/05/278/2556647/wall-street-anjlok-indeks-nasdaq-pimpin-pelemahan-gyhG8cCsAY.jpg</image><title>Wall Street ditutup melemah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS anjlok karena perang di Ukraina membayangi percepatan pertumbuhan lapangan kerja di  Amerika.
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 0,53% atau 79,86 poin, menjadi menetap di 33.614,80 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 kehilangan 0,79% atau 34,62 poin, menjadi berakhir pada 4.328,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 1,66% atau 224,50 poin, menjadi ditutup di 13.313,44 poin.
BACA JUGA:Wall Street Terkapar, Perang Rusia-Ukraina Bikin Investor Gelisah
mpin kerugian. Bank memperpanjang kemerosotan baru-baru ini karena investor khawatir tentang bagaimana sanksi Barat terhadap Moskow dapat mempengaruhi sistem keuangan internasional.

Ekuitas secara global melemah, dengan aset-aset safe-haven dalam permintaan setelah pasukan Rusia merebut pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dalam apa yang disebut Washington sebagai serangan sembrono yang berisiko menimbulkan bencana.
BACA JUGA:Saham Keuangan Wall Street Merosot, Perang Rusia-Ukraina Bikin Takut 

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja yang diawasi ketat menunjukkan pekerjaan tumbuh lebih dari yang diharapkan 678.000 pada bulan lalu dan tingkat pengangguran turun menjadi 3,8%, terendah sejak Februari 2020.
&quot;Tiga atau empat minggu yang lalu, kami akan berpikir bahwa ini adalah angka yang sangat penting. Tetapi mengingat latar belakang dan keseluruhan peristiwa yang terjadi di Eropa, ternyata tidak,&quot; kata Zachary Hill, kepala manajemen portofolio di Horizon Investments di Charlotte.&quot;Potensi eskalasi dalam perang panas, potensi dampak pertumbuhan di  Eropa dan secara lebih luas, dan efek tak terduga pada saluran komoditas  dan inflasi menghabiskan semua waktu dan energi investor,&quot; kata Hill.
Amazon.com Inc, Apple Inc, pemilik Google-Alphabet Inc dan Microsoft Corp semuanya kehilangan pijakan.
Krisis di Ukraina mendorong saham-saham energi lebih tinggi karena  harga minyak mentah dan komoditas lainnya menguat didukung sanksi  terhadap Rusia, produsen minyak utama. Sektor energi S&amp;amp;P 500  menambah keuntungan dari awal pekan ini.
Saham-saham pertumbuhan yang bernilai tinggi telah menghadapi beban aksi jual baru-baru ini.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan minggu ini dia akan  mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan kebijakan  bank sentral 15-16 Maret dan akan &quot;bersiap untuk bergerak lebih agresif&quot;  nanti jika inflasi tidak mereda secepat yang diharapkan.
Melonjaknya harga-harga komoditas telah meningkatkan kekhawatiran  akan inflasi yang lebih besar, yang dapat mendorong The Fed untuk  menaikkan suku bunga lebih agresif.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS anjlok karena perang di Ukraina membayangi percepatan pertumbuhan lapangan kerja di  Amerika.
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 0,53% atau 79,86 poin, menjadi menetap di 33.614,80 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 kehilangan 0,79% atau 34,62 poin, menjadi berakhir pada 4.328,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 1,66% atau 224,50 poin, menjadi ditutup di 13.313,44 poin.
BACA JUGA:Wall Street Terkapar, Perang Rusia-Ukraina Bikin Investor Gelisah
mpin kerugian. Bank memperpanjang kemerosotan baru-baru ini karena investor khawatir tentang bagaimana sanksi Barat terhadap Moskow dapat mempengaruhi sistem keuangan internasional.

Ekuitas secara global melemah, dengan aset-aset safe-haven dalam permintaan setelah pasukan Rusia merebut pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dalam apa yang disebut Washington sebagai serangan sembrono yang berisiko menimbulkan bencana.
BACA JUGA:Saham Keuangan Wall Street Merosot, Perang Rusia-Ukraina Bikin Takut 

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja yang diawasi ketat menunjukkan pekerjaan tumbuh lebih dari yang diharapkan 678.000 pada bulan lalu dan tingkat pengangguran turun menjadi 3,8%, terendah sejak Februari 2020.
&quot;Tiga atau empat minggu yang lalu, kami akan berpikir bahwa ini adalah angka yang sangat penting. Tetapi mengingat latar belakang dan keseluruhan peristiwa yang terjadi di Eropa, ternyata tidak,&quot; kata Zachary Hill, kepala manajemen portofolio di Horizon Investments di Charlotte.&quot;Potensi eskalasi dalam perang panas, potensi dampak pertumbuhan di  Eropa dan secara lebih luas, dan efek tak terduga pada saluran komoditas  dan inflasi menghabiskan semua waktu dan energi investor,&quot; kata Hill.
Amazon.com Inc, Apple Inc, pemilik Google-Alphabet Inc dan Microsoft Corp semuanya kehilangan pijakan.
Krisis di Ukraina mendorong saham-saham energi lebih tinggi karena  harga minyak mentah dan komoditas lainnya menguat didukung sanksi  terhadap Rusia, produsen minyak utama. Sektor energi S&amp;amp;P 500  menambah keuntungan dari awal pekan ini.
Saham-saham pertumbuhan yang bernilai tinggi telah menghadapi beban aksi jual baru-baru ini.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan minggu ini dia akan  mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan kebijakan  bank sentral 15-16 Maret dan akan &quot;bersiap untuk bergerak lebih agresif&quot;  nanti jika inflasi tidak mereda secepat yang diharapkan.
Melonjaknya harga-harga komoditas telah meningkatkan kekhawatiran  akan inflasi yang lebih besar, yang dapat mendorong The Fed untuk  menaikkan suku bunga lebih agresif.</content:encoded></item></channel></rss>
