<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buntut Perang Rusia-Ukraina, Kenaikan Harga BBM, Listrik hingga Inflasi Hantui Indonesia</title><description>Konflik Rusia-Ukraina berdampak pada ekonomi dunia termasuk Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/05/320/2556839/buntut-perang-rusia-ukraina-kenaikan-harga-bbm-listrik-hingga-inflasi-hantui-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/05/320/2556839/buntut-perang-rusia-ukraina-kenaikan-harga-bbm-listrik-hingga-inflasi-hantui-indonesia"/><item><title>Buntut Perang Rusia-Ukraina, Kenaikan Harga BBM, Listrik hingga Inflasi Hantui Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/05/320/2556839/buntut-perang-rusia-ukraina-kenaikan-harga-bbm-listrik-hingga-inflasi-hantui-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/05/320/2556839/buntut-perang-rusia-ukraina-kenaikan-harga-bbm-listrik-hingga-inflasi-hantui-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 05 Maret 2022 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/05/320/2556839/buntut-perang-rusia-ukraina-kenaikan-harga-bbm-listrik-hingga-inflasi-hantui-indonesia-qJGVh95afY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konflik Rusia-Ukraina picu kenaikan harga minyak dunia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/05/320/2556839/buntut-perang-rusia-ukraina-kenaikan-harga-bbm-listrik-hingga-inflasi-hantui-indonesia-qJGVh95afY.jpg</image><title>Konflik Rusia-Ukraina picu kenaikan harga minyak dunia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Konflik Rusia-Ukraina berdampak pada ekonomi dunia termasuk Indonesia. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, jika melihat dari posisi Rusia dalam ekonomi global, Rusia merupakan salah satu negara dengan proporsi ekspor komoditas utama terbesar di dunia.
Beberapa komoditas tersebut di antaranya minyak dan gas, dengan adanya konflik ini, tentu ekspektasi terkait terganggunya distribus dari komoditas tersebut mengalami peningkatan.
BACA JUGA:Rusia Terus Gempur Kota Ukraina, Ledakan Terdengar di Kiev, Mariupol Dikepung 
&quot;Itulah kenapa dalam beberapa terakhir harga minyak dan gas mengalami peningkatan disebabkan kekhawatiran permintaan kedua komoditas tersebut tidak dapat dipenuhi secara optimal,&quot; ujar Yusuf di Jakarta, Sabtu(5/3/2022).
Kenaikan harga minyak, juga pada akhirnya mendorong kenaikan komoditas subtitusi seperti misalnya batubara, yang bisa dijadikan sebagai bahan pengganti energi minyak dan gas. Hal ini karena banyak negara berpotensi meningkatkan permintaan batubara jika mereka sulit mendapatkan minyak dan gas.
BACA JUGA:Singapura Berlakukan Sanksi Terhadap Rusia
&quot;Maka jika bicara dampak ekonomi global, kita saat ini melihat tren kenaikan harga energi. Jika bicara dampak ke Indonesia, disatu sisi kenaikan harga energi juga bisa memberikan dampak ke penyesuaian harga energi dari perusahaan BUMN seperti PLN dan Pertamina,&quot; jelas Yusuf.Untuk PLN, kenaikan harga batubara akan berpotensi berdampak pada  kenaikan ongkos produksi penyediaan listrik. Namun, sambung dia, di sisi  lain kenaikan harga energi memberikan efek windfall ke APBN karena  penerimaan negara berpotensi terdongkrak dengan pergerakan harga energi  saat ini.
&quot;Namun, di sisi yang lain potensi meningkatnya inflasi menjadi lebih  tinggi juga semakin membesar. Sehingga ini perlu diimbangi dengan  memastikan bantuan pemerintah telah terdistribusi secara baik dan  benar,&quot; pungkas Yusuf.</description><content:encoded>JAKARTA - Konflik Rusia-Ukraina berdampak pada ekonomi dunia termasuk Indonesia. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, jika melihat dari posisi Rusia dalam ekonomi global, Rusia merupakan salah satu negara dengan proporsi ekspor komoditas utama terbesar di dunia.
Beberapa komoditas tersebut di antaranya minyak dan gas, dengan adanya konflik ini, tentu ekspektasi terkait terganggunya distribus dari komoditas tersebut mengalami peningkatan.
BACA JUGA:Rusia Terus Gempur Kota Ukraina, Ledakan Terdengar di Kiev, Mariupol Dikepung 
&quot;Itulah kenapa dalam beberapa terakhir harga minyak dan gas mengalami peningkatan disebabkan kekhawatiran permintaan kedua komoditas tersebut tidak dapat dipenuhi secara optimal,&quot; ujar Yusuf di Jakarta, Sabtu(5/3/2022).
Kenaikan harga minyak, juga pada akhirnya mendorong kenaikan komoditas subtitusi seperti misalnya batubara, yang bisa dijadikan sebagai bahan pengganti energi minyak dan gas. Hal ini karena banyak negara berpotensi meningkatkan permintaan batubara jika mereka sulit mendapatkan minyak dan gas.
BACA JUGA:Singapura Berlakukan Sanksi Terhadap Rusia
&quot;Maka jika bicara dampak ekonomi global, kita saat ini melihat tren kenaikan harga energi. Jika bicara dampak ke Indonesia, disatu sisi kenaikan harga energi juga bisa memberikan dampak ke penyesuaian harga energi dari perusahaan BUMN seperti PLN dan Pertamina,&quot; jelas Yusuf.Untuk PLN, kenaikan harga batubara akan berpotensi berdampak pada  kenaikan ongkos produksi penyediaan listrik. Namun, sambung dia, di sisi  lain kenaikan harga energi memberikan efek windfall ke APBN karena  penerimaan negara berpotensi terdongkrak dengan pergerakan harga energi  saat ini.
&quot;Namun, di sisi yang lain potensi meningkatnya inflasi menjadi lebih  tinggi juga semakin membesar. Sehingga ini perlu diimbangi dengan  memastikan bantuan pemerintah telah terdistribusi secara baik dan  benar,&quot; pungkas Yusuf.</content:encoded></item></channel></rss>
