<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Harga LPG Non Subsidi Naik, Ukuran 12 Kg Hampir Rp200.000</title><description>Harga gas elpiji non subsidi ukuran 12 kilogram (Kg) dan 5,5 kg naik lagi per 27 Februari 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/06/320/2556652/4-fakta-harga-lpg-non-subsidi-naik-ukuran-12-kg-hampir-rp200-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/06/320/2556652/4-fakta-harga-lpg-non-subsidi-naik-ukuran-12-kg-hampir-rp200-000"/><item><title>4 Fakta Harga LPG Non Subsidi Naik, Ukuran 12 Kg Hampir Rp200.000</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/06/320/2556652/4-fakta-harga-lpg-non-subsidi-naik-ukuran-12-kg-hampir-rp200-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/06/320/2556652/4-fakta-harga-lpg-non-subsidi-naik-ukuran-12-kg-hampir-rp200-000</guid><pubDate>Minggu 06 Maret 2022 04:05 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/05/320/2556652/4-fakta-harga-lpg-non-subsidi-naik-ukuran-12-kg-hampir-rp200-000-LzcNg97U3m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Elpiji non subsidi naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/05/320/2556652/4-fakta-harga-lpg-non-subsidi-naik-ukuran-12-kg-hampir-rp200-000-LzcNg97U3m.jpg</image><title>Harga Elpiji non subsidi naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga gas elpiji non subsidi ukuran 12 kilogram (Kg) dan 5,5 kg naik lagi per 27 Februari 2022. Kenaikan dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan terkini dari industri minyak dan gas.
Berikut fakta-fakta harga gas LPG 12 kg naik yang dirangkum di Jakarta, Minggu (6/3/2022).
1. Kenaikan Harga
Kenaikan terjadi di harga nonsubsidi rumah tangga untuk jenis Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 12 kg, dan Elpiji 12 kg. Sementara harga LPG 3 kg yang disubsidi tidak mengalami kenaikan.
Adapun besaran kenaikan harga LPG non subsidi menjadi Rp15.500 per Kilogram (Kg).
BACA JUGA:Gas Elpiji 3 Kg Mayoritas Digunakan Orang Mampu Bukan Miskin

2. Mengikuti Perkembangan Terkini dari Industri Minyak dan Gas
Penyesuaian harga ini telah mempertimbangkan kondisi serta kemampuan pasar LPG non subsidi, selain itu harga ini masih paling kompetitif dibandingkan berbagai negara di ASEAN.
Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&amp;amp;T PT Pertamina (Persero) Irto Ginting mengatakan, penyesuaian ini dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas.
&amp;ldquo;Tercatat, harga Contract Price Aramco (CPA) mencapai 775 USD/metrik ton, naik sekitar 21% dari harga rata-rata CPA sepanjang tahun 2021,&amp;rdquo; jelas Irto.
BACA JUGA:Harga LPG Non Subsidi Kian Mahal, Elpiji 3 Kg Tak Naik

3. Dijual Hampir Rp200 Ribu
Harga gas non subsidi produksi PT Pertamina dengan merek dagang Bright Gas ukuran 12 kilogram di tingkat agen gas Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menembus Rp199.000 dari semula Rp175 ribu atau naik sebesar Rp24 ribu.
&quot;Harga eceran di pedagang, mereka jual Rp175 ribu. Kami jual ke mereka paling bedanya Rp2-3 ribu saja. Nah sekarang ada kenaikan Rp24 ribu atau jadi Rp199 ribu. Mungkin pedagang nanti jual bisa lebih dari Rp200 ribu,&quot; kata pegawai agen gas di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Adi dikutip Antara.4. Alasan Kenaikan Harga
Dewan Energi Nasional (DEN) mengungkap alasan dibalik kenaikan harga  LPG non subsidi. Diketahui, LPG non subsidi naik sekitar Rp15.500 per kg  dan ini merupakan kenaikan yang kedua kalinya.
Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto menyebut, Indonesia masih  mengimpor LPG sebanyak 75-85%. Oleh karenanya ketika harga LPG dunia  naik, maka harga LPG dalam negeri terdampak.
&quot;Pertamina terpaksa melakukan itu karena memang 75-80% untuk memenuhi  kebutuhan LPG tanah air, Pertamina impor. Harga impornya naik jadi  terpaksa. Bisa disebut corporate action supaya Pertamina nggak terlampau  rugi,&quot; ujar Djoko dalam IDX Channel Market Review, Rabu (2/3/2022).
Djoko menjelaskan bahwa, naiknya harga LPG dunia beriringan dengan  kenaikan harga minyak yang sudah mencapai USD 106 per barel. Hal ini  dikarenakan eskalasi konflik antara Rusia dengan Ukraina masih  berlanjut.
&quot;Kondisi suplai terganggu karena perang, sehingga harga minyak  tinggi. Harga LPG ini mengikuti harga minyak di Aramco,&quot; kata Djoko.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga gas elpiji non subsidi ukuran 12 kilogram (Kg) dan 5,5 kg naik lagi per 27 Februari 2022. Kenaikan dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan terkini dari industri minyak dan gas.
Berikut fakta-fakta harga gas LPG 12 kg naik yang dirangkum di Jakarta, Minggu (6/3/2022).
1. Kenaikan Harga
Kenaikan terjadi di harga nonsubsidi rumah tangga untuk jenis Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 12 kg, dan Elpiji 12 kg. Sementara harga LPG 3 kg yang disubsidi tidak mengalami kenaikan.
Adapun besaran kenaikan harga LPG non subsidi menjadi Rp15.500 per Kilogram (Kg).
BACA JUGA:Gas Elpiji 3 Kg Mayoritas Digunakan Orang Mampu Bukan Miskin

2. Mengikuti Perkembangan Terkini dari Industri Minyak dan Gas
Penyesuaian harga ini telah mempertimbangkan kondisi serta kemampuan pasar LPG non subsidi, selain itu harga ini masih paling kompetitif dibandingkan berbagai negara di ASEAN.
Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&amp;amp;T PT Pertamina (Persero) Irto Ginting mengatakan, penyesuaian ini dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas.
&amp;ldquo;Tercatat, harga Contract Price Aramco (CPA) mencapai 775 USD/metrik ton, naik sekitar 21% dari harga rata-rata CPA sepanjang tahun 2021,&amp;rdquo; jelas Irto.
BACA JUGA:Harga LPG Non Subsidi Kian Mahal, Elpiji 3 Kg Tak Naik

3. Dijual Hampir Rp200 Ribu
Harga gas non subsidi produksi PT Pertamina dengan merek dagang Bright Gas ukuran 12 kilogram di tingkat agen gas Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menembus Rp199.000 dari semula Rp175 ribu atau naik sebesar Rp24 ribu.
&quot;Harga eceran di pedagang, mereka jual Rp175 ribu. Kami jual ke mereka paling bedanya Rp2-3 ribu saja. Nah sekarang ada kenaikan Rp24 ribu atau jadi Rp199 ribu. Mungkin pedagang nanti jual bisa lebih dari Rp200 ribu,&quot; kata pegawai agen gas di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Adi dikutip Antara.4. Alasan Kenaikan Harga
Dewan Energi Nasional (DEN) mengungkap alasan dibalik kenaikan harga  LPG non subsidi. Diketahui, LPG non subsidi naik sekitar Rp15.500 per kg  dan ini merupakan kenaikan yang kedua kalinya.
Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto menyebut, Indonesia masih  mengimpor LPG sebanyak 75-85%. Oleh karenanya ketika harga LPG dunia  naik, maka harga LPG dalam negeri terdampak.
&quot;Pertamina terpaksa melakukan itu karena memang 75-80% untuk memenuhi  kebutuhan LPG tanah air, Pertamina impor. Harga impornya naik jadi  terpaksa. Bisa disebut corporate action supaya Pertamina nggak terlampau  rugi,&quot; ujar Djoko dalam IDX Channel Market Review, Rabu (2/3/2022).
Djoko menjelaskan bahwa, naiknya harga LPG dunia beriringan dengan  kenaikan harga minyak yang sudah mencapai USD 106 per barel. Hal ini  dikarenakan eskalasi konflik antara Rusia dengan Ukraina masih  berlanjut.
&quot;Kondisi suplai terganggu karena perang, sehingga harga minyak  tinggi. Harga LPG ini mengikuti harga minyak di Aramco,&quot; kata Djoko.</content:encoded></item></channel></rss>
