<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Brand Mewah Stop Operasi di Rusia, dari Hermes hingga Dior</title><description>Ratusan toko brand mewah putuskan menghentikan aktivitasnya di Rusia setelah adanya Invasi ke Ukraina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/06/320/2557116/ratusan-brand-mewah-stop-operasi-di-rusia-dari-hermes-hingga-dior</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/06/320/2557116/ratusan-brand-mewah-stop-operasi-di-rusia-dari-hermes-hingga-dior"/><item><title>Ratusan Brand Mewah Stop Operasi di Rusia, dari Hermes hingga Dior</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/06/320/2557116/ratusan-brand-mewah-stop-operasi-di-rusia-dari-hermes-hingga-dior</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/06/320/2557116/ratusan-brand-mewah-stop-operasi-di-rusia-dari-hermes-hingga-dior</guid><pubDate>Minggu 06 Maret 2022 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/06/320/2557116/ratusan-brand-mewah-stop-operasi-di-rusia-dari-hermes-hingga-dior-oq6I9qYpA2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratusan brand mewah stop operasi di Rusia. (Foto: Purseblog)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/06/320/2557116/ratusan-brand-mewah-stop-operasi-di-rusia-dari-hermes-hingga-dior-oq6I9qYpA2.jpg</image><title>Ratusan brand mewah stop operasi di Rusia. (Foto: Purseblog)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp; &amp;ndash; Ratusan toko brand mewah putuskan menghentikan aktivitasnya di Rusia setelah adanya Invasi ke Ukraina.

Melansir berbagai sumber, Minggu (6/3/2022), brand mewah terkemuka di dunia seperti Hermes, Dior, Cartier, Bulgari, dan Kenzo meninggalkan Rusia.

Di mana, sejumlah brand terkemuka itu mulai menghentikan aktivitas usahanya di Rusia.

Diketahui, Christian Dior, Givenchy, Kenzo, TAG Heuer, dan Bulgari akan menutup 124 butiknya di Rusia mulai hari ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Rusia Terus Tembaki dan Kepung Mariupol, Evakuasi Warga Ukraina Jadi Kacau
Kemudian, beberapa perusahaan internasional yang beroperasi di Rusia pun diprediksi akan menerima lebih banyak sanksi dari blok barat.
Hal ini terjadi usai Rusia melakukan invasi ke Ukraina.

Adapun sejumlah perusahaan internasional tersebut seperti Renault, PepsiCo, Nestle, BP, Danone, hingga Exxon Mobil.

Ekonomi Rusia diperkirakan mengalami kontraksi 20% pada kuartal II yakni sekitar 3,5% untuk setahun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Rusia Tunda Peluncuran Roket Soyuz Usai Terima Sanksi Eropa
Bahkan, Rusia dikabarkan akan mengalami inflasi mencapai 10% di akhir tahun dengan risiko yang sangat condong meningkat.

Selain itu, Google telah menangguhkan seluruh iklan jaringannya yang ada di Rusia.

Sementara aplikasi sosial media Twitter juga melakukan keputusan yang serupa.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp; &amp;ndash; Ratusan toko brand mewah putuskan menghentikan aktivitasnya di Rusia setelah adanya Invasi ke Ukraina.

Melansir berbagai sumber, Minggu (6/3/2022), brand mewah terkemuka di dunia seperti Hermes, Dior, Cartier, Bulgari, dan Kenzo meninggalkan Rusia.

Di mana, sejumlah brand terkemuka itu mulai menghentikan aktivitas usahanya di Rusia.

Diketahui, Christian Dior, Givenchy, Kenzo, TAG Heuer, dan Bulgari akan menutup 124 butiknya di Rusia mulai hari ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Rusia Terus Tembaki dan Kepung Mariupol, Evakuasi Warga Ukraina Jadi Kacau
Kemudian, beberapa perusahaan internasional yang beroperasi di Rusia pun diprediksi akan menerima lebih banyak sanksi dari blok barat.
Hal ini terjadi usai Rusia melakukan invasi ke Ukraina.

Adapun sejumlah perusahaan internasional tersebut seperti Renault, PepsiCo, Nestle, BP, Danone, hingga Exxon Mobil.

Ekonomi Rusia diperkirakan mengalami kontraksi 20% pada kuartal II yakni sekitar 3,5% untuk setahun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Rusia Tunda Peluncuran Roket Soyuz Usai Terima Sanksi Eropa
Bahkan, Rusia dikabarkan akan mengalami inflasi mencapai 10% di akhir tahun dengan risiko yang sangat condong meningkat.

Selain itu, Google telah menangguhkan seluruh iklan jaringannya yang ada di Rusia.

Sementara aplikasi sosial media Twitter juga melakukan keputusan yang serupa.</content:encoded></item></channel></rss>
