<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Putin Hiraukan Sanksi Banyak Negara, Nomor 3 Rusia Disebut Punya Segalanya</title><description>Rusia mendapatkan sanksi dari sejumlah negara-negara di dunia imbas invasi ke Ukraina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/07/320/2556878/5-fakta-putin-hiraukan-sanksi-banyak-negara-nomor-3-rusia-disebut-punya-segalanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/07/320/2556878/5-fakta-putin-hiraukan-sanksi-banyak-negara-nomor-3-rusia-disebut-punya-segalanya"/><item><title>5 Fakta Putin Hiraukan Sanksi Banyak Negara, Nomor 3 Rusia Disebut Punya Segalanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/07/320/2556878/5-fakta-putin-hiraukan-sanksi-banyak-negara-nomor-3-rusia-disebut-punya-segalanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/07/320/2556878/5-fakta-putin-hiraukan-sanksi-banyak-negara-nomor-3-rusia-disebut-punya-segalanya</guid><pubDate>Senin 07 Maret 2022 04:50 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/05/320/2556878/5-fakta-putin-hiraukan-sanksi-banyak-negara-nomor-3-rusia-disebut-punya-segalanya-4Qk10y6KZD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konflik Rusia-Ukraina hambat pemulihan ekonomi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/05/320/2556878/5-fakta-putin-hiraukan-sanksi-banyak-negara-nomor-3-rusia-disebut-punya-segalanya-4Qk10y6KZD.jpg</image><title>Konflik Rusia-Ukraina hambat pemulihan ekonomi (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Rusia mendapatkan sanksi dari sejumlah negara-negara di dunia imbas invasi ke Ukraina. Namun seakan tak menghiraukan sanksi dari negara lain, Presiden Rusia Vladimir Putin tak menghentikan serangan ke Ukraina.
Adapun negara-negara yang memberikan sanksi, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, dan Jepang.
Berikut adalah fakta mengenai sikap Rusia terhadap sanksi yang diberikan, dirangkum Okezone, Senin (7/3/2022).
BACA JUGA:Buntut Perang Rusia-Ukraina, Kenaikan Harga BBM, Listrik hingga Inflasi Hantui Indonesia
 
1. Sikap Rusia
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva menyatakan bahwa Rusia menghormati keputusan beberapa negara yang menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap negaranya.
&quot;Kami melihat sanksi sebagai instrumen yang absolut dan sah. Satu-satunya badan di dunia yang bisa menjatuhkan sanksi adalah Dewan Keamanan PBB dan dari opini pribadi saya, itu tidak berhasil,&quot; ujar Lyudmila di Jakarta, Selasa(1/3/2022).
BACA JUGA:Rusia Terus Gempur Kota Ukraina, Ledakan Terdengar di Kiev, Mariupol Dikepung 

2. Sanksi Tak Mengubah Kebijakan Rusia
 
Lyudmila mempertanyakan, apakah ada negara yang dijatuhkan sanksi, dan kemudian mengubah kebijakannya. Jawabannya, tidak ada. Dia mencontohkan negara-negara yang pernah dijatuhkan sanksi seperti Iran dan Korea Utara.
3. Rusia Memiliki Segalanya
 
Lyudmila menegaskan Rusia, adalah negara besar. &quot;Memang sanksi akan menyusahkan kami, tapi ingatlah bahwa Uni Soviet selama 70 tahun dijatuhkan sanksi dan kami memiliki power yang besar. Kami memproduksi segalanya,&quot; tegas Lyudmila.4. Pertahanan Rusia
 
Dia menjelaskan bahwa, tentu kondisi ini masih akan menjadi  hambatan dan menyusahkan rakyatnya, tapi dia meyakini bahwa Rusia akan  bertahan. Lyudmila mengulas di tahun 2014, pertama kali Rusia dijatuhkan  sanksi, dan di kala itu, negaranya sangat bergantung pada impor dan  ekspor akan makanan.
&quot;Tapi karena kami mengenakan ban atau larangan impor beberapa produk  makanan Barat, kami mulai memproduksi makanan kami sendiri, dan sektor  pertanian kami berkembang. Sekarang kami adalah negara eksportir gandum  nomor satu di dunia, meski di 2014 kami tidak seperti itu,&quot; ungkap  Lyudmila.
5. Utamakan Produk Lokal
Dia menegaskan bahwa Rusia juga sangat gemar membeli produk lokal dan  nasionalnya sendiri dibanding produk-produk Barat, dengan harga yang  lebih murah, berkualitas, dan produksi sendiri.
&quot;Di tahun 1990-an, Barat berusaha menghancurkan potensi industri  kami, dan anehnya memang, mereka berhasil. Tapi, kami mulai memulihkan  diri, dan kami memiliki segalanya, ada SDA, teritori luas, dan  orang-orang yang berpendidikan baik. Kami memiliki potensinya, kami  ingin merasa aman di dalam negara kami, kami tidak ingin ada misil  mendekati negara kami, bukan kami yang membawa misil ke US, Kanada, atau  negara lain,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rusia mendapatkan sanksi dari sejumlah negara-negara di dunia imbas invasi ke Ukraina. Namun seakan tak menghiraukan sanksi dari negara lain, Presiden Rusia Vladimir Putin tak menghentikan serangan ke Ukraina.
Adapun negara-negara yang memberikan sanksi, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, dan Jepang.
Berikut adalah fakta mengenai sikap Rusia terhadap sanksi yang diberikan, dirangkum Okezone, Senin (7/3/2022).
BACA JUGA:Buntut Perang Rusia-Ukraina, Kenaikan Harga BBM, Listrik hingga Inflasi Hantui Indonesia
 
1. Sikap Rusia
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva menyatakan bahwa Rusia menghormati keputusan beberapa negara yang menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap negaranya.
&quot;Kami melihat sanksi sebagai instrumen yang absolut dan sah. Satu-satunya badan di dunia yang bisa menjatuhkan sanksi adalah Dewan Keamanan PBB dan dari opini pribadi saya, itu tidak berhasil,&quot; ujar Lyudmila di Jakarta, Selasa(1/3/2022).
BACA JUGA:Rusia Terus Gempur Kota Ukraina, Ledakan Terdengar di Kiev, Mariupol Dikepung 

2. Sanksi Tak Mengubah Kebijakan Rusia
 
Lyudmila mempertanyakan, apakah ada negara yang dijatuhkan sanksi, dan kemudian mengubah kebijakannya. Jawabannya, tidak ada. Dia mencontohkan negara-negara yang pernah dijatuhkan sanksi seperti Iran dan Korea Utara.
3. Rusia Memiliki Segalanya
 
Lyudmila menegaskan Rusia, adalah negara besar. &quot;Memang sanksi akan menyusahkan kami, tapi ingatlah bahwa Uni Soviet selama 70 tahun dijatuhkan sanksi dan kami memiliki power yang besar. Kami memproduksi segalanya,&quot; tegas Lyudmila.4. Pertahanan Rusia
 
Dia menjelaskan bahwa, tentu kondisi ini masih akan menjadi  hambatan dan menyusahkan rakyatnya, tapi dia meyakini bahwa Rusia akan  bertahan. Lyudmila mengulas di tahun 2014, pertama kali Rusia dijatuhkan  sanksi, dan di kala itu, negaranya sangat bergantung pada impor dan  ekspor akan makanan.
&quot;Tapi karena kami mengenakan ban atau larangan impor beberapa produk  makanan Barat, kami mulai memproduksi makanan kami sendiri, dan sektor  pertanian kami berkembang. Sekarang kami adalah negara eksportir gandum  nomor satu di dunia, meski di 2014 kami tidak seperti itu,&quot; ungkap  Lyudmila.
5. Utamakan Produk Lokal
Dia menegaskan bahwa Rusia juga sangat gemar membeli produk lokal dan  nasionalnya sendiri dibanding produk-produk Barat, dengan harga yang  lebih murah, berkualitas, dan produksi sendiri.
&quot;Di tahun 1990-an, Barat berusaha menghancurkan potensi industri  kami, dan anehnya memang, mereka berhasil. Tapi, kami mulai memulihkan  diri, dan kami memiliki segalanya, ada SDA, teritori luas, dan  orang-orang yang berpendidikan baik. Kami memiliki potensinya, kami  ingin merasa aman di dalam negara kami, kami tidak ingin ada misil  mendekati negara kami, bukan kami yang membawa misil ke US, Kanada, atau  negara lain,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
