<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesan Sri Mulyani agar Perempuan Siap Jadi Pemimpin</title><description>Sri Mulyani menyatakan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menduduki jabatan penting di dalam organisasi apapun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/07/320/2557804/pesan-sri-mulyani-agar-perempuan-siap-jadi-pemimpin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/07/320/2557804/pesan-sri-mulyani-agar-perempuan-siap-jadi-pemimpin"/><item><title>Pesan Sri Mulyani agar Perempuan Siap Jadi Pemimpin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/07/320/2557804/pesan-sri-mulyani-agar-perempuan-siap-jadi-pemimpin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/07/320/2557804/pesan-sri-mulyani-agar-perempuan-siap-jadi-pemimpin</guid><pubDate>Senin 07 Maret 2022 19:54 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/07/320/2557804/pesan-sri-mulyani-agar-perempuan-siap-jadi-pemimpin-ip18C5K6wO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/07/320/2557804/pesan-sri-mulyani-agar-perempuan-siap-jadi-pemimpin-ip18C5K6wO.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menduduki jabatan penting di dalam organisasi apapun. Selain menciptakan keberagaman, kehadiran perempuan juga menciptakan kinerja yang lebih positif.
Untuk mencetak pemimpin perempuan yang unggul, menurutnya, harus diperhatikan dari sejak bayi ada dalam kandungan ibu.
BACA JUGA:Curhat Sri Mulyani: Pejabat Eselon I Perempuan di Kemenkeu Hanya 17%

&quot;Mulainya dari dalam perut. Ibu-ibu, dan orang tua, yang mengandung harus punya mindset, apapun gendernya tidak boleh berbeda dari sisi treatment,&quot; ujarnya dalam diskusi virtual, Senin (7/3/2022).
Kemudian lanjut dia hal ini akan berdampak pada psikologis anak perempuan. Jika sudah diperlakukan berbeda dengan anak laki-laki, maka dia akan trauma akan diskriminasi, begitu pula sebaliknya.
Jika anak laki-laki terbiasa diperlakukan sama seperti anak perempuan, dia tidak akan merasa tersinggung ketika melihat anak perempuan lebih berprestasi ketimbang dirinya.
BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap Alasan Perempuan Bisa Memimpin Lebih Baik

&quot;Kemudian sekolah juga harus diperhatikan. Namun, dalam kondisi ekonomi yang tidak semua sama, ini sering keluarga harus memutuskan siapa yang harus sekolah, dan biasanya yang didahulukan adalah anak laki-laki,&quot; katanya.Oleh karena itu, menurut Menkeu, negara harus hadir memberikan fasilitas sekolah yang sama kepada seluruh masyarakat yang terkendala biaya. Tak cuma itu, negara juga berkewajiban memerikan kepastian agar perempuan dapat mengklaim haknya tanpa dibedakan dengan laki-laki.
&quot;Pemberian maternity leave (cuti hamil, melahirkan dan nifas), lalu konstruksi APBN yang tidak hanya menguntungkan laki-laki, kemudian regulasi pemerintah jangan menjadi barrier untuk hak-hak perempuan,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menduduki jabatan penting di dalam organisasi apapun. Selain menciptakan keberagaman, kehadiran perempuan juga menciptakan kinerja yang lebih positif.
Untuk mencetak pemimpin perempuan yang unggul, menurutnya, harus diperhatikan dari sejak bayi ada dalam kandungan ibu.
BACA JUGA:Curhat Sri Mulyani: Pejabat Eselon I Perempuan di Kemenkeu Hanya 17%

&quot;Mulainya dari dalam perut. Ibu-ibu, dan orang tua, yang mengandung harus punya mindset, apapun gendernya tidak boleh berbeda dari sisi treatment,&quot; ujarnya dalam diskusi virtual, Senin (7/3/2022).
Kemudian lanjut dia hal ini akan berdampak pada psikologis anak perempuan. Jika sudah diperlakukan berbeda dengan anak laki-laki, maka dia akan trauma akan diskriminasi, begitu pula sebaliknya.
Jika anak laki-laki terbiasa diperlakukan sama seperti anak perempuan, dia tidak akan merasa tersinggung ketika melihat anak perempuan lebih berprestasi ketimbang dirinya.
BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap Alasan Perempuan Bisa Memimpin Lebih Baik

&quot;Kemudian sekolah juga harus diperhatikan. Namun, dalam kondisi ekonomi yang tidak semua sama, ini sering keluarga harus memutuskan siapa yang harus sekolah, dan biasanya yang didahulukan adalah anak laki-laki,&quot; katanya.Oleh karena itu, menurut Menkeu, negara harus hadir memberikan fasilitas sekolah yang sama kepada seluruh masyarakat yang terkendala biaya. Tak cuma itu, negara juga berkewajiban memerikan kepastian agar perempuan dapat mengklaim haknya tanpa dibedakan dengan laki-laki.
&quot;Pemberian maternity leave (cuti hamil, melahirkan dan nifas), lalu konstruksi APBN yang tidak hanya menguntungkan laki-laki, kemudian regulasi pemerintah jangan menjadi barrier untuk hak-hak perempuan,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
