<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Stop Impor dari Rusia, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD300/Barel</title><description>Harga minyak meroket USD300 per barel setelah Amerika melarang impor ke Rusia, Selasa (8/2/2022).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/09/320/2558575/as-stop-impor-dari-rusia-harga-minyak-dunia-bisa-tembus-usd300-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/09/320/2558575/as-stop-impor-dari-rusia-harga-minyak-dunia-bisa-tembus-usd300-barel"/><item><title>AS Stop Impor dari Rusia, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD300/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/09/320/2558575/as-stop-impor-dari-rusia-harga-minyak-dunia-bisa-tembus-usd300-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/09/320/2558575/as-stop-impor-dari-rusia-harga-minyak-dunia-bisa-tembus-usd300-barel</guid><pubDate>Rabu 09 Maret 2022 08:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/09/320/2558575/as-stop-impor-dari-rusia-harga-minyak-dunia-bisa-tembus-usd300-barel-LdjE5YdhQh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak meroket USD300 per Barel. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/09/320/2558575/as-stop-impor-dari-rusia-harga-minyak-dunia-bisa-tembus-usd300-barel-LdjE5YdhQh.jpg</image><title>Minyak meroket USD300 per Barel. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak meroket USD300 per barel setelah Amerika melarang impor ke Rusia, Selasa (8/2/2022).

Melansir VOA Indonesia. di mana Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan Washington dan sekutu Eropa melarang impor minyak dari Rusia.

Kemudian, dengan ditutupnya pipa gas utama Rusia-Jerman untuk menindaklanjuti ancaman untuk memotong pasokan energi dari Rusia.

&quot;Sangat jelas bahwa penolakan terhadap minyak Rusia akan menyebabkan konsekuensi bencana bagi pasar global,&quot; ujar Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak dalam sebuah pernyataan di televisi pemerintah, sebagaimana dikutip dari Reuters.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket ke USD130/Barel Usai AS Larang Impor dari Rusia
&quot;Lonjakan harga tidak dapat diprediksi. Itu akan menjadi $300 per barel, bahkan lebih,&quot; tambahnya.

Lalu, Novak menyebut Eropa akan membutuhkan lebih dari satu tahun untuk mengganti volume minyak yang diterimanya dari Rusia.

Bahkan, kini harus membayar harga yang jauh lebih tinggi

&quot;Politisi Eropa perlu secara jujur memperingatkan warga dan konsumen mereka tentang apa yang diharapkan,&quot; ucap Novak.
&quot;Jika Anda ingin menolak pasokan energi dari Rusia, silakan. Kami siap untuk itu. Kami tahu ke mana kami bisa mengarahkan pasokan yang kami punya,&amp;rdquo; lanjutnya.

Adapun Rusia memasok 40 persen gas Eropa, memenuhi kewajibannya secara penuh.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Wapres Wanti-Wanti Kasus Minyak Goreng dan Kedelai Tak Terjadi Jelang Bulan Puasa
Namun, tetap berhak membalas Uni Eropa setelah Jerman bulan lalu membekukan sertifikasi pipa gas Nord Stream 2.

&quot;Sehubungan dengan ... pengenaan larangan Nord Stream 2, kami memiliki hak untuk mengambil keputusan yang cocok dan memberlakukan embargo pada produksi gas melalui pipa gas Nord Stream 1,&quot; bebernya.

&quot;Sejauh ini kami tidak mengambil keputusan seperti itu. Namun politisi Eropa dengan pernyataan dan tuduhan mereka terhadap Rusia, mendorong kami ke arah itu,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak meroket USD300 per barel setelah Amerika melarang impor ke Rusia, Selasa (8/2/2022).

Melansir VOA Indonesia. di mana Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan Washington dan sekutu Eropa melarang impor minyak dari Rusia.

Kemudian, dengan ditutupnya pipa gas utama Rusia-Jerman untuk menindaklanjuti ancaman untuk memotong pasokan energi dari Rusia.

&quot;Sangat jelas bahwa penolakan terhadap minyak Rusia akan menyebabkan konsekuensi bencana bagi pasar global,&quot; ujar Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak dalam sebuah pernyataan di televisi pemerintah, sebagaimana dikutip dari Reuters.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket ke USD130/Barel Usai AS Larang Impor dari Rusia
&quot;Lonjakan harga tidak dapat diprediksi. Itu akan menjadi $300 per barel, bahkan lebih,&quot; tambahnya.

Lalu, Novak menyebut Eropa akan membutuhkan lebih dari satu tahun untuk mengganti volume minyak yang diterimanya dari Rusia.

Bahkan, kini harus membayar harga yang jauh lebih tinggi

&quot;Politisi Eropa perlu secara jujur memperingatkan warga dan konsumen mereka tentang apa yang diharapkan,&quot; ucap Novak.
&quot;Jika Anda ingin menolak pasokan energi dari Rusia, silakan. Kami siap untuk itu. Kami tahu ke mana kami bisa mengarahkan pasokan yang kami punya,&amp;rdquo; lanjutnya.

Adapun Rusia memasok 40 persen gas Eropa, memenuhi kewajibannya secara penuh.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Wapres Wanti-Wanti Kasus Minyak Goreng dan Kedelai Tak Terjadi Jelang Bulan Puasa
Namun, tetap berhak membalas Uni Eropa setelah Jerman bulan lalu membekukan sertifikasi pipa gas Nord Stream 2.

&quot;Sehubungan dengan ... pengenaan larangan Nord Stream 2, kami memiliki hak untuk mengambil keputusan yang cocok dan memberlakukan embargo pada produksi gas melalui pipa gas Nord Stream 1,&quot; bebernya.

&quot;Sejauh ini kami tidak mengambil keputusan seperti itu. Namun politisi Eropa dengan pernyataan dan tuduhan mereka terhadap Rusia, mendorong kami ke arah itu,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
