<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Asuransi Jiwa Rp241,1 Triliun di 2021, Naik 11%</title><description>Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan total pendapatan asuransi jiwa sebesar Rp241,17 triliun pada 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/09/320/2558810/pendapatan-asuransi-jiwa-rp241-1-triliun-di-2021-naik-11</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/09/320/2558810/pendapatan-asuransi-jiwa-rp241-1-triliun-di-2021-naik-11"/><item><title>Pendapatan Asuransi Jiwa Rp241,1 Triliun di 2021, Naik 11%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/09/320/2558810/pendapatan-asuransi-jiwa-rp241-1-triliun-di-2021-naik-11</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/09/320/2558810/pendapatan-asuransi-jiwa-rp241-1-triliun-di-2021-naik-11</guid><pubDate>Rabu 09 Maret 2022 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/09/320/2558810/pendapatan-asuransi-jiwa-rp241-1-triliun-di-2021-naik-11-jguQfJJDEo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendapatan Asuransi Jiwa (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/09/320/2558810/pendapatan-asuransi-jiwa-rp241-1-triliun-di-2021-naik-11-jguQfJJDEo.jpg</image><title>Pendapatan Asuransi Jiwa (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan total pendapatan asuransi jiwa sebesar Rp241,17 triliun pada 2021. Pendapatan ini naik sebesar 11,9% secara year on year (yoy).

Pendapatan tersebut bahkan masih lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2019 sebelum adanya pandemi covid 19. Pada tahun 2019, AAJI mencatatkan total pendapatan industri asuransi jiwa sebesar Rp235,73.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, kenaikan tersebut disebabkan perekonomian Indonesia yang sudah mulai bangkit, yang diiringi dengan edukasi terhadap asuransi jiwa pada masyarakat meningkat.

&quot;Seiring dengan mulai bangkitnya aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan asuransi jiwa, terlah berkontribusi dalam pertumbuhan ini,&quot; ujar Budi Tampubulon dala konferensi persnya secara virtual, Rabu (9/3/2022).

Baca Juga: Inggris 'Tendang' Perusahaan Rusia dari Industri Asuransi


Budi mengatakan, kinerja industri asuransi terus pulih, AAJI berusaha menjaga momentum positif tersebut dengan meningkatkan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan industri asuransi.

&quot;Kenaikan di tahun 2021 ini menunjukan adanya tren positif yang konsisten dari industri asuransi beberapa tahun terakhir ini,&quot; katanya.

Sedangkan untuk pendapatan total premi industri asuransi jiwa juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2020 maupun tahun 2019.

Pada tahun 2021, AAJI mencatat total pendapatan premi sebesar Rp202,93 triliun. Sedangkan pada tahun 2019 hanya Rp199,89 triliun, turun cukup dalam pada tahun 2020 yang berada di angka Rp187,59 triliun.

&quot;Total pendapatan premi asuransi jiwa tumbuh 8,2% atau sebesar Rp202,93 triliun jika dibandingkan dengan tahun 2020, tapi jika kita lihat tahun 2019, ternyata 2021 ini tetap tumbuh,&quot; pungkas Budi.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan total pendapatan asuransi jiwa sebesar Rp241,17 triliun pada 2021. Pendapatan ini naik sebesar 11,9% secara year on year (yoy).

Pendapatan tersebut bahkan masih lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2019 sebelum adanya pandemi covid 19. Pada tahun 2019, AAJI mencatatkan total pendapatan industri asuransi jiwa sebesar Rp235,73.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, kenaikan tersebut disebabkan perekonomian Indonesia yang sudah mulai bangkit, yang diiringi dengan edukasi terhadap asuransi jiwa pada masyarakat meningkat.

&quot;Seiring dengan mulai bangkitnya aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan asuransi jiwa, terlah berkontribusi dalam pertumbuhan ini,&quot; ujar Budi Tampubulon dala konferensi persnya secara virtual, Rabu (9/3/2022).

Baca Juga: Inggris 'Tendang' Perusahaan Rusia dari Industri Asuransi


Budi mengatakan, kinerja industri asuransi terus pulih, AAJI berusaha menjaga momentum positif tersebut dengan meningkatkan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan industri asuransi.

&quot;Kenaikan di tahun 2021 ini menunjukan adanya tren positif yang konsisten dari industri asuransi beberapa tahun terakhir ini,&quot; katanya.

Sedangkan untuk pendapatan total premi industri asuransi jiwa juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2020 maupun tahun 2019.

Pada tahun 2021, AAJI mencatat total pendapatan premi sebesar Rp202,93 triliun. Sedangkan pada tahun 2019 hanya Rp199,89 triliun, turun cukup dalam pada tahun 2020 yang berada di angka Rp187,59 triliun.

&quot;Total pendapatan premi asuransi jiwa tumbuh 8,2% atau sebesar Rp202,93 triliun jika dibandingkan dengan tahun 2020, tapi jika kita lihat tahun 2019, ternyata 2021 ini tetap tumbuh,&quot; pungkas Budi.</content:encoded></item></channel></rss>
