<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Rebound Ditopang Saham Teknologi dan Keuangan</title><description>Wall Street ditutup melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/10/278/2559185/wall-street-rebound-ditopang-saham-teknologi-dan-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/10/278/2559185/wall-street-rebound-ditopang-saham-teknologi-dan-keuangan"/><item><title>Wall Street Rebound Ditopang Saham Teknologi dan Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/10/278/2559185/wall-street-rebound-ditopang-saham-teknologi-dan-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/10/278/2559185/wall-street-rebound-ditopang-saham-teknologi-dan-keuangan</guid><pubDate>Kamis 10 Maret 2022 06:22 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/10/278/2559185/wall-street-rebound-ditopang-saham-teknologi-dan-keuangan-oW99U8sEvD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street ditutup menguat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/10/278/2559185/wall-street-rebound-ditopang-saham-teknologi-dan-keuangan-oW99U8sEvD.jpg</image><title>Wall Street ditutup menguat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street ditutup melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Penguatan bursa saham AS dipimpin oleh saham keuangan dan teknologi.
Wall Street rebound dari penurunan beberapa hari setelah harga minyak turun tajam. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 653,61 poin atau 2,00%, menjadi menetap di 33.286,25 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 107,18 poin atau 2,57%, menjadi berakhir di 4.277,88 poin. Indeks Komposit Nasdaq melambung 460,00 poin atau 3,59%, menjadi ditutup di 13.255,55 poin.
BACA JUGA:Wall Street Ditutup Melemah Imbas AS Larang Impor Minyak Rusia

Indeks S&amp;amp;P 500 membukukan kenaikan satu hari terbesar sejak Juni 2020, sementara Nasdaq mencatat kenaikan terbesar sejak Maret 2021.
Kelompok teknologi kelas berat dan keuangan adalah sektor S&amp;amp;P 500 dengan keuntungan tertinggi, masing-masing terangkat 4,0% dan 3,6%.
BACA JUGA:Wall Street Anjlok, Investor Kian Gelisah Imbas Perang Rusia-Ukraina

Sektor energi, yang telah menjadi pemain sektor yang menonjol pada tahun 2022, merosot 3,2% karena harga patokan minyak mentah Brent turun menjadi sekitar 110 dolar AS per barel dari lebih dari 130 dolar AS pada awal minggu.
Harga minyak global mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu, setelah Uni Emirat Arab mengatakan anggota OPEC akan mendukung peningkatan produksi ke pasar yang berantakan karena gangguan pasokan yang disebabkan oleh sanksi yang dikenakan pada Rusia atas konfliknya dengan Ukraina.
Kenaikan tajam pada minyak dan komoditas lainnya telah memicu  kekhawatiran tentang goncangan lebih lanjut terhadap kenaikan inflasi  dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Dalam perkembangan terakhir, Ukraina menuduh Rusia mengebom sebuah  rumah sakit anak-anak di pelabuhan Mariupol yang terkepung selama  gencatan senjata yang disepakati untuk memungkinkan warga sipil yang  terperangkap di kota itu melarikan diri.
Saham-saham telah kesulitan karena kekhawatiran tentang krisis  Rusia-Ukraina telah memperdalam aksi jual yang awalnya dipicu oleh  kekhawatiran atas imbal hasil obligasi yang lebih tinggi karena Federal  Reserve diperkirakan akan memperketat kebijakan moneter tahun ini untuk  melawan inflasi.
Investor sedang menunggu laporan Kamis tentang harga konsumen AS sebagai rilis data utama menjelang pertemuan Fed 15-16 Maret.
Sekitar 14 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 13,6 miliar selama 20 sesi terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street ditutup melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Penguatan bursa saham AS dipimpin oleh saham keuangan dan teknologi.
Wall Street rebound dari penurunan beberapa hari setelah harga minyak turun tajam. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 653,61 poin atau 2,00%, menjadi menetap di 33.286,25 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 107,18 poin atau 2,57%, menjadi berakhir di 4.277,88 poin. Indeks Komposit Nasdaq melambung 460,00 poin atau 3,59%, menjadi ditutup di 13.255,55 poin.
BACA JUGA:Wall Street Ditutup Melemah Imbas AS Larang Impor Minyak Rusia

Indeks S&amp;amp;P 500 membukukan kenaikan satu hari terbesar sejak Juni 2020, sementara Nasdaq mencatat kenaikan terbesar sejak Maret 2021.
Kelompok teknologi kelas berat dan keuangan adalah sektor S&amp;amp;P 500 dengan keuntungan tertinggi, masing-masing terangkat 4,0% dan 3,6%.
BACA JUGA:Wall Street Anjlok, Investor Kian Gelisah Imbas Perang Rusia-Ukraina

Sektor energi, yang telah menjadi pemain sektor yang menonjol pada tahun 2022, merosot 3,2% karena harga patokan minyak mentah Brent turun menjadi sekitar 110 dolar AS per barel dari lebih dari 130 dolar AS pada awal minggu.
Harga minyak global mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu, setelah Uni Emirat Arab mengatakan anggota OPEC akan mendukung peningkatan produksi ke pasar yang berantakan karena gangguan pasokan yang disebabkan oleh sanksi yang dikenakan pada Rusia atas konfliknya dengan Ukraina.
Kenaikan tajam pada minyak dan komoditas lainnya telah memicu  kekhawatiran tentang goncangan lebih lanjut terhadap kenaikan inflasi  dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Dalam perkembangan terakhir, Ukraina menuduh Rusia mengebom sebuah  rumah sakit anak-anak di pelabuhan Mariupol yang terkepung selama  gencatan senjata yang disepakati untuk memungkinkan warga sipil yang  terperangkap di kota itu melarikan diri.
Saham-saham telah kesulitan karena kekhawatiran tentang krisis  Rusia-Ukraina telah memperdalam aksi jual yang awalnya dipicu oleh  kekhawatiran atas imbal hasil obligasi yang lebih tinggi karena Federal  Reserve diperkirakan akan memperketat kebijakan moneter tahun ini untuk  melawan inflasi.
Investor sedang menunggu laporan Kamis tentang harga konsumen AS sebagai rilis data utama menjelang pertemuan Fed 15-16 Maret.
Sekitar 14 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 13,6 miliar selama 20 sesi terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
