<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OPEC Sepakat Genjot Produksi, Harga Minyak Dunia Akhirnya Turun 17%</title><description>Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/10/320/2559179/opec-sepakat-genjot-produksi-harga-minyak-dunia-akhirnya-turun-17</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/10/320/2559179/opec-sepakat-genjot-produksi-harga-minyak-dunia-akhirnya-turun-17"/><item><title>OPEC Sepakat Genjot Produksi, Harga Minyak Dunia Akhirnya Turun 17%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/10/320/2559179/opec-sepakat-genjot-produksi-harga-minyak-dunia-akhirnya-turun-17</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/10/320/2559179/opec-sepakat-genjot-produksi-harga-minyak-dunia-akhirnya-turun-17</guid><pubDate>Kamis 10 Maret 2022 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/10/320/2559179/opec-sepakat-genjot-produksi-harga-minyak-dunia-akhirnya-turun-17-DBB7UGqh3w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/10/320/2559179/opec-sepakat-genjot-produksi-harga-minyak-dunia-akhirnya-turun-17-DBB7UGqh3w.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu.
Harga minyak dunia akhirnya turun setelah Uni Emirat Arab mengatakan bahwa anggota OPEC akan mendukung peningkatan produksi ke pasar yang kacau karena perang Rusia-Ukraina.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket, Pasokan Pertalite Harus Dijaga! Jangan Sampai Ada Penimbunan

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei anjlok lebih dari 17% selama sesi sebelum menetap dengan merosot USD16,84 atau 13,2%, menjadi menetap di USD111,14 per barel, penurunan satu hari terburuk sejak 21 April 2020.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret terpangkas USD15,44 atau 12,5% menjadi ditutup pada USD108,70 per barel, hari terburuk mereka sejak November tahun lalu.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik, Pertalite Seharusnya Dijual Rp11.900/Liter

&quot;Kami mendukung peningkatan produksi dan akan mendorong OPEC untuk mempertimbangkan tingkat produksi yang lebih tinggi,&quot; kata Duta Besar Yousuf Al Otaiba dalam sebuah pernyataan yang dicuit oleh Kedutaan Besar UEA di Washington.
Penurunan harga juga diperburuk oleh para pedagang yang menafsirkan beberapa komentar yang dilaporkan dari seorang menteri Irak sebagai kesediaan negara itu untuk meningkatkan produksi jika diperlukan. Namun, pemasar minyak mentah milik negara SOMO kemudian mengklarifikasi bahwa pihaknya melihat kenaikan bulanan OPEC+ sudah cukup untuk mengatasi kekurangan minyak.Pernyataan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berubah  minggu ini ketika Sekretaris Jenderalnya Mohammed Barkindo mengatakan  bahwa pasokan semakin tertinggal dari permintaan.
OPEC+, yang mencakup Rusia, telah menargetkan peningkatan produksi  400.000 barel per hari setiap bulan, dan telah menolak permintaan dari  Amerika Serikat dan negara-negara konsumen lainnya untuk memompa lebih  banyak.
Rusia adalah pengekspor minyak mentah dan bahan bakar utama dunia,  mengirimkan sekitar 7 juta barel per hari atau 7,0% dari pasokan global.
Harga minyak telah jatuh di awal sesi setelah Badan Energi  Internasional mengatakan cadangan minyak dapat dimanfaatkan lebih lanjut  untuk mengkompensasi gangguan pasokan Rusia.
&quot;Jika ada kebutuhan, jika pemerintah kita memutuskan demikian, kita  dapat membawa lebih banyak minyak ke pasar, sebagai salah satu bagian  dari tanggapan,&quot; kata ketua IEA, Faith Birol.
Birol mengatakan keputusan IEA pekan lalu untuk melepaskan 60 juta barel minyak dari cadangan strategis adalah &quot;tanggapan awal.&quot;
Dunia sedang bekerja sama untuk mengatasi lonjakan harga minyak dan  itu telah menempatkan puncak jangka pendek untuk minyak mentah, kata  Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.
Amerika Serikat melarang impor minyak dan gas dari Rusia pada Selasa  (8/3/2022), sementara Inggris mengatakan akan menghapus impor minyak  Rusia pada akhir tahun, yang menambah gangguan ekspor yang disebabkan  oleh serangkaian sanksi ekonomi hukuman terhadap Rusia.
Harga minyak telah reli lebih dari 30% sejak invasi Rusia pada 24  Februari, menyentuh puncak di atas USD139 per barel pada Senin  (7/3/2022), dan Relative Strength Index untuk Brent, indikator momentum,  menunjukkan pasar akan melakukan aksi jual.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu.
Harga minyak dunia akhirnya turun setelah Uni Emirat Arab mengatakan bahwa anggota OPEC akan mendukung peningkatan produksi ke pasar yang kacau karena perang Rusia-Ukraina.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket, Pasokan Pertalite Harus Dijaga! Jangan Sampai Ada Penimbunan

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei anjlok lebih dari 17% selama sesi sebelum menetap dengan merosot USD16,84 atau 13,2%, menjadi menetap di USD111,14 per barel, penurunan satu hari terburuk sejak 21 April 2020.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret terpangkas USD15,44 atau 12,5% menjadi ditutup pada USD108,70 per barel, hari terburuk mereka sejak November tahun lalu.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik, Pertalite Seharusnya Dijual Rp11.900/Liter

&quot;Kami mendukung peningkatan produksi dan akan mendorong OPEC untuk mempertimbangkan tingkat produksi yang lebih tinggi,&quot; kata Duta Besar Yousuf Al Otaiba dalam sebuah pernyataan yang dicuit oleh Kedutaan Besar UEA di Washington.
Penurunan harga juga diperburuk oleh para pedagang yang menafsirkan beberapa komentar yang dilaporkan dari seorang menteri Irak sebagai kesediaan negara itu untuk meningkatkan produksi jika diperlukan. Namun, pemasar minyak mentah milik negara SOMO kemudian mengklarifikasi bahwa pihaknya melihat kenaikan bulanan OPEC+ sudah cukup untuk mengatasi kekurangan minyak.Pernyataan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berubah  minggu ini ketika Sekretaris Jenderalnya Mohammed Barkindo mengatakan  bahwa pasokan semakin tertinggal dari permintaan.
OPEC+, yang mencakup Rusia, telah menargetkan peningkatan produksi  400.000 barel per hari setiap bulan, dan telah menolak permintaan dari  Amerika Serikat dan negara-negara konsumen lainnya untuk memompa lebih  banyak.
Rusia adalah pengekspor minyak mentah dan bahan bakar utama dunia,  mengirimkan sekitar 7 juta barel per hari atau 7,0% dari pasokan global.
Harga minyak telah jatuh di awal sesi setelah Badan Energi  Internasional mengatakan cadangan minyak dapat dimanfaatkan lebih lanjut  untuk mengkompensasi gangguan pasokan Rusia.
&quot;Jika ada kebutuhan, jika pemerintah kita memutuskan demikian, kita  dapat membawa lebih banyak minyak ke pasar, sebagai salah satu bagian  dari tanggapan,&quot; kata ketua IEA, Faith Birol.
Birol mengatakan keputusan IEA pekan lalu untuk melepaskan 60 juta barel minyak dari cadangan strategis adalah &quot;tanggapan awal.&quot;
Dunia sedang bekerja sama untuk mengatasi lonjakan harga minyak dan  itu telah menempatkan puncak jangka pendek untuk minyak mentah, kata  Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.
Amerika Serikat melarang impor minyak dan gas dari Rusia pada Selasa  (8/3/2022), sementara Inggris mengatakan akan menghapus impor minyak  Rusia pada akhir tahun, yang menambah gangguan ekspor yang disebabkan  oleh serangkaian sanksi ekonomi hukuman terhadap Rusia.
Harga minyak telah reli lebih dari 30% sejak invasi Rusia pada 24  Februari, menyentuh puncak di atas USD139 per barel pada Senin  (7/3/2022), dan Relative Strength Index untuk Brent, indikator momentum,  menunjukkan pasar akan melakukan aksi jual.</content:encoded></item></channel></rss>
