<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Kecewa Porsi Kredit UMKM Masih Rendah</title><description>Presiden Joko Widodo meminta agar porsi kredit UMKM terhadap kredit perbankan dapat ditingkatkan minimal 30% pada tahun 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/11/320/2559920/menko-airlangga-kecewa-porsi-kredit-umkm-masih-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/11/320/2559920/menko-airlangga-kecewa-porsi-kredit-umkm-masih-rendah"/><item><title>Menko Airlangga Kecewa Porsi Kredit UMKM Masih Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/11/320/2559920/menko-airlangga-kecewa-porsi-kredit-umkm-masih-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/11/320/2559920/menko-airlangga-kecewa-porsi-kredit-umkm-masih-rendah</guid><pubDate>Jum'at 11 Maret 2022 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/11/320/2559920/menko-airlangga-kecewa-porsi-kredit-umkm-masih-rendah-Ou0mKhkHTM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Porsi kredit UMKM masih rendah (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/11/320/2559920/menko-airlangga-kecewa-porsi-kredit-umkm-masih-rendah-Ou0mKhkHTM.jpg</image><title>Porsi kredit UMKM masih rendah (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta agar porsi kredit UMKM terhadap kredit perbankan dapat ditingkatkan minimal 30% pada tahun 2024. Program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga telah dilakukan oleh Pemerintah dan berperan dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM. Pemerintah terus mendorong pengembangan program KUR untuk dapat dinikmati oleh masyarakat secara lebih luas lagi.
BACA JUGA:1.500 UMKM Unggulan Bakal Mejeng di MotoGP Mandalika

&amp;ldquo;Dalam rangka menjaga momentum pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, Pemerintah melakukan strategi pengembangan UMKM yang disertai dengan peningkatan akses pembiayaan UMKM. Saat ini, share kredit UMKM masih rendah, yakni sebesar 18%. Terbatasnya akses pembiayaan terhadap UMKM berpotensi menghambat pengembangan dan penciptaan usaha baru di UMKM sehingga penciptaan lapangan kerja menjadi terbatas,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Kajian Buku Pembiayaan UMKM yang dilakukan secara virtual, Kamis (10/3/2022).
Buku Pembiayaan UMKM sendiri telah diluncurkan pada 11 November 2021 lalu dan berisi berbagai pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan UMKM, mengingat UMKM merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi.
BACA JUGA:Menko Airlangga Prioritaskan UMKM, Penyaluran KUR Capai Rp55 Triliun di Februari

Selain memberikan subsidi bunga KUR sebesar 3%, Pemerintah juga meningkatkan plafon KUR pada tahun 2022 sebesar Rp373,17 triliun atau bertambah 30% dari tahun 2021. Disamping itu, Pemerintah juga telah menambahkan skema KUR Super Mikro untuk pekerja terkena PHK dan Ibu rumah tangga, mengintegrasikan program Kartu Prakerja dengan KUR, dan melakukan perubahan kebijakan KUR Khusus bagi korporatisasi petani dan nelayan.
Selain itu, Pemerintah mendorong front loading berbagai Kebijakan Insentif Fiskal dan Perlindungan Sosial di awal tahun 2022 ini. Sebagai wujud keberpihakan dan dukungan bagi sektor UMKM yang sangat terdampak selama masa pandemi, Pemerintah juga memberikan kebijakan restrukturisasi kredit untuk mengurangi beban para debitur.&amp;ldquo;Pemerintah juga mendorong peningkatan perluasan akses pembiayaan  untuk UMKM melalui Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial, agar porsi  kredit UMKM ditingkatkan pada tahun 2022 sebesar 20% dan secara  bertahap menjadi 30% pada tahun 2024,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Melihat tantangan ke depan, Pemerintah berupaya untuk  mengintegrasikan seluruh fasilitas pembiayaan UMKM agar dapat terus  mendukung pemberdayaan UMKM dan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi  nasional. Program bantuan sosial berupa Banpres Produktif dan Kartu  Prakerja akan membantu meningkatkan jumlah usaha mikro dan kecil yang  produktif. Selanjutnya, pembinaan dan pengembangan melalui Program  Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta program CSR lainnya akan  membantu pelaku UMKM yang unbankable untuk naik kelas dan memperoleh  pembiayaan yang lebih baik.
&amp;ldquo;Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi  yang salah satunya melalui penguatan kewirausahaan, UMKM, dan koperasi.  Saya berharap buku ini dapat menambah pengetahuan bagi akademisi maupun  pembuat kebijakan dalam melakukan monitoring dan evaluasi atas berbagai  kebijakan yang diupayakan Pemerintah untuk membangun ekosistem UMKM yang  lebih baik,&amp;rdquo; pungkas Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta agar porsi kredit UMKM terhadap kredit perbankan dapat ditingkatkan minimal 30% pada tahun 2024. Program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga telah dilakukan oleh Pemerintah dan berperan dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM. Pemerintah terus mendorong pengembangan program KUR untuk dapat dinikmati oleh masyarakat secara lebih luas lagi.
BACA JUGA:1.500 UMKM Unggulan Bakal Mejeng di MotoGP Mandalika

&amp;ldquo;Dalam rangka menjaga momentum pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, Pemerintah melakukan strategi pengembangan UMKM yang disertai dengan peningkatan akses pembiayaan UMKM. Saat ini, share kredit UMKM masih rendah, yakni sebesar 18%. Terbatasnya akses pembiayaan terhadap UMKM berpotensi menghambat pengembangan dan penciptaan usaha baru di UMKM sehingga penciptaan lapangan kerja menjadi terbatas,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Kajian Buku Pembiayaan UMKM yang dilakukan secara virtual, Kamis (10/3/2022).
Buku Pembiayaan UMKM sendiri telah diluncurkan pada 11 November 2021 lalu dan berisi berbagai pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan UMKM, mengingat UMKM merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi.
BACA JUGA:Menko Airlangga Prioritaskan UMKM, Penyaluran KUR Capai Rp55 Triliun di Februari

Selain memberikan subsidi bunga KUR sebesar 3%, Pemerintah juga meningkatkan plafon KUR pada tahun 2022 sebesar Rp373,17 triliun atau bertambah 30% dari tahun 2021. Disamping itu, Pemerintah juga telah menambahkan skema KUR Super Mikro untuk pekerja terkena PHK dan Ibu rumah tangga, mengintegrasikan program Kartu Prakerja dengan KUR, dan melakukan perubahan kebijakan KUR Khusus bagi korporatisasi petani dan nelayan.
Selain itu, Pemerintah mendorong front loading berbagai Kebijakan Insentif Fiskal dan Perlindungan Sosial di awal tahun 2022 ini. Sebagai wujud keberpihakan dan dukungan bagi sektor UMKM yang sangat terdampak selama masa pandemi, Pemerintah juga memberikan kebijakan restrukturisasi kredit untuk mengurangi beban para debitur.&amp;ldquo;Pemerintah juga mendorong peningkatan perluasan akses pembiayaan  untuk UMKM melalui Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial, agar porsi  kredit UMKM ditingkatkan pada tahun 2022 sebesar 20% dan secara  bertahap menjadi 30% pada tahun 2024,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Melihat tantangan ke depan, Pemerintah berupaya untuk  mengintegrasikan seluruh fasilitas pembiayaan UMKM agar dapat terus  mendukung pemberdayaan UMKM dan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi  nasional. Program bantuan sosial berupa Banpres Produktif dan Kartu  Prakerja akan membantu meningkatkan jumlah usaha mikro dan kecil yang  produktif. Selanjutnya, pembinaan dan pengembangan melalui Program  Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta program CSR lainnya akan  membantu pelaku UMKM yang unbankable untuk naik kelas dan memperoleh  pembiayaan yang lebih baik.
&amp;ldquo;Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi  yang salah satunya melalui penguatan kewirausahaan, UMKM, dan koperasi.  Saya berharap buku ini dapat menambah pengetahuan bagi akademisi maupun  pembuat kebijakan dalam melakukan monitoring dan evaluasi atas berbagai  kebijakan yang diupayakan Pemerintah untuk membangun ekosistem UMKM yang  lebih baik,&amp;rdquo; pungkas Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
