<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Pertamina Naikan Harga BBM Jadi Rp14.500/Liter, Nomor 2 Masih Ditahan</title><description>PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/11/320/2560133/4-fakta-pertamina-naikan-harga-bbm-jadi-rp14-500-liter-nomor-2-masih-ditahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/11/320/2560133/4-fakta-pertamina-naikan-harga-bbm-jadi-rp14-500-liter-nomor-2-masih-ditahan"/><item><title>4 Fakta Pertamina Naikan Harga BBM Jadi Rp14.500/Liter, Nomor 2 Masih Ditahan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/11/320/2560133/4-fakta-pertamina-naikan-harga-bbm-jadi-rp14-500-liter-nomor-2-masih-ditahan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/11/320/2560133/4-fakta-pertamina-naikan-harga-bbm-jadi-rp14-500-liter-nomor-2-masih-ditahan</guid><pubDate>Sabtu 12 Maret 2022 03:53 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/11/320/2560133/4-fakta-pertamina-naikan-harga-bbm-jadi-rp14-500-liter-nomor-2-masih-ditahan-0lZmbcthKW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga BBM non subsidi naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/11/320/2560133/4-fakta-pertamina-naikan-harga-bbm-jadi-rp14-500-liter-nomor-2-masih-ditahan-0lZmbcthKW.jpg</image><title>Harga BBM non subsidi naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Kenaikan itu berlaku di seluruh Indonesia mulai 3 Maret 2022.
Sejumlah provinsi mengalami kenaikan harga yang bervariaif misalnya di wilayah DKI Jakarta harga Pertamax Turbo naik dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter, Dexlite naik dari Rp12.150 jadi Rp12.950 dan Pertamina Dex naik dari Rp13.200 menjadi Rp13.700.
Berikut adalah fakta kenaikan harga BBM non subsidi yang dirangkum Okezone, Sabtu (12/3/2022).
BACA JUGA:Alasan Pertamina Tak Naikkan Harga BBM Pertalite tapi Pertamax Turbo Bakal Naik Lagi

1. Imbas kenaikan harga minyak dunia
Harga minyak dunia melonjak di tengah perang Rusia-Ukraina. Bahkan harga minyak dunia sempat tembus level USD130 per barel. Harga minyak ini berdampak langsung terhadap beban subsidi APBN dan beban keuangan Pertamina.
VP Corporate Commucation Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, penyesuaian harga produk juga dilakukan secara selektif, hanya untuk BBM Non Subsidi tertentu seperti Pertamax Series maupun Dex Series yang porsi konsumsinya hanya sekitar 15% dari total konsumsi BBM Nasional.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus USD131/Barel, BBM Naik Lagi Nih?

2. Pertalite tak naik
Adapun, harga Pertalite sendiri tidak berubah sejak 3 tahun terakhir. Saat ini porsi konsumsi Pertalite adalah yang terbesar atau sekitar 50% dari total konsumsi BBM nasional. Oleh karenanya, Pemerintah terus melakukan pembahasan untuk skenario kompensasi Pertalite agar stabilisasi harga Pertalite dapat terjaga.3. BBM non subsidi untuk kalangan mampu
Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina  Commercial &amp;amp; Trading Irto Ginting mengatakan, karena 3 BBM itu untuk  masyarakat mampu sehingga dinaikkan.
&quot;3 BBK (Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertadex) merupakan Bahan Bakar  Minyak Non Subsidi untuk masyarakat mampu, dan porsinya hanya 3% dari  total konsumsi BBM nasional,&quot; jelasnya, Kamis (3/2/2022).
4. Tak bebankan APBN
Kenaikan BBM disebut justru tak memberatkan APBN tapi malah  meringankan. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat ekonomi energi  Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi.
&quot;Beban APBN itu untuk memberikan kompensasi pada saat Pertamina  menjual BBM di bawah harga keekonomian. Kalau tidak ada kenaikan harga  BBM di dalam negeri beban APBN semakin berat,&quot; jelasnya, Jumat  (4/3/2022).</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Kenaikan itu berlaku di seluruh Indonesia mulai 3 Maret 2022.
Sejumlah provinsi mengalami kenaikan harga yang bervariaif misalnya di wilayah DKI Jakarta harga Pertamax Turbo naik dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter, Dexlite naik dari Rp12.150 jadi Rp12.950 dan Pertamina Dex naik dari Rp13.200 menjadi Rp13.700.
Berikut adalah fakta kenaikan harga BBM non subsidi yang dirangkum Okezone, Sabtu (12/3/2022).
BACA JUGA:Alasan Pertamina Tak Naikkan Harga BBM Pertalite tapi Pertamax Turbo Bakal Naik Lagi

1. Imbas kenaikan harga minyak dunia
Harga minyak dunia melonjak di tengah perang Rusia-Ukraina. Bahkan harga minyak dunia sempat tembus level USD130 per barel. Harga minyak ini berdampak langsung terhadap beban subsidi APBN dan beban keuangan Pertamina.
VP Corporate Commucation Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, penyesuaian harga produk juga dilakukan secara selektif, hanya untuk BBM Non Subsidi tertentu seperti Pertamax Series maupun Dex Series yang porsi konsumsinya hanya sekitar 15% dari total konsumsi BBM Nasional.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus USD131/Barel, BBM Naik Lagi Nih?

2. Pertalite tak naik
Adapun, harga Pertalite sendiri tidak berubah sejak 3 tahun terakhir. Saat ini porsi konsumsi Pertalite adalah yang terbesar atau sekitar 50% dari total konsumsi BBM nasional. Oleh karenanya, Pemerintah terus melakukan pembahasan untuk skenario kompensasi Pertalite agar stabilisasi harga Pertalite dapat terjaga.3. BBM non subsidi untuk kalangan mampu
Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina  Commercial &amp;amp; Trading Irto Ginting mengatakan, karena 3 BBM itu untuk  masyarakat mampu sehingga dinaikkan.
&quot;3 BBK (Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertadex) merupakan Bahan Bakar  Minyak Non Subsidi untuk masyarakat mampu, dan porsinya hanya 3% dari  total konsumsi BBM nasional,&quot; jelasnya, Kamis (3/2/2022).
4. Tak bebankan APBN
Kenaikan BBM disebut justru tak memberatkan APBN tapi malah  meringankan. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat ekonomi energi  Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi.
&quot;Beban APBN itu untuk memberikan kompensasi pada saat Pertamina  menjual BBM di bawah harga keekonomian. Kalau tidak ada kenaikan harga  BBM di dalam negeri beban APBN semakin berat,&quot; jelasnya, Jumat  (4/3/2022).</content:encoded></item></channel></rss>
