<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Minyak Asing 'Kabur' dari Indonesia, Ini Tanggapan SKK Migas</title><description>Perusahaan migas asing banyak yang hengkang dari Indonesia memunculkan spekulasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/14/320/2561426/perusahaan-minyak-asing-kabur-dari-indonesia-ini-tanggapan-skk-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/14/320/2561426/perusahaan-minyak-asing-kabur-dari-indonesia-ini-tanggapan-skk-migas"/><item><title>Perusahaan Minyak Asing 'Kabur' dari Indonesia, Ini Tanggapan SKK Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/14/320/2561426/perusahaan-minyak-asing-kabur-dari-indonesia-ini-tanggapan-skk-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/14/320/2561426/perusahaan-minyak-asing-kabur-dari-indonesia-ini-tanggapan-skk-migas</guid><pubDate>Senin 14 Maret 2022 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/14/320/2561426/perusahaan-minyak-asing-kabur-dari-indonesia-ini-tanggapan-skk-migas-voNsFAqQPo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Migas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/14/320/2561426/perusahaan-minyak-asing-kabur-dari-indonesia-ini-tanggapan-skk-migas-voNsFAqQPo.jpg</image><title>Migas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan migas asing banyak yang hengkang dari Indonesia memunculkan spekulasi. Banyak menilai Indonesia sudah tidak menarik dijadikan ladang investasi karena berbagai faktor, mulai dari kebijakan hingga produksi migas yang menipis.
Kepala Divisi dan Program Komunikasi SKK Migas A. Rinto Pudyantoro mengatakan, tidak melulu soal iklim investasi suatu negara, kebijakan perusahaan juga menjadi alasan utama mereka tidak memperpanjang kontraknya di Indonesia.
BACA JUGA:SKK Migas Dorong TKDN Bisa Capai Rp45 Triliun di 2022

&quot;Memang ada beberapa yang sudah habis kontraknya dan tidak diperpanjang pemerintah dan diberikan ke perusahaan nasional, semua perusahaan masing-masing punya pertimbangan, tidak hanya iklim investasi tapi portofolio mereka, global market, dan termasuk transisi energi,&quot; ujar Rinto dalam Market Review IDX Channel, Senin (14/3/2022).
Lebih lanjut, banyak perusahaan yang saat ini bergeser dan menggarap bisnis hijau untuk mendukung program Net Zero Emission (NRE) yang dicanangkan pemerintah negaranya.
BACA JUGA:Presiden Joko Widodo Kunjungi Migas Corner di Solo TechnoPark

Lalu, menurut Rinto, investasi tidak hanya diwujudkan dalam dimensi fiskal saja. Kebijakan politik, perizinan, kepemilikan lahan juga bisa merupakan investasi.&quot;Jadi meskipun iklim investasinya bagus tapi kalau perusahaannya melakukan corporate action yang akan keluar. Namun saya setuju kalau iklim investasi ini memang harus diperbaiki agar lebih menarik,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan migas asing banyak yang hengkang dari Indonesia memunculkan spekulasi. Banyak menilai Indonesia sudah tidak menarik dijadikan ladang investasi karena berbagai faktor, mulai dari kebijakan hingga produksi migas yang menipis.
Kepala Divisi dan Program Komunikasi SKK Migas A. Rinto Pudyantoro mengatakan, tidak melulu soal iklim investasi suatu negara, kebijakan perusahaan juga menjadi alasan utama mereka tidak memperpanjang kontraknya di Indonesia.
BACA JUGA:SKK Migas Dorong TKDN Bisa Capai Rp45 Triliun di 2022

&quot;Memang ada beberapa yang sudah habis kontraknya dan tidak diperpanjang pemerintah dan diberikan ke perusahaan nasional, semua perusahaan masing-masing punya pertimbangan, tidak hanya iklim investasi tapi portofolio mereka, global market, dan termasuk transisi energi,&quot; ujar Rinto dalam Market Review IDX Channel, Senin (14/3/2022).
Lebih lanjut, banyak perusahaan yang saat ini bergeser dan menggarap bisnis hijau untuk mendukung program Net Zero Emission (NRE) yang dicanangkan pemerintah negaranya.
BACA JUGA:Presiden Joko Widodo Kunjungi Migas Corner di Solo TechnoPark

Lalu, menurut Rinto, investasi tidak hanya diwujudkan dalam dimensi fiskal saja. Kebijakan politik, perizinan, kepemilikan lahan juga bisa merupakan investasi.&quot;Jadi meskipun iklim investasinya bagus tapi kalau perusahaannya melakukan corporate action yang akan keluar. Namun saya setuju kalau iklim investasi ini memang harus diperbaiki agar lebih menarik,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
