<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prodia (PRDA) Raih Laba Bersih Rp621,6 Miliar di 2021, Meroket 131,3%</title><description>PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mengantongi laba bersih sebesar Rp621,62 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/15/278/2561970/prodia-prda-raih-laba-bersih-rp621-6-miliar-di-2021-meroket-131-3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/15/278/2561970/prodia-prda-raih-laba-bersih-rp621-6-miliar-di-2021-meroket-131-3"/><item><title>Prodia (PRDA) Raih Laba Bersih Rp621,6 Miliar di 2021, Meroket 131,3%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/15/278/2561970/prodia-prda-raih-laba-bersih-rp621-6-miliar-di-2021-meroket-131-3</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/15/278/2561970/prodia-prda-raih-laba-bersih-rp621-6-miliar-di-2021-meroket-131-3</guid><pubDate>Selasa 15 Maret 2022 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/15/278/2561970/prodia-prda-raih-laba-bersih-rp621-6-miliar-di-2021-meroket-131-3-HzrfObFufx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba bersih Prodia alami kenaikan signifikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/15/278/2561970/prodia-prda-raih-laba-bersih-rp621-6-miliar-di-2021-meroket-131-3-HzrfObFufx.jpg</image><title>Laba bersih Prodia alami kenaikan signifikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mengantongi laba bersih sebesar Rp621,62 miliar. Laba bersih PRDA tumbuh signifikan 131,3% dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan peningkatan pendapatan bersih Perseroan.
Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty menjelaskan, tahun 2021 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan tak terkecuali bagi Perseroan yang berada di sektor kesehatan. Namun, pada masa pandemi COVID-19 ini, Prodia masih mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih, mempertahankan performa profitabilitas Prodia dengan tetap memprioritaskan keamanan, kesehatan dan keselamatan karyawan dan pelanggan.
BACA JUGA:Tak Lagi Rugi, Prodia Kantongi Laba Rp301 Miliar

&quot;Pencapaian ini menunjukkan ketahanan model bisnis, kokohnya bisnis inti dan keunggulan operasional Prodia. Kami terus beradaptasi terhadap dinamika situasi terkini dengan tetap fokus pada optimalisasi produktivitas, pengendalian biaya, pemanfaatan teknologi untuk peningkatan layanan bagi pelanggan, dan menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba,&amp;rdquo; tutur Dewi dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi BEI, Selasa (15/3/2022).
Pertumbuhan penjualan serta pengelolaan biaya beban yang optimal ini mendukung pencapaian laba usaha Prodia sebesar Rp756,62 miliar, atau naik 150,7%. Pertumbuhan positif laba kotor dan laba usaha mendukung pencapaian laba bersih Perseroan pada tahun 2021.
BACA JUGA:Covid-19 Belum Usai, Prodia Cetak Laba Rp158,75 Miliar

Pertumbuhan Pendapatan Bersih meningkat sebesar 41,6% menjadi Rp2,65 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,87 triliun. Pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan juga turut mengalami peningkatan dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan Perseroan.
Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang masing-masing sekitar 33,8% dan 31,4 % kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 21,2 % dan 13,6 %terhadap pendapatan Perseroan.
Adapun jumlah pemeriksaan mencapai 19,6 juta dan jumlah kunjungan mencapai 3,6 juta. Jumlah Permintaan tes esoterik mengalami peningkatan sebesar 39,2% pada tahun 2021 menjadi 2,2 juta tes.Pendapatan tes esoterik mengalami peningkatan sebesar 42,7% pada  tahun 2021 menjadi Rp999,2 miliar. Pendapatan tes rutin juga meningkat  40,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jumlah  kunjungan pelanggan (patient visit) juga mengalami peningkatan 8,2%  menjadi lebih dari 2,2 Juta pada tahun 2021.
Total aset Perseroan pada tahun 2021 mencapai Rp2,72 triliun yang  terdiri dari Aset lancar sebesar Rp1,77 triliun dan aset non lancar  menjadi Rp949,50 miliar. Pada tahun 2021, total ekuitas naik menjadi  sebesar Rp2,25 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai  Rp1,79 triliun. Sedangkan, total liabilitas sebesar Rp466,27 miliar yang  terdiri dari total liabilitas jangka pendek sebesar Rp268,91 miliar dan  total liabilitas jangka panjang sebesar Rp197,36 miliar. Perseroan  mencatat kenaikan jumlah permintaan layanan home service yang meningkat  154,8%.
Pemesanan Pemeriksaan kesehatan melalui Prodia Mobile juga mengalami  kenaikan yang signifikan sebesar 913,9% menjadi 138.504. Selain itu,  Perseroan mencatatkan jumlah pelanggan baru pada periode 2021 sekitar  1,3 juta pelanggan baru. Secara akumulatif, Perseroan mencatatkan arus  kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2021 dalam  posisi surplus menjadi sebesar Rp777,26 miliar meningkat dari Rp434,63  miliar pada tahun 2020.
Peningkatan akun arus kas bersih dari aktivitas operasi ini  disebabkan oleh meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan sebesar 38,7%  menjadi Rp2.60 triliun pada tahun 2021. Dengan tingkat posisi kas dan  setara kas sebesar Rp607,83 miliar, Perseroan memiliki posisi keuangan  yang solid untuk mendukung kesinambungan operasi dan pengembangan bisnis  Perseroan.
Per 31 Desember 2021, sisa dana hasil penawaran umum Perseroan adalah  Rp404,34 miliar dan total dana IPO yang telah digunakan adalah Rp744,29  miliar. Dari total dana hasil IPO yang telah digunakan per 31 Desember  2021, sebesar Rp511,72 miliar digunakan untuk pengembangan jejaring  outlet, Rp145,24 miliar untuk peningkatan kemampuan dan kualitas  layanan, dan Rp87,33 miliar untuk modal kerja.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mengantongi laba bersih sebesar Rp621,62 miliar. Laba bersih PRDA tumbuh signifikan 131,3% dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan peningkatan pendapatan bersih Perseroan.
Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty menjelaskan, tahun 2021 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan tak terkecuali bagi Perseroan yang berada di sektor kesehatan. Namun, pada masa pandemi COVID-19 ini, Prodia masih mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih, mempertahankan performa profitabilitas Prodia dengan tetap memprioritaskan keamanan, kesehatan dan keselamatan karyawan dan pelanggan.
BACA JUGA:Tak Lagi Rugi, Prodia Kantongi Laba Rp301 Miliar

&quot;Pencapaian ini menunjukkan ketahanan model bisnis, kokohnya bisnis inti dan keunggulan operasional Prodia. Kami terus beradaptasi terhadap dinamika situasi terkini dengan tetap fokus pada optimalisasi produktivitas, pengendalian biaya, pemanfaatan teknologi untuk peningkatan layanan bagi pelanggan, dan menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba,&amp;rdquo; tutur Dewi dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi BEI, Selasa (15/3/2022).
Pertumbuhan penjualan serta pengelolaan biaya beban yang optimal ini mendukung pencapaian laba usaha Prodia sebesar Rp756,62 miliar, atau naik 150,7%. Pertumbuhan positif laba kotor dan laba usaha mendukung pencapaian laba bersih Perseroan pada tahun 2021.
BACA JUGA:Covid-19 Belum Usai, Prodia Cetak Laba Rp158,75 Miliar

Pertumbuhan Pendapatan Bersih meningkat sebesar 41,6% menjadi Rp2,65 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,87 triliun. Pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan juga turut mengalami peningkatan dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan Perseroan.
Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang masing-masing sekitar 33,8% dan 31,4 % kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 21,2 % dan 13,6 %terhadap pendapatan Perseroan.
Adapun jumlah pemeriksaan mencapai 19,6 juta dan jumlah kunjungan mencapai 3,6 juta. Jumlah Permintaan tes esoterik mengalami peningkatan sebesar 39,2% pada tahun 2021 menjadi 2,2 juta tes.Pendapatan tes esoterik mengalami peningkatan sebesar 42,7% pada  tahun 2021 menjadi Rp999,2 miliar. Pendapatan tes rutin juga meningkat  40,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jumlah  kunjungan pelanggan (patient visit) juga mengalami peningkatan 8,2%  menjadi lebih dari 2,2 Juta pada tahun 2021.
Total aset Perseroan pada tahun 2021 mencapai Rp2,72 triliun yang  terdiri dari Aset lancar sebesar Rp1,77 triliun dan aset non lancar  menjadi Rp949,50 miliar. Pada tahun 2021, total ekuitas naik menjadi  sebesar Rp2,25 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai  Rp1,79 triliun. Sedangkan, total liabilitas sebesar Rp466,27 miliar yang  terdiri dari total liabilitas jangka pendek sebesar Rp268,91 miliar dan  total liabilitas jangka panjang sebesar Rp197,36 miliar. Perseroan  mencatat kenaikan jumlah permintaan layanan home service yang meningkat  154,8%.
Pemesanan Pemeriksaan kesehatan melalui Prodia Mobile juga mengalami  kenaikan yang signifikan sebesar 913,9% menjadi 138.504. Selain itu,  Perseroan mencatatkan jumlah pelanggan baru pada periode 2021 sekitar  1,3 juta pelanggan baru. Secara akumulatif, Perseroan mencatatkan arus  kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2021 dalam  posisi surplus menjadi sebesar Rp777,26 miliar meningkat dari Rp434,63  miliar pada tahun 2020.
Peningkatan akun arus kas bersih dari aktivitas operasi ini  disebabkan oleh meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan sebesar 38,7%  menjadi Rp2.60 triliun pada tahun 2021. Dengan tingkat posisi kas dan  setara kas sebesar Rp607,83 miliar, Perseroan memiliki posisi keuangan  yang solid untuk mendukung kesinambungan operasi dan pengembangan bisnis  Perseroan.
Per 31 Desember 2021, sisa dana hasil penawaran umum Perseroan adalah  Rp404,34 miliar dan total dana IPO yang telah digunakan adalah Rp744,29  miliar. Dari total dana hasil IPO yang telah digunakan per 31 Desember  2021, sebesar Rp511,72 miliar digunakan untuk pengembangan jejaring  outlet, Rp145,24 miliar untuk peningkatan kemampuan dan kualitas  layanan, dan Rp87,33 miliar untuk modal kerja.</content:encoded></item></channel></rss>
