<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tok! BNI (BBNI) Tebar Dividen Rp2,72 Triliun</title><description>PT Bank Negara Indonesia (Persero) menyetujui pembagian dividen senilai Rp2,72 triliun atau sebesar 25% dari laba bersih 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/15/278/2562119/tok-bni-bbni-tebar-dividen-rp2-72-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/15/278/2562119/tok-bni-bbni-tebar-dividen-rp2-72-triliun"/><item><title>Tok! BNI (BBNI) Tebar Dividen Rp2,72 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/15/278/2562119/tok-bni-bbni-tebar-dividen-rp2-72-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/15/278/2562119/tok-bni-bbni-tebar-dividen-rp2-72-triliun</guid><pubDate>Selasa 15 Maret 2022 18:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/15/278/2562119/tok-bni-bbni-tebar-dividen-rp2-72-triliun-WNqah3eh6L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BNI setujui pembagian dividen (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/15/278/2562119/tok-bni-bbni-tebar-dividen-rp2-72-triliun-WNqah3eh6L.jpg</image><title>BNI setujui pembagian dividen (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI menyetujui pembagian dividen senilai Rp2,72 triliun atau sebesar 25% dari laba bersih 2021. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
&quot;Nilai dividen ini naik 3,3 kali lipat dari tahun 2020 sebesar Rp820,1 miliar, sehingga nilai dividen per lembar juga naik dari tahun lalu dari Rp44 menjadi Rp146,&quot; kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Selasa (15/3/2022).
BACA JUGA:Agenda Emiten Hari Ini, BBTN Tebar Dividen dan RUPS BBNI

Dengan memperhitungkan komposisi saham milik pemerintah yang sebesar 60%, maka BNI akan menyetorkan dividen senilai Rp1,63 triliun ke rekening Kas Umum Negara, sedangkan atas kepemilikan 40% saham publik senilai Rp1,09 triliun akan diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing.
Dia menjelaskan, RUPST juga memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi, untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen Tahun Buku 2021 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BACA JUGA:IHSG Sesi I Menguat ke Level 6.828, Asing Borong Saham BBCA hingga BBNI

Adapun sebesar 75% dari laba bersih perseroan atau senilai Rp8,17 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI ke depan.
&quot;Kami telah mengambil sejumlah langkah, strategi, dan kebijakan yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja di tengah kondisi yang cukup menantang ini,&quot; ujarnya.Royke melanjutkan dewan komisaris secara konsisten turut pula  mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis  bank tahun 2021, antara lain melalui evaluasi terhadap Rencana Bisnis  Bank (RBB) serta kinerja keuangan tahun 2021.
Di sisi lain, para pemegang saham juga mendukung sepenuhnya berbagai  kebijakan strategis yang diambil pada 2021 dalam menghadapi tantangan  dan dinamika bisnis yang cepat, antara lain meningkatkan kualitas kredit  melalui perbaikan manajemen risiko, meningkatkan kapabilitas digital  dalam memenuhi kebutuhan nasabah, dan meningkatkan ekspansi bisnis  secara berkelanjutan.
Kemudian, sambung dia, meningkatkan dana murah (CASA) dan pendapatan  non-bunga (FBI) melalui peningkatan transaksi, optimalisasi jaringan dan  bisnis internasional dengan memperkuat kerja sama partnership,  optimalisasi kontribusi perusahaan anak, serta, optimalisasi human  capital dalam mendukung bisnis bank.
&quot;Dengan adanya keputusan para pemegang saham ini, diharapkan BNI  terus mencatatkan kinerja bisnis perusahaan yang baik, memberikan  pelayanan publik yang maksimal, sekaligus menjadi motor dalam mendorong  tumbuhnya perekonomian Indonesia,&quot; ujar Royke.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI menyetujui pembagian dividen senilai Rp2,72 triliun atau sebesar 25% dari laba bersih 2021. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
&quot;Nilai dividen ini naik 3,3 kali lipat dari tahun 2020 sebesar Rp820,1 miliar, sehingga nilai dividen per lembar juga naik dari tahun lalu dari Rp44 menjadi Rp146,&quot; kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Selasa (15/3/2022).
BACA JUGA:Agenda Emiten Hari Ini, BBTN Tebar Dividen dan RUPS BBNI

Dengan memperhitungkan komposisi saham milik pemerintah yang sebesar 60%, maka BNI akan menyetorkan dividen senilai Rp1,63 triliun ke rekening Kas Umum Negara, sedangkan atas kepemilikan 40% saham publik senilai Rp1,09 triliun akan diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing.
Dia menjelaskan, RUPST juga memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi, untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen Tahun Buku 2021 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BACA JUGA:IHSG Sesi I Menguat ke Level 6.828, Asing Borong Saham BBCA hingga BBNI

Adapun sebesar 75% dari laba bersih perseroan atau senilai Rp8,17 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI ke depan.
&quot;Kami telah mengambil sejumlah langkah, strategi, dan kebijakan yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja di tengah kondisi yang cukup menantang ini,&quot; ujarnya.Royke melanjutkan dewan komisaris secara konsisten turut pula  mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis  bank tahun 2021, antara lain melalui evaluasi terhadap Rencana Bisnis  Bank (RBB) serta kinerja keuangan tahun 2021.
Di sisi lain, para pemegang saham juga mendukung sepenuhnya berbagai  kebijakan strategis yang diambil pada 2021 dalam menghadapi tantangan  dan dinamika bisnis yang cepat, antara lain meningkatkan kualitas kredit  melalui perbaikan manajemen risiko, meningkatkan kapabilitas digital  dalam memenuhi kebutuhan nasabah, dan meningkatkan ekspansi bisnis  secara berkelanjutan.
Kemudian, sambung dia, meningkatkan dana murah (CASA) dan pendapatan  non-bunga (FBI) melalui peningkatan transaksi, optimalisasi jaringan dan  bisnis internasional dengan memperkuat kerja sama partnership,  optimalisasi kontribusi perusahaan anak, serta, optimalisasi human  capital dalam mendukung bisnis bank.
&quot;Dengan adanya keputusan para pemegang saham ini, diharapkan BNI  terus mencatatkan kinerja bisnis perusahaan yang baik, memberikan  pelayanan publik yang maksimal, sekaligus menjadi motor dalam mendorong  tumbuhnya perekonomian Indonesia,&quot; ujar Royke.</content:encoded></item></channel></rss>
